Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata berbasis geologi yang prospektif. Pemerintah Desa (Pemdes) Pengkol, yang terletak di Kecamatan Nglipar, secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk mengembangkan kawasan Gunung Api Purba yang membentang di wilayah administratif mereka. Langkah ini merupakan upaya serius pemerintah desa dalam melakukan diversifikasi ekonomi melalui sektor pariwisata, sekaligus memanfaatkan potensi alam yang selama ini belum terjamah secara optimal.
Rencana pengembangan tersebut akan difokuskan pada tiga situs utama, yakni Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter. Ketiga lokasi ini diyakini memiliki kaitan geologis dengan formasi Gunung Api Purba Nglanggeran di Kecamatan Patuk, yang telah lebih dahulu mendulang kesuksesan sebagai destinasi wisata tingkat internasional.
Konteks Geologis dan Potensi Wilayah
Secara geologis, wilayah Gunung Kidul merupakan bagian dari Pegunungan Seribu yang kaya akan formasi batuan vulkanik berusia jutaan tahun. Formasi Gunung Api Purba Nglanggeran sendiri merupakan bukti sejarah aktivitas vulkanik purba yang terjadi sekitar 20 hingga 60 juta tahun silam. Dengan adanya temuan bahwa rangkaian formasi batuan ini berlanjut hingga ke Desa Pengkol, maka nilai jual kawasan tersebut menjadi sangat tinggi, baik dari sisi pariwisata minat khusus maupun riset geologi.
Kepala Desa Pengkol, Margiyanto, menyatakan bahwa inisiatif ini muncul setelah adanya kesadaran kolektif mengenai potensi tersembunyi di wilayah mereka. Selama ini, masyarakat lokal belum melakukan penataan infrastruktur yang memadai, padahal daya tarik visual dan nilai sejarah yang terkandung di kawasan tersebut sangat kuat.
Profil Tiga Destinasi Unggulan Desa Pengkol
Dalam rencana induk pengembangan wisata desa, Pemdes Pengkol telah memetakan tiga titik yang memiliki karakteristik berbeda:
-
Kawasan Gunung Keruk: Lokasi ini diproyeksikan menjadi destinasi unggulan untuk wisata fotografi alam. Dengan topografi perbukitan yang menjulang, Gunung Keruk menawarkan pemandangan hamparan kabut pada pagi hari yang sering disebut sebagai "negeri di atas awan". Beberapa pegiat fotografi telah mendokumentasikan keindahan lanskap ini, yang menjadi bukti awal bahwa lokasi tersebut memiliki daya tarik estetika yang kuat bagi wisatawan milenial dan penikmat wisata alam.
-
Situs Religi Song Putri: Terletak di Padukuhan Glompong, Song Putri menawarkan perpaduan antara wisata alam dan wisata religi. Situs ini sarat dengan narasi sejarah lokal, yakni sebagai petilasan seorang putri dari Kerajaan Majapahit bernama Dewi Roso Wulan. Daya tarik arkeologis di sini terlihat dari susunan batu-batu putih berbentuk kotak bujur sangkar di dalam gua, yang hingga saat ini belum diketahui secara pasti asal-usulnya. Struktur batuan yang rapi ini memancing rasa penasaran, baik bagi masyarakat lokal maupun para peneliti sejarah yang tertarik pada jejak peradaban masa lalu di Gunung Kidul.
-
Gunung Genter: Lokasi ini menawarkan tantangan bagi wisatawan yang menggemari wisata petualangan atau adventure tourism. Di Padukuhan Gagan, terdapat formasi batu raksasa dengan dimensi yang setara dengan dua bangunan rumah limasan. Keunikan dari formasi ini adalah keberadaan gua di tengah batu setinggi 10 meter. Aksesibilitas menuju gua tersebut menjadi tantangan tersendiri, karena pengunjung harus menanjak tebing tegak lurus, sebuah aktivitas yang ideal bagi penggemar panjat tebing atau penjelajahan gua (caving).
Kronologi dan Langkah Strategis Pemerintah Desa
Rencana pengembangan ini bukanlah sebuah langkah instan, melainkan hasil dari refleksi panjang pemerintah desa dalam menanggapi tren pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul. Berdasarkan data internal Pemdes Pengkol, langkah konkret dimulai dengan koordinasi intensif bersama dinas terkait di tingkat kabupaten untuk memastikan pengembangan kawasan sesuai dengan regulasi tata ruang dan konservasi lingkungan.
Pada tahun 2019, pemerintah desa telah menetapkan prioritas penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk membenahi aksesibilitas. Pembangunan akses jalan menuju lokasi-lokasi wisata menjadi fokus utama. Tanpa akses jalan yang layak, potensi alam yang luar biasa tidak akan mampu diakses oleh wisatawan, sehingga pembangunan infrastruktur dasar menjadi katalisator pertama dalam agenda pembangunan wisata ini.
Analisis Implikasi Ekonomi dan Sosial
Keputusan Pemdes Pengkol untuk masuk ke ranah pariwisata memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Secara teoretis, sektor pariwisata memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang luas bagi ekonomi pedesaan. Dengan hadirnya wisatawan, diharapkan akan muncul usaha-usaha pendukung seperti penyediaan akomodasi (homestay), jasa pemandu wisata lokal, kuliner khas daerah, hingga penjualan produk kerajinan tangan khas Nglipar.
Secara sosial, pengembangan destinasi wisata ini dapat menekan angka urbanisasi. Dengan terbukanya lapangan kerja baru di desa, generasi muda Desa Pengkol diharapkan memiliki opsi untuk berkarya di daerah sendiri daripada harus merantau ke kota besar. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata akan meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan situs-situs bersejarah yang ada di wilayah mereka.
Tantangan dan Proyeksi Masa Depan
Tentu saja, tantangan dalam mengembangkan destinasi wisata baru tidaklah sedikit. Selain masalah aksesibilitas, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Mengingat medan di Gunung Genter dan kawasan lainnya cukup menantang, diperlukan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang ketat.
Dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul dan keterlibatan komunitas penggerak wisata menjadi kunci keberlanjutan. Belajar dari kesuksesan Desa Wisata Nglanggeran yang berhasil meraih penghargaan internasional, Desa Pengkol diharapkan dapat melakukan kolaborasi strategis dalam hal pemasaran dan manajemen pengunjung. Pemasaran digital akan menjadi instrumen krusial, mengingat karakteristik wisatawan saat ini yang sangat bergantung pada media sosial untuk mencari referensi destinasi baru.
Pihak Pemdes Pengkol juga menegaskan bahwa mereka tidak berniat untuk sekadar meniru konsep yang sudah ada, melainkan menonjolkan keunikan lokalitas mereka. Narasi sejarah mengenai Dewi Roso Wulan dan keajaiban geologi batu raksasa adalah aset unik yang tidak dimiliki oleh desa lain. Jika dikelola dengan manajemen yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, kawasan Gunung Api Purba di Desa Pengkol memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata minat khusus yang mampu menarik segmen pasar wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Pandangan Pakar: Pentingnya Konservasi dalam Pariwisata
Para pengamat tata kota dan pariwisata di Yogyakarta sering menekankan bahwa pengembangan kawasan wisata di daerah dengan formasi geologi purba harus memperhatikan aspek konservasi. Aktivitas pembangunan infrastruktur tidak boleh merusak struktur batuan asli yang memiliki nilai ilmiah tinggi. Pemerintah desa diharapkan terus menjalin komunikasi dengan para ahli geologi untuk memetakan titik-titik mana yang boleh disentuh dan mana yang harus dilindungi.
Keseimbangan antara eksploitasi ekonomi melalui pariwisata dan pelestarian lingkungan adalah kunci keberlangsungan destinasi. Jika Desa Pengkol mampu mempertahankan keasrian alamnya sembari menyediakan fasilitas pendukung yang memadai, maka kawasan ini akan menjadi aset berharga bagi Kabupaten Gunung Kidul dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Langkah Pemerintah Desa Pengkol untuk mengembangkan kawasan Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter merupakan bukti nyata bahwa pembangunan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) adalah motor penggerak ekonomi yang efektif. Dengan dukungan dana desa yang tepat sasaran, kolaborasi lintas sektor, dan pelibatan aktif masyarakat lokal, Desa Pengkol berada di jalur yang benar untuk bertransformasi dari desa pertanian menjadi desa wisata yang berdaya saing.
Proses pengembangan yang dimulai pada tahun 2019 tersebut kini menjadi fondasi bagi kemajuan pariwisata di Kecamatan Nglipar. Fokus pada perbaikan akses jalan dan penataan situs adalah langkah awal yang strategis. Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan destinasi ini akan semakin dikenal dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Pengkol, sekaligus memperkaya khazanah destinasi wisata di Kabupaten Gunung Kidul. Fokus utama ke depan adalah bagaimana menjaga keberlanjutan dari situs-situs tersebut agar tetap terjaga keasliannya di tengah arus kunjungan wisatawan yang diharapkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.









