Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Foto Jogja

Dirut ANTARA Benny Siga Butarbutar Menekankan Pentingnya Profesionalisme Pers dalam Menghadapi Disrupsi Informasi Global

badge-check


					Dirut ANTARA Benny Siga Butarbutar Menekankan Pentingnya Profesionalisme Pers dalam Menghadapi Disrupsi Informasi Global Perbesar

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day tahun 2026 yang jatuh pada Minggu, 10 Mei 2026, menjadi momentum krusial bagi insan media di Indonesia untuk merefleksikan peran strategisnya di tengah badai disrupsi informasi digital. Dalam kegiatan Fun Walk bertajuk "Pers Indonesia: Beradaptasi & Berintegritas" yang diselenggarakan oleh Dewan Pers di Jakarta, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa kebebasan pers tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab sosial yang melekat pada setiap karya jurnalistik.

Tantangan Media di Era Digital dan Disrupsi Informasi

Di era di mana setiap individu dapat menjadi produsen konten, media arus utama (mainstream media) menghadapi tantangan eksistensial. Disrupsi informasi tidak hanya berkaitan dengan kecepatan penyebaran data, tetapi juga tentang bagaimana kredibilitas dijaga di tengah banjir informasi yang seringkali tidak terverifikasi. Benny Siga Butarbutar menyoroti bahwa media, baik cetak, daring, maupun media baru, memiliki satu tujuan fundamental yang sama: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Keunggulan utama media arus utama saat ini bukan lagi sekadar pada kecepatan, melainkan pada kemampuannya menyajikan informasi yang kontekstual dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat modern, menurut Benny, semakin cerdas dalam memilah informasi. Mereka membutuhkan sajian berita yang mampu menjadi kompas dalam pengambilan keputusan, baik pada level individu, komunitas, maupun kebijakan nasional.

Kronologi dan Latar Belakang Peringatan

Kegiatan Fun Walk yang diikuti oleh berbagai elemen pers dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Para peserta menempuh rute strategis mulai dari Gedung Dewan Pers, melintasi Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan kembali ke titik awal dengan total jarak tempuh sekitar 4 kilometer. Acara ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan simbolisasi kebersamaan dan komitmen kolektif insan pers nasional dalam menjaga integritas profesi.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia sendiri merujuk pada deklarasi Windhoek tahun 1991, yang bertujuan untuk melindungi kebebasan pers di seluruh dunia. Bagi Indonesia, momentum ini menjadi sangat relevan mengingat peta jalan kebebasan pers nasional yang terus mengalami dinamika. Sejak era reformasi, kebebasan pers telah menjadi pilar utama demokrasi, namun tantangan yang dihadapi telah bergeser dari tekanan politik (regim) ke tekanan algoritma dan model bisnis media digital.

Perspektif Dewan Pers: Integritas sebagai Harga Mati

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat "suasana kebatinan" insan pers Indonesia. Di tengah perubahan lanskap media yang begitu cepat, objektivitas, profesionalitas, dan etika adalah tiga pilar yang tidak bisa ditawar.

Menurut Komaruddin, adaptasi terhadap teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas. Pers yang berintegritas adalah pers yang mampu menyaring arus informasi di media sosial, memberikan verifikasi atas klaim-klaim yang beredar, dan tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Komitmen ini menjadi krusial di tengah tren penurunan kepercayaan publik terhadap media global akibat maraknya penyebaran disinformasi.

Analisis Data: Peran Media Arus Utama di Tengah Disrupsi

Data dari berbagai lembaga riset menunjukkan bahwa meskipun konsumsi konten digital melalui platform media sosial meningkat pesat, kepercayaan publik terhadap media arus utama tetap lebih tinggi dibandingkan dengan konten yang bersumber dari akun-akun anonim. Hal ini menunjukkan bahwa peran kurasi dan verifikasi yang dilakukan oleh redaksi profesional masih sangat relevan.

Dirut ANTARA: Pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi

Tanggung jawab sosial media (social responsibility of the press) menjadi elemen yang ditekankan oleh Benny Siga Butarbutar. Media tidak boleh hanya terjebak dalam pengejaran traffic atau clickbait yang dangkal. Sebaliknya, media harus mampu memberikan "informasi yang bernilai" (value-added information) yang membantu masyarakat dalam memecahkan masalah keseharian mereka. Keputusan masyarakat yang tepat, baik dalam aspek ekonomi, kesehatan, maupun politik, sangat bergantung pada kualitas informasi yang mereka terima.

Implikasi Terhadap Masa Depan Jurnalisme Indonesia

Implikasi dari tuntutan profesionalisme ini cukup luas. Pertama, adanya kebutuhan mendesak bagi lembaga media untuk melakukan transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Jurnalis masa depan dituntut untuk memiliki kemampuan multitasking—memahami data, memiliki kepekaan terhadap verifikasi, sekaligus memahami etika dalam ruang digital.

Kedua, adanya tantangan keberlanjutan bisnis media. Tanpa model bisnis yang sehat, sulit bagi media untuk menjaga independensi. Oleh karena itu, diskusi mengenai kebebasan pers di masa depan harus mencakup pula diskusi mengenai ekonomi media yang sehat, di mana kualitas jurnalistik dihargai lebih tinggi daripada sekadar kuantitas klik.

Ketiga, kolaborasi antar-media. Sebagaimana tercermin dalam acara Fun Walk yang mempertemukan berbagai pimpinan media, solidaritas pers diperlukan untuk menghadapi tantangan bersama, baik itu terkait regulasi media, keamanan jurnalis, maupun perlindungan hak cipta konten jurnalistik di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Menjaga Kebebasan Pers dengan Tanggung Jawab Sosial

Benny Siga Butarbutar menegaskan bahwa kebebasan pers adalah hak asasi yang harus dirayakan, namun hak tersebut membawa konsekuensi tanggung jawab. Di Indonesia, di mana keberagaman adalah kekuatan sekaligus tantangan, media memiliki peran vital dalam merajut narasi kebangsaan yang positif.

Dalam konteks ANTARA sebagai lembaga kantor berita, tanggung jawab tersebut menjadi lebih besar. Sebagai penyedia informasi bagi media-media lain di seluruh pelosok negeri, ANTARA memegang peran sebagai garda terdepan dalam menjaga akurasi data dan kecepatan informasi yang akuntabel. Hal ini sejalan dengan mandat untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa melalui informasi yang jujur, cepat, dan akurat.

Kesimpulan

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Jakarta memberikan pesan kuat: pers Indonesia harus tetap relevan dengan cara beradaptasi pada kemajuan teknologi tanpa kehilangan kompas etikanya. Profesionalisme di era disrupsi bukan berarti menjadi kaku, melainkan menjadi lebih tajam dalam melakukan verifikasi dan lebih bijak dalam menentukan prioritas informasi.

Sinergi antara Dewan Pers sebagai regulator, media sebagai eksekutor, dan masyarakat sebagai konsumen informasi adalah kunci untuk mempertahankan demokrasi yang sehat di Indonesia. Seiring dengan selesainya rangkaian acara Fun Walk tersebut, diharapkan semangat "Beradaptasi & Berintegritas" tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam setiap baris berita yang diterbitkan oleh insan pers Indonesia demi masa depan bangsa yang lebih tercerahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prabowo Subianto Dorong Reformasi Regulasi Besar-besaran demi Percepatan Penciptaan Lapangan Kerja dan Iklim Investasi Nasional

13 Mei 2026 - 18:22 WIB

Menyulam Gerak Menarikan Zaman Penghormatan Puncak Karier Akademis dan Artistik Prof Dr I Wayan Dana di ISI Yogyakarta

13 Mei 2026 - 18:04 WIB

PT KAI Daop 6 Yogyakarta Antisipasi Lonjakan 136.741 Penumpang Selama Periode Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026

13 Mei 2026 - 00:22 WIB

Bertahan di Tengah Gempuran Digital: Menilik Eksistensi Koran Mading di Alun-Alun Selatan Yogyakarta

12 Mei 2026 - 12:04 WIB

Peternak Ikan Patin Bantul Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pasokan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis

12 Mei 2026 - 06:22 WIB

Trending di Foto Jogja