Kota Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama pariwisata berbasis bisnis dan olahraga. Kehadiran kafe Furi & Co yang berlokasi strategis di kawasan Jogja Expo Center (JEC) menjadi babak baru dalam integrasi layanan pendukung untuk ekosistem Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) serta fasilitas olahraga mini soccer. Peresmian yang dilakukan pada Sabtu (20/06/2026) oleh pengusaha senior DIY, Robby Kusumaharta, menandai langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi kawasan JEC sebagai hub multifungsi.
Kawasan JEC selama ini dikenal sebagai pusat pameran dan konferensi berskala nasional hingga internasional. Dengan penambahan fasilitas Furi & Co yang beririsan langsung dengan JEC Mini Soccer, kawasan ini kini menawarkan alur pengalaman yang lebih lengkap: bekerja, berolahraga, dan bersosialisasi dalam satu lokasi terpadu.
Evolusi Industri Kafe sebagai Pendukung Wisata Bisnis
Industri kafe di Yogyakarta telah mengalami transformasi signifikan dalam satu dekade terakhir. Dari sekadar tempat konsumsi kopi, kafe kini berkembang menjadi "ruang ketiga" (third place) yang krusial bagi profesional, mahasiswa, dan wisatawan. Secara sosiologis, kafe di kota besar seperti Yogyakarta berfungsi sebagai ruang kolaborasi yang fleksibel. Berbeda dengan restoran formal yang kaku, kafe menawarkan atmosfer kasual yang mendukung produktivitas.
Di tengah meningkatnya permintaan akan tempat yang kondusif untuk pertemuan bisnis informal, Furi & Co memosisikan diri sebagai pelengkap infrastruktur MICE. Sektor MICE sendiri merupakan tulang punggung pariwisata bisnis yang memberikan kontribusi ekonomi tinggi. Wisatawan bisnis umumnya memiliki durasi tinggal yang lebih lama dan daya beli yang lebih stabil dibandingkan wisatawan rekreasi biasa. Dengan adanya kafe yang terintegrasi, penyelenggara acara (event organizer) dan peserta pameran memiliki titik temu yang nyaman di luar ruang rapat utama.
Integrasi Sport Tourism dan Rekreasi Aktif
Mini soccer, sebagai tren olahraga yang sedang naik daun, menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat urban Yogyakarta. Permainan ini, yang umumnya dimainkan dengan format 7 lawan 7, menawarkan intensitas olahraga yang tinggi dalam durasi yang efisien. Lapangan dengan dimensi standar 50-60 meter kali 20-40 meter dirancang untuk memacu mobilitas pemain.
Kehadiran Furi & Co di antara JEC dan JEC Mini Soccer menciptakan ekosistem sport tourism yang komprehensif. Setelah beraktivitas fisik, para pemain maupun penonton membutuhkan fasilitas pendukung untuk hidrasi, nutrisi, dan pemulihan (recovery). Furi & Co mengisi celah tersebut dengan menyediakan menu kopi dan nonkopi, serta makanan kekinian yang disesuaikan dengan profil demografis pelanggan yang aktif secara fisik.
Strategi Lokasi: Mengapa JEC Menjadi Titik Krusial?
Pemilihan lokasi di kompleks JEC bukan tanpa perhitungan matang. JEC merupakan salah satu infrastruktur MICE paling vital di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan volume kunjungan yang tinggi sepanjang tahun, baik dari peserta pameran, pengunjung umum, hingga atlet amatir, kebutuhan akan fasilitas penunjang di dalam satu kawasan (one-stop destination) menjadi sangat krusial.
Robby Kusumaharta, sebagai investor, menekankan bahwa sinergi ini diharapkan dapat memangkas mobilitas pengunjung. "Furi & Co hadir untuk mengoneksikan aktivitas di lapangan dengan kebutuhan ruang diskusi yang santai. Ini bukan hanya tentang menjual kopi, tetapi tentang menciptakan kenyamanan bagi siapa saja yang berada di kompleks JEC," ungkapnya.
Implikasi Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Setiap pembukaan unit usaha baru di sektor kuliner memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi ekonomi lokal. Pertama, penyerapan tenaga kerja lokal merupakan dampak langsung yang paling nyata. Kedua, penggunaan bahan baku lokal untuk menu-menu yang disajikan di Furi & Co turut menggerakkan rantai pasok pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Yogyakarta.
Y. Sri Susilo, pengamat ekonomi sekaligus dosen FBE UAJY, menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi di Yogyakarta. Menurutnya, diversifikasi pilihan tempat berkumpul akan meningkatkan daya saing kawasan JEC sebagai destinasi wisata bisnis. "Adanya kafe ini bukan hanya menambah pilihan bagi penikmat kopi, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih dinamis," jelas Susilo.
Tanggapan Pemangku Kepentingan Pariwisata
Dunia pariwisata Yogyakarta menyambut baik inisiatif ini. Tazbir Abdullah, seorang pengamat dan praktisi wisata senior, menegaskan bahwa Furi & Co adalah contoh nyata bagaimana kafe dapat berfungsi sebagai pendukung sport tourism. Dalam konteks pariwisata modern, wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi wisata alam atau budaya, melainkan juga mencari pengalaman yang terintegrasi dengan gaya hidup sehat dan kenyamanan bisnis.
Senada dengan hal tersebut, Direktur JEC, Endro Wardoyo, menekankan pentingnya simbiose mutualisme. "Kami berharap kehadiran Furi & Co memperkuat daya tarik JEC. Ketika orang datang untuk pameran atau olahraga, mereka sudah tahu di mana harus mencari kenyamanan setelahnya. Ini menciptakan retensi pengunjung yang lebih baik bagi kawasan JEC secara keseluruhan," kata Endro.
Dukungan dari kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kadin DIY, seperti Hermawan Ardianto, Arif Effendi, Tim Apriyanto, Rahardi Saptata Abra, dan Irsyad Thamrin, menunjukkan adanya optimisme kolektif terhadap pengembangan bisnis di sektor ini. Kehadiran para tokoh ini saat pembukaan menandakan bahwa Furi & Co dianggap memiliki posisi strategis dalam ekosistem bisnis di Yogyakarta.
Analisis: Tantangan dan Prospek ke Depan
Meskipun prospeknya cerah, Furi & Co menghadapi tantangan untuk menjaga konsistensi kualitas dan relevansi di tengah persaingan bisnis kafe yang sangat ketat di Yogyakarta. Keunggulan lokasi adalah aset utama, namun pemanfaatan ruang sebagai tempat diskusi, kerja (coworking space informal), dan area santai pasca-olahraga harus dikelola dengan manajemen yang mumpuni.
Digitalisasi layanan, kecepatan penyajian, dan inovasi menu akan menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan setia. Selain itu, kolaborasi berkelanjutan dengan pihak pengelola JEC untuk mengadakan acara-acara tematik (seperti nonton bareng pertandingan besar atau festival kopi) dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk memaksimalkan fungsi kafe tersebut.
Secara makro, apa yang dilakukan oleh Furi & Co mencerminkan pergeseran tren pariwisata Yogyakarta ke arah yang lebih terintegrasi. Wisatawan bisnis yang datang ke JEC untuk konferensi kini memiliki alternatif produktif untuk melakukan pertemuan lanjutan di kafe. Sementara itu, komunitas olahraga memiliki tempat untuk mempererat relasi sosial.
Kesimpulan
Furi & Co bukan sekadar kafe baru di peta kuliner Yogyakarta. Ia merupakan entitas bisnis yang mencoba menyatukan tiga pilar utama: kebutuhan ruang kerja bagi profesional, fasilitas pendukung bagi pegiat olahraga, dan destinasi sosial bagi masyarakat umum. Dengan dukungan dari ekosistem yang sudah mapan di JEC, kafe ini memiliki potensi besar untuk menjadi model bagi pengembangan usaha kuliner berbasis kawasan di masa depan.
Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi indikator bagaimana fasilitas pendukung (amenitas) dapat meningkatkan nilai tambah bagi destinasi wisata bisnis dan olahraga di Yogyakarta. Seiring dengan terus tumbuhnya sektor MICE dan minat masyarakat terhadap olahraga mini soccer, peran Furi & Co diprediksi akan semakin sentral dalam melayani kebutuhan pengunjung di kompleks Jogja Expo Center. Dengan pendekatan yang tepat dan komitmen terhadap kualitas, Furi & Co siap memberikan kontribusi positif, baik bagi ekonomi lokal maupun bagi peningkatan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg.









