Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Foto Jogja

TPID DIY Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bantul

badge-check


					TPID DIY Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bantul Perbesar

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Kabupaten Bantul secara intensif melakukan pemantauan langsung ke sentra-sentra peternakan di wilayah Bantul. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjamin ketersediaan stok serta memastikan kondisi kesehatan hewan ternak menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026 ini menyasar kelompok peternak skala besar guna memitigasi potensi kendala distribusi dan potensi penyakit hewan menular yang kerap muncul saat tingginya permintaan pasar.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, didampingi oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, melakukan pemeriksaan kesehatan fisik hewan secara acak. Lokasi yang menjadi titik fokus pemantauan meliputi kelompok ternak domba Ar Farm di Kalurahan Karangtengah, Imogiri, serta kelompok peternak sapi Andini Mulyo di Kalurahan Sriharjo, Imogiri. Kedua lokasi tersebut merupakan penyedia utama hewan kurban yang memiliki populasi ternak dalam jumlah ratusan ekor.

Menjaga Stabilitas Pasokan Menjelang Hari Raya

Stabilitas pasokan hewan kurban menjadi salah satu perhatian utama TPID DIY dalam menjaga inflasi di sektor pangan. Kebutuhan hewan ternak untuk kurban di DIY, khususnya Bantul, memiliki pola permintaan yang meningkat tajam setiap tahunnya. Aris Suharyanta menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat krusial agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbentur dengan kenaikan harga yang tidak wajar akibat kelangkaan barang.

"Tujuan utama kami melakukan monitoring ini adalah memastikan tiga aspek krusial: ketersediaan stok yang mencukupi, stabilitas harga di tingkat peternak hingga konsumen, dan yang paling fundamental adalah aspek kesehatan hewan (aswan keswan) untuk menjamin kualitas daging kurban nantinya," ujar Aris di sela-sela peninjauan.

Berdasarkan data di lapangan, meskipun populasi ternak lokal di Bantul tergolong cukup besar, pemenuhan kebutuhan Idul Adha sering kali membutuhkan suplai tambahan dari luar provinsi. Hal ini dipandang sebagai dinamika pasar yang wajar untuk menutup kesenjangan antara jumlah pasokan lokal dan permintaan masyarakat yang melonjak drastis menjelang hari H penyembelihan. Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan bahwa mekanisme suplai dari luar daerah telah dikoordinasikan dengan pengawasan ketat dari otoritas veteriner guna mencegah masuknya penyakit hewan menular.

Kesehatan Hewan sebagai Prioritas Utama

Isu kesehatan hewan menjadi sorotan utama mengingat adanya riwayat penyakit hewan menular yang sempat mengguncang industri peternakan di Indonesia beberapa tahun lalu. Di Bantul, setiap kelompok peternak diwajibkan untuk menjalin kemitraan erat dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setempat. Petugas medis veteriner dari DKPP Bantul telah disiagakan untuk memberikan pendampingan kesehatan, termasuk pemberian vaksinasi dan pemeriksaan fisik mendalam bagi hewan-hewan yang akan dijadikan kurban.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, hewan-hewan yang disiapkan oleh peternak di wilayah Imogiri terpantau dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Peternak secara proaktif melakukan pemantauan mandiri dan berkonsultasi dengan dokter hewan jika ditemukan tanda-tanda klinis yang mencurigakan. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat bahwa hewan kurban yang mereka beli nantinya telah memenuhi syarat syar’i maupun standar kesehatan medis.

Dinamika Harga dan Analisis Pasar

Terkait dengan fluktuasi harga, TPID mencatat telah terjadi kenaikan harga ternak di pasaran, namun masih dalam batas toleransi. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh biaya pakan dan biaya operasional pemeliharaan yang meningkat selama periode penggemukan intensif sebelum Idul Adha. Namun, kenaikan harga tersebut dinilai tidak signifikan dan tidak memicu inflasi pangan yang drastis di tingkat daerah.

TPID DIY memastikan stok dan kesehatan hewan kurban

Ketua Kelompok Ternak Domba Karangtengah, Arbangi, memberikan gambaran nyata mengenai tingginya animo masyarakat. Ia menyebutkan bahwa stok di kandangnya sebanyak 150 ekor telah habis terjual, sementara pesanan terus berdatangan hingga mencapai angka 250 ekor. Untuk memenuhi sisa permintaan tersebut, pihak kelompok peternak berencana untuk mendatangkan stok tambahan dari mitra mereka di luar daerah.

"Fenomena ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga. Kami sudah mengantisipasi lonjakan permintaan ini dengan memperkuat jejaring antar-peternak," jelas Arbangi. Terkait harga, peternak telah menetapkan harga jual yang sudah mencakup hingga hari H penyembelihan, sehingga diharapkan tidak ada lagi lonjakan harga spekulatif yang dilakukan oleh pihak perantara atau pedagang pengecer di hari-hari mendekati perayaan.

Implikasi Kebijakan TPID dalam Pengendalian Inflasi

Peran TPID DIY dalam monitoring hewan kurban bukan sekadar memastikan ketersediaan barang, melainkan bagian dari kebijakan makro untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Idul Adha merupakan salah satu periode di mana permintaan komoditas protein hewani mengalami lonjakan musiman. Tanpa adanya monitoring yang ketat dan manajemen stok yang baik, kelangkaan pasokan dapat memicu kenaikan harga yang berkontribusi pada inflasi daerah.

Data menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan kelompok peternak menjadi kunci keberhasilan dalam menekan laju inflasi. Dengan memastikan bahwa distribusi dari luar daerah berjalan lancar dan pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara transparan, pemerintah dapat meminimalisir kepanikan pasar.

Lebih jauh lagi, pemantauan ini juga bertujuan untuk melindungi peternak lokal agar tidak dirugikan oleh permainan harga pasar. Dengan adanya pendampingan pemerintah, peternak memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan mendapatkan edukasi mengenai manajemen stok yang efisien. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di tempat-tempat yang sudah terdaftar dan mendapatkan pengawasan dari dinas terkait, guna memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi standar kesehatan.

Kronologi dan Rencana Aksi Mendatang

Kegiatan monitoring yang dilakukan pada 6 Mei 2026 ini merupakan rangkaian dari rencana aksi TPID DIY dalam menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Berikut adalah kronologi langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah daerah:

  1. Tahap Persiapan (April 2026): DKPP Bantul melakukan pendataan populasi hewan ternak yang siap potong di seluruh kecamatan.
  2. Tahap Verifikasi (Awal Mei 2026): TPID dan tim medis veteriner turun ke lapangan untuk memverifikasi data stok dan melakukan pemeriksaan kesehatan fisik (screening penyakit).
  3. Tahap Distribusi (Pertengahan Mei – Juni 2026): Pengawasan terhadap lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Bantul untuk memastikan sertifikat kesehatan hewan (SKKH) lengkap.
  4. Tahap Finalisasi (H-3 Idul Adha): Pemantauan harga di pasar-pasar hewan tradisional dan pengecekan terakhir pada titik-titik penjualan kurban di pinggir jalan untuk memastikan hewan tidak mengalami stres atau penurunan kondisi kesehatan.

Dengan adanya langkah-langkah yang sistematis ini, Pemerintah Kabupaten Bantul optimis bahwa pelaksanaan ibadah kurban tahun 1447 Hijriah dapat berjalan dengan lancar. Ketersediaan hewan yang mencukupi, kesehatan yang terjamin, serta harga yang stabil menjadi target utama yang terus dikawal hingga hari penyembelihan tiba.

Kesimpulan

Keberhasilan menjaga stabilitas pasokan hewan kurban di Kabupaten Bantul merupakan cerminan dari koordinasi yang efektif antara TPID DIY, pemerintah daerah, dan komunitas peternak. Upaya proaktif untuk memantau kesehatan ternak dan mengantisipasi lonjakan permintaan melalui manajemen distribusi merupakan langkah yang sangat krusial untuk mencegah inflasi pangan. Masyarakat diimbau untuk tidak perlu khawatir terkait ketersediaan stok, karena koordinasi antar-wilayah terus diperkuat untuk menutup celah kebutuhan yang ada.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah kurban, sangat disarankan untuk melakukan pembelian jauh-jauh hari dari peternak yang sudah terverifikasi. Hal ini tidak hanya memberikan kepastian harga, tetapi juga memastikan bahwa hewan yang dipilih benar-benar dalam kondisi prima dan sehat. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi hingga hari raya tiba, demi menjaga kenyamanan dan kekhusyukan umat Islam dalam melaksanakan ibadah kurban di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Kartini di Jantung Yogyakarta Melalui Aksi Malioboro Menari

6 Mei 2026 - 12:04 WIB

Kemendikdasmen Luruskan Misinformasi Terkait Nasib Guru Non-ASN dan Pastikan Keberlanjutan Pengabdian Pasca 2027

6 Mei 2026 - 06:22 WIB

Pemerintah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Kawasan Sebagai Strategi Utama Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

6 Mei 2026 - 00:22 WIB

Skandal Kekerasan dan Penelantaran Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka

6 Mei 2026 - 00:04 WIB

ISI Yogyakarta Berikan Penghormatan Tertinggi atas Pengabdian Akademik Prof Dr I Wayan Dana dalam Puncak Purnatugas

5 Mei 2026 - 18:22 WIB

Trending di Foto Jogja