Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Pendidikan

Kemendikdasmen panggil 60 ribu guru ikuti PPG Guru Tertentu tahap 2 untuk percepat sertifikasi nasional

badge-check


					Kemendikdasmen panggil 60 ribu guru ikuti PPG Guru Tertentu tahap 2 untuk percepat sertifikasi nasional Perbesar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi telah membuka gelombang kedua program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahun 2026. Sebanyak 60.896 guru dari seluruh pelosok tanah air, termasuk mereka yang bertugas di satuan pendidikan Indonesia di luar negeri, telah dipanggil untuk mengikuti program ini. Langkah strategis tersebut diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam mempercepat penuntasan sertifikasi guru di Indonesia, yang merupakan salah satu agenda prioritas dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Direktur PPG Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, menyatakan bahwa pemanggilan ini dilakukan setelah melalui proses seleksi administrasi yang ketat. Para guru yang terpanggil merupakan tenaga pendidik yang telah memenuhi persyaratan dasar dan kini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan guna memperoleh sertifikat pendidik. "Pemanggilan calon peserta PPG bagi Guru Tertentu Tahap 2 ini merupakan komitmen pemerintah dalam rangka mempercepat penuntasan sertifikasi guru di Indonesia. Kami mengimbau para guru yang terpanggil untuk segera mengkonfirmasi kesediaan di akun SIMPKB masing-masing," ujar Ferry di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Kronologi dan Tahapan Pelaksanaan PPG 2026

Program PPG bagi Guru Tertentu dirancang dengan alur yang sistematis dan berbasis digital. Mengingat jumlah peserta yang mencapai lebih dari 60 ribu orang, efisiensi dalam manajemen waktu menjadi krusial. Berdasarkan data dari Direktorat PPG Kemendikdasmen, berikut adalah lini masa pelaksanaan tahap kedua:

  1. Konfirmasi Kesediaan (22–28 Juni 2026): Ini adalah tahap awal di mana guru yang terpanggil wajib menyatakan kesediaan mereka melalui laman Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB).
  2. Lapor Diri (1–4 Juli 2026): Setelah konfirmasi, peserta diwajibkan melakukan lapor diri pada institusi pendidikan atau LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang ditunjuk.
  3. Orientasi (8 Juli 2026): Proses pembekalan teknis mengenai kurikulum dan mekanisme pembelajaran PPG.
  4. Pembelajaran Mandiri (8 Juli – 12 Agustus 2026): Pembelajaran dilakukan secara daring melalui platform Ruang GTK. Pada tahap ini, guru akan mendalami materi pedagogik dan profesional sesuai dengan bidang studi masing-masing.
  5. Uji Kompetensi Peserta PPG (UKPPPG): Tahap akhir yang menjadi penentu kelulusan sebelum guru dinyatakan berhak menyandang status sebagai guru profesional.

Konteks Latar Belakang Sertifikasi Guru

Sertifikasi guru melalui program PPG bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan instrumen untuk memastikan standar kompetensi pendidik tetap terjaga. Sejak bertahun-tahun lalu, pemerintah Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pemerataan kualitas tenaga pengajar. Jumlah guru yang belum tersertifikasi masih cukup signifikan di berbagai daerah, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Program PPG bagi Guru Tertentu hadir sebagai solusi adaptif. Berbeda dengan model PPG Prajabatan, model Guru Tertentu ditujukan bagi guru dalam jabatan yang telah memiliki masa pengabdian namun belum memiliki sertifikat pendidik. Dengan mengintegrasikan teknologi digital, Kemendikdasmen mampu menjangkau puluhan ribu guru secara serentak tanpa harus menarik mereka dari tugas mengajar di sekolah, sehingga operasional pendidikan di daerah tetap berjalan.

Implikasi Profesionalisme dan Tunjangan Guru

Sertifikat pendidik yang nantinya diperoleh oleh para peserta merupakan "paspor" profesionalitas. Secara yuridis, dokumen ini menjadi syarat mutlak bagi guru untuk mendapatkan tunjangan profesi sesuai dengan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen. Bagi guru, tunjangan ini bukan sekadar insentif finansial, melainkan bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan kualitas kerja mereka.

Namun, di luar aspek finansial, dampak jangka panjang dari sertifikasi ini adalah peningkatan kualitas interaksi di dalam ruang kelas. Guru yang telah melalui PPG diharapkan memiliki kemampuan pedagogik yang lebih baik, mampu mengelola kelas dengan metode yang lebih variatif, serta mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan dapat menekan angka kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Indonesia.

Dukungan Pemangku Kepentingan dan Sinergi Daerah

Ferry Maulana Putra menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat. Sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta pihak sekolah menjadi kunci utama. Pendampingan dari pemangku kepentingan di daerah sangat diperlukan agar peserta tidak merasa terbebani dengan tugas administratif saat mengikuti pembelajaran.

Kemendikdasmen panggil 60 ribu guru ikuti PPG Guru Tertentu tahap 2

"Kami mengajak pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk terus memantau dan mendampingi para peserta. Dukungan moral dan kemudahan akses bagi guru yang sedang menempuh pendidikan sangat penting agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar," tambah Ferry.

Beberapa pengamat pendidikan menilai bahwa pelibatan aktif pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses internet dan waktu luang bagi guru peserta PPG akan menentukan tingkat kelulusan. Tantangan geografis, terutama bagi guru di wilayah terpencil, seringkali menjadi kendala dalam akses platform digital Ruang GTK. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur digital di tingkat sekolah menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Data dan Proyeksi Masa Depan

Pemerintah menargetkan percepatan sertifikasi guru secara masif dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Data menunjukkan bahwa dengan memanggil 60 ribu guru per tahap, beban akumulasi guru yang belum bersertifikat dapat berkurang drastis. Jika konsistensi ini terjaga, maka dalam waktu dekat, profil guru di Indonesia akan didominasi oleh pendidik profesional yang tersertifikasi.

Keberhasilan program ini juga akan memengaruhi peta data pokok pendidikan (Dapodik). Guru yang sudah tersertifikasi akan tercatat dalam sistem sebagai tenaga profesional yang memiliki kualifikasi akademik mumpuni. Hal ini memudahkan pemerintah pusat dalam memetakan kebutuhan guru, distribusi guru, serta perencanaan anggaran tunjangan yang lebih akurat.

Akses Informasi dan Transparansi

Untuk meminimalisir disinformasi, Kemendikdasmen telah menyediakan kanal resmi bagi para guru. Segala informasi terkait jadwal, persyaratan, hingga kendala teknis dapat diakses melalui portal ppg.kemendikdasmen.go.id. Selain itu, akun media sosial resmi @ppg_kemendikdasmen menjadi sarana komunikasi dua arah antara otoritas penyelenggara dengan peserta.

Pemerintah juga mengimbau agar para guru selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan program PPG. Seluruh proses pemanggilan dilakukan melalui sistem resmi dan tidak dipungut biaya apa pun. Transparansi dalam proses ini menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan para guru terhadap sistem sertifikasi nasional.

Kesimpulan

Pemanggilan 60.896 guru dalam program PPG Tahap 2 ini menegaskan arah kebijakan Kemendikdasmen yang berfokus pada penguatan kapasitas tenaga pendidik secara sistemik. Dengan kombinasi antara pembelajaran daring yang fleksibel dan ujian kompetensi yang terstandar, pemerintah berupaya menuntaskan utang sejarah dalam sertifikasi guru.

Diharapkan, setelah menyelesaikan rangkaian PPG ini, para guru dapat membawa perubahan positif di sekolah masing-masing. Transformasi pendidikan nasional tidak akan pernah tercapai tanpa guru yang profesional, kompeten, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Program PPG 2026 ini, dalam skala yang lebih luas, adalah investasi strategis untuk menyiapkan generasi emas Indonesia melalui tangan-tangan guru yang telah teruji kualitasnya.

Langkah ini membuktikan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan keadilan bagi para guru di seluruh penjuru Indonesia. Keadilan dalam mendapatkan akses pengembangan diri, keadilan dalam pengakuan profesi, dan keadilan dalam peningkatan kesejahteraan. Bagi ribuan guru yang telah terpanggil, momen ini adalah titik balik menuju karier yang lebih profesional dan bermakna bagi dunia pendidikan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemendukbangga: Pentingnya peran ayah tak bisa digantikan oleh AI di tengah tantangan era digital

29 Juni 2026 - 00:13 WIB

Mendikdasmen Sebut Revitalisasi Sekolah Jadi Katalisator Mutu Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

27 Juni 2026 - 18:13 WIB

Memperkuat Diplomasi Iklim Global Melalui Sinergi Akademisi UI dan UGM dalam Ajang WCFC 2026 di Tokyo

27 Juni 2026 - 00:13 WIB

Transformasi Kesalehan Ekologis: Mahasiswa UNISA Yogyakarta Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Baros Sebagai Aksi Nyata Fikih Hijau

26 Juni 2026 - 18:13 WIB

Wamendikdasmen: Revitalisasi SMK wujudkan pendidikan vokasi bermutu sebagai fondasi kemajuan sumber daya manusia nasional

26 Juni 2026 - 12:13 WIB

Trending di Pendidikan