Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Studi & Edukasi Budaya Yogya

FSMR ISI Yogyakarta dan Kedutaan Besar Peru Gelar Peruvian Film Screening untuk Perkuat Diplomasi Budaya Internasional

badge-check


					FSMR ISI Yogyakarta dan Kedutaan Besar Peru Gelar Peruvian Film Screening untuk Perkuat Diplomasi Budaya Internasional Perbesar

Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kedutaan Besar Peru untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Peruvian Film Screening. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa hingga Rabu, 28-29 April 2026, ini akan dipusatkan di Ruang Audio Visual, Gedung Dekanat FSMR ISI Yogyakarta. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pemutaran film, melainkan juga sebagai platform edukatif yang dirancang untuk memperluas cakrawala apresiasi, pembelajaran lintas budaya, dan dialog internasional di bidang perfilman bagi sivitas akademika serta masyarakat umum. Kegiatan ini bersifat terbuka dan tidak dipungut biaya, mencerminkan komitmen institusi dalam mendemokratisasi akses terhadap karya seni global yang berkualitas.

Agenda Utama dan Kehadiran Tamu Internasional

Puncak dari rangkaian kegiatan ini akan diawali pada hari Selasa, 28 April 2026, melalui pemutaran film pembuka berjudul Jepang. Pemilihan film ini bukan tanpa alasan, mengingat narasi yang dibangun dalam karya tersebut mampu merepresentasikan kedalaman estetik dan kompleksitas isu sosial yang menjadi ciri khas sinema Peru kontemporer. Sebagai bentuk pengayaan intelektual, sesi pemutaran akan segera diikuti dengan diskusi mendalam yang menghadirkan sineas asal Peru, Jhon Alexander Arróspide Linares.

Kehadiran Arróspide Linares diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi film di Yogyakarta untuk menggali lebih jauh mengenai teknis produksi, visi artistik, serta tantangan dalam industri film di Amerika Latin. Forum ini dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan yang dinamis, di mana audiens dapat membedah secara langsung proses kreatif di balik karya yang ditampilkan. Interaksi ini diproyeksikan mampu memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta dalam memandang film tidak sekadar sebagai produk hiburan, melainkan sebagai manifestasi budaya yang mampu melampaui batas geografis.

Spektrum Sinema Peru dalam Delapan Karya Pilihan

Selain film pembuka, panitia telah mengurasi tujuh judul film Peru lainnya yang akan ditayangkan secara bergiliran selama dua hari. Daftar film tersebut mencakup Las Mejores Familias (2020), Reinas (2024), La Herencia de Flora (2024), Deliciosa Fruta Seca (2019), La Pena Máxima (2022), Wiñaypacha (2019), dan Manco Cápac (2021). Pemilihan kurasi ini sangat komprehensif, mencakup berbagai genre dan tema yang merefleksikan potret Peru yang multidimensi.

Film-film tersebut membawa narasi yang beragam, mulai dari dinamika kehidupan keluarga, eksplorasi identitas diri, penggalian kembali sejarah masa lalu, hingga kritik terhadap realitas sosial-politik yang terjadi di Peru. Misalnya, Wiñaypacha yang dikenal luas karena penggunaan bahasa Aymara, menawarkan perspektif tentang keterasingan dan hubungan manusia dengan alam. Sementara itu, karya-karya lain yang lebih modern memberikan gambaran tentang bagaimana sineas Peru beradaptasi dengan narasi global tanpa harus kehilangan akar budaya lokal mereka. Keberagaman tema ini memberikan spektrum sinematik yang kaya, memungkinkan penonton untuk memahami bahwa tantangan sosial yang dihadapi di Peru sering kali memiliki irisan dengan realitas di Indonesia.

Konteks Diplomatik dan Peran Strategis ISI Yogyakarta

Penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FSMR ISI Yogyakarta dalam mengintegrasikan praktik pendidikan di luar ruang kelas tradisional. Dalam ekosistem akademik seni modern, keterlibatan aktif dengan perkembangan sinema dunia menjadi syarat mutlak bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan. Langkah kolaboratif dengan Kedutaan Besar Peru ini menegaskan posisi ISI Yogyakarta bukan hanya sebagai pusat pendidikan seni nasional, tetapi juga sebagai institusi yang aktif membangun jejaring global.

Dari perspektif diplomasi budaya, kerja sama ini menunjukkan adanya kepercayaan internasional terhadap ISI Yogyakarta sebagai mitra strategis. Diplomasi budaya melalui media film dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman antarnegara karena mampu menyentuh sisi emosional dan intelektual penonton secara bersamaan. Dengan menjadikan kampus sebagai ruang dialog antarbangsa, ISI Yogyakarta memfasilitasi pertemuan antara perspektif artistik dari dua budaya yang berbeda secara geografis namun memiliki kemiripan dalam semangat berkesenian.

Analisis Dampak Akademik dan Sosial

Bagi mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta, kegiatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan studi komparatif secara langsung antara praktik sinema di Indonesia dengan pendekatan sinematik dari Amerika Latin. Memahami konteks budaya yang berbeda melalui visualisasi film akan mengasah kepekaan estetika mahasiswa, yang nantinya sangat berguna bagi perkembangan karya mereka di masa depan. Dialog langsung dengan praktisi internasional seperti Arróspide Linares juga menjadi pengalaman belajar (experiential learning) yang tidak bisa didapatkan melalui buku teks.

Bagi masyarakat umum, inisiatif ini merupakan peluang untuk memperkaya wawasan tentang sinema Amerika Latin yang selama ini mungkin kurang terekspos di bioskop arus utama Indonesia. Dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi publik, FSMR ISI Yogyakarta menjalankan fungsinya sebagai agen penyebar pengetahuan seni, yang pada akhirnya akan meningkatkan literasi film di masyarakat Yogyakarta.

Proyeksi Masa Depan dan Komitmen Institusi

Kegiatan Peruvian Film Screening ini menjadi bukti nyata bahwa FSMR ISI Yogyakarta terus bertransformasi menjadi simpul pendidikan seni yang progresif. Keberhasilan dalam menyelenggarakan acara berskala internasional dengan kolaborasi lintas negara menunjukkan kesiapan institusi untuk terus memperluas jejaring globalnya. Langkah ini juga sejalan dengan visi universitas untuk memperkuat posisi di kancah internasional, baik dalam hal kualitas riset, praktik artistik, maupun diplomasi budaya.

Ke depan, diharapkan program-program serupa dapat terus berlanjut dengan menghadirkan lebih banyak karya dari berbagai negara lainnya. Hal ini penting untuk menjaga agar atmosfer akademik di ISI Yogyakarta tetap hidup, terbuka, dan terus relevan dengan perkembangan seni global. Komitmen untuk menghadirkan kegiatan bermutu yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik civitas akademika maupun publik luas, menjadi fondasi utama bagi FSMR ISI Yogyakarta dalam memperkuat ekosistem seni yang inklusif.

Jadwal dan Aksesibilitas

Acara Peruvian Film Screening akan berlangsung selama dua hari penuh pada tanggal 28 dan 29 April 2026. Seluruh pemutaran film dan sesi diskusi akan diselenggarakan di Ruang Audio Visual, Dekanat FSMR ISI Yogyakarta. Mengingat kapasitas ruangan dan antusiasme masyarakat yang diprediksi cukup tinggi, pihak panitia mengimbau kepada para peminat untuk datang lebih awal.

Penyelenggaraan ini menegaskan kembali bahwa seni, khususnya film, memiliki kekuatan besar sebagai bahasa universal untuk menjalin persahabatan antarnegara. Melalui rangkaian film Peru ini, publik di Yogyakarta tidak hanya disuguhi karya-karya sinematik yang memukau, tetapi juga diajak untuk merenungkan berbagai isu kemanusiaan dan sosial yang bersifat lintas batas. Dengan demikian, Peruvian Film Screening bukan sekadar perhelatan artistik, melainkan sebuah manifestasi dari hubungan harmonis antara institusi pendidikan seni Indonesia dan entitas budaya internasional.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, FSMR ISI Yogyakarta siap menyambut para pencinta film dan masyarakat umum untuk menikmati suguhan sinema Peru yang penuh makna. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi catatan penting dalam kalender acara budaya di Yogyakarta sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat relasi bilateral Indonesia dan Peru di sektor kebudayaan melalui jalur pendidikan dan seni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada Ancaman El Nino 2026: Sinergi Tata Kelola dan Mitigasi Kebakaran Hutan di Indonesia

6 Mei 2026 - 18:37 WIB

Tantangan Mengatasi Stunting di Indonesia: Mengurai Kompleksitas Akses Pangan hingga Edukasi Pola Asuh

6 Mei 2026 - 12:37 WIB

Empat Mahasiswa ISI Yogyakarta Berhasil Menembus Seleksi Ketat Menjadi Google Student Ambassador 2026 di Tingkat Nasional

6 Mei 2026 - 12:12 WIB

Dari Anak Buruh Tani Menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama: Kisah Inspiratif Deni Maulana Menaklukkan Keterbatasan di UGM

6 Mei 2026 - 06:37 WIB

Sinergi Akademisi dan Industri Kreatif: Prodi Animasi ISI Yogyakarta Hadirkan Praktisi Polar Engine untuk Perkuat Kompetensi Profesional

6 Mei 2026 - 06:12 WIB

Trending di Studi & Edukasi Budaya Yogya