Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta sukses menggelar perhelatan olahraga bertajuk Jalan Sehat 1 Sura pada momentum penyambutan tahun baru Islam 1 Muharram 1448H. Kegiatan yang berpusat di Hotel MM UGM Yogyakarta ini tidak sekadar menjadi ajang aktivitas fisik, melainkan sebuah manifestasi silaturahmi lintas sektor yang mempertemukan para pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, birokrat, pelaku perbankan, hingga praktisi bisnis. Dengan mengusung semangat kebersamaan, acara ini menjadi wadah konsolidasi informal yang mempererat jejaring di tengah dinamika ekonomi dan sosial Yogyakarta.
Rute jalan santai sepanjang kurang lebih 4 kilometer ini diikuti oleh 60 peserta yang tergabung dalam komunitas "Bagas Waras Trengginas". Nama komunitas yang diambil dari bahasa Jawa ini mencerminkan filosofi kesehatan, yakni "Bagas" yang berarti sehat, "Waras" yang berarti bugar, dan "Trengginas" yang berarti tangkas atau cekatan. Antusiasme para peserta terlihat sejak titik awal keberangkatan di Hotel MM UGM, di mana para tokoh lintas profesi berbaur tanpa sekat hierarki jabatan, mencerminkan sinergi yang harmonis di antara para pemimpin dan praktisi di wilayah Yogyakarta.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Satu Langkah
Kegiatan ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak, baik dari sektor perbankan maupun entitas bisnis lokal. Dukungan strategis datang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY, Bank BPD DIY, serta beberapa mitra pendukung lainnya seperti Girimanah Resto, SWID, BPR Berlian Bumi Arta, dan Bakpia Merlino. Selain itu, keterlibatan personal dari tokoh-tokoh seperti Rudy Badrudin (Batik Khasandy) dan Y Sri Susilo (YSS Production) selaku tuan rumah, serta kontribusi dari SDS & Fam, Jimmy & Fam, dan DWA & Fam, menunjukkan bahwa inisiatif ini didorong oleh semangat gotong royong komunitas.
Kehadiran sejumlah tokoh penting turut memberikan bobot dan kredibilitas pada acara tersebut. Di antaranya adalah Wawan Harmawan (Wakil Wali Kota Yogyakarta), Sri Darmadi Sudibyo (Kepala Perwakilan BI DIY), Jimmy Parjiman (Kepala OJK Bali), Eko Yunianto (Kepala OJK DIY), Santoso Rohmad (Direktur Utama Bank BPD DIY), serta sejumlah akademisi terkemuka seperti Edy Suandi Hamid (Rektor UWM) dan Lincolin Arsyad (Guru Besar FEB UGM). Kehadiran para pimpinan lembaga keuangan dan akademisi ini memberikan nuansa diskusi yang lebih luas, di mana pembicaraan santai saat melangkah sering kali menyentuh isu-isu strategis terkait pembangunan ekonomi daerah.
Filosofi di Balik Perayaan Ulang Tahun Bersama
Acara ini memiliki dimensi personal yang cukup unik karena sekaligus merayakan hari ulang tahun dari beberapa anggota komunitas. Rudy Badrudin dan Y Sri Susilo selaku tuan rumah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur. Perayaan ini pun diperluas dengan melibatkan rekan-rekan lain yang berulang tahun dalam periode yang sama, yakni Eko Yunianto, Yoyok Suharsoyo, Tri Juni Suasono, dan Hastien Santoso Rochmad.
Rudy Badrudin dalam sambutannya menekankan bahwa olahraga adalah instrumen terbaik untuk menjaga kebugaran di tengah rutinitas kerja yang menuntut mobilitas tinggi. "Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka berolahraga bersama sekaligus silaturahmi," ujarnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesehatan fisik para pemimpin dan praktisi di Yogyakarta berbanding lurus dengan produktivitas kinerja mereka dalam mengawal roda perekonomian daerah.
Menakar Manfaat Kesehatan Jalan Kaki sebagai Aktivitas Komunitas
Dalam kacamata medis dan kebugaran, jalan santai merupakan salah satu aktivitas fisik yang paling disarankan bagi berbagai kelompok usia. Berbeda dengan olahraga intensitas tinggi, jalan santai memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan tanpa memberikan beban berlebih pada sendi. Y Sri Susilo, yang juga berperan sebagai koordinator komunitas "Bagas Waras Trengginas", menjelaskan bahwa kegiatan ini secara rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan para anggotanya.
Secara fisiologis, jalan kaki dengan kecepatan ringan hingga sedang mampu menurunkan risiko penyakit jantung koroner, membantu kontrol gula darah, serta memperbaiki profil lipid dalam darah. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan secara berkelompok di ruang terbuka, seperti yang dilakukan oleh komunitas ini, terbukti efektif melepaskan hormon endorfin. Hormon ini berperan krusial dalam meredakan stres dan meningkatkan suasana hati, yang sangat dibutuhkan oleh para profesional dan birokrat yang memiliki tingkat tekanan kerja tinggi.
Sinergi Berkelanjutan dan Proyeksi Masa Depan
Salah satu poin penting yang muncul dalam diskusi santai saat acara berlangsung adalah usulan mengenai keberlanjutan kegiatan. Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Perwakilan BI DIY, mengusulkan agar pertemuan seperti ini diadakan setidaknya dua bulan sekali. Usulan ini disambut positif oleh Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad.
Lebih lanjut, Santoso menyarankan agar rute dan lokasi kegiatan dapat divariasikan untuk memberikan penyegaran dan sekaligus memperkenalkan ruang publik di Yogyakarta kepada para peserta. Lokasi seperti Kampus UNY atau kawasan bersejarah Njeron Beteng Kraton diusulkan sebagai titik kumpul berikutnya. Konsep "tuan rumah bergilir" yang diusulkan oleh anggota komunitas—di mana mereka yang sedang berulang tahun menjadi koordinator atau tuan rumah—diharapkan dapat menjaga ritme keterlibatan anggota secara konsisten.
Komposisi Anggota dan Dinamika Komunitas
Komunitas "Bagas Waras Trengginas" bukan sekadar perkumpulan olahraga biasa. Keanggotaannya mencerminkan representasi multisektoral yang sangat luas di Yogyakarta. Mulai dari birokrat, bankir, akademisi, legislatif, notaris, dokter, ASN, pengusaha, hingga pensiunan dan karyawan swasta, semuanya menyatu dalam satu frekuensi yang sama.
Selain jalan santai, komunitas ini juga aktif dalam kegiatan sepeda santai melalui grup "Gowes Sabtu Pagi". Perpaduan antara jalan kaki dan bersepeda menunjukkan diversifikasi aktivitas fisik yang dipilih oleh komunitas ini. Fleksibilitas dalam memilih jenis olahraga antara jalan kaki dan gowes menjaga semangat anggota untuk tidak merasa bosan, sehingga tingkat partisipasi tetap tinggi.
Implikasi Sosial dan Ekonomi bagi Yogyakarta
Kegiatan yang diinisiasi oleh ISEI Cabang Yogyakarta ini memiliki implikasi sosial yang lebih dalam. Dalam sebuah ekosistem kota, sinergi informal antara regulator, akademisi, dan praktisi bisnis adalah aset yang sangat berharga. Sering kali, solusi-solusi inovatif untuk tantangan ekonomi daerah muncul justru di luar ruang-ruang rapat formal. Melalui kegiatan seperti jalan santai, hambatan komunikasi antarsubjek dapat diminimalisir, menciptakan kepercayaan (trust) yang lebih kuat dalam kolaborasi profesional ke depannya.
Dari sisi ekonomi kesehatan, gerakan seperti ini juga mendukung visi Yogyakarta sebagai kota yang sehat dan inklusif. Dengan melibatkan berbagai tokoh publik, kegiatan ini secara tidak langsung mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat luas. Ketika para tokoh yang menjadi panutan masyarakat aktif berolahraga, hal ini memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga untuk mulai memperhatikan kesehatan pribadi dan kebugaran fisik mereka.
Kesimpulan dan Harapan
Jalan Sehat 1 Sura bukan sekadar seremoni peringatan hari besar, melainkan sebuah contoh nyata bagaimana komunitas profesional dapat mengintegrasikan kesehatan, silaturahmi, dan kolaborasi dalam satu kemasan kegiatan. Dengan semangat "Bagas Waras Trengginas", para tokoh di Yogyakarta telah menunjukkan bahwa integritas dan kinerja yang baik harus ditunjang oleh kondisi fisik yang prima.
Diharapkan bahwa inisiatif untuk menjadwalkan kegiatan ini secara berkala dapat terwujud, sehingga jalinan silaturahmi tidak terputus dan terus berkembang. Ke depan, peran komunitas ini dapat diperluas tidak hanya pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga sebagai wadah diskusi informal yang memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan Yogyakarta. Dengan sinergi yang terus dirawat, diharapkan para pemimpin dan praktisi di Yogyakarta dapat terus memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan daerah, sembari tetap menjaga kebugaran tubuh sebagai fondasi utama dalam berkarya.
Perjalanan 4 kilometer yang ditempuh oleh para peserta hari ini adalah simbol dari komitmen panjang mereka untuk terus berjalan bersama, membangun Yogyakarta yang lebih sehat, lebih bugar, dan lebih harmonis di tahun-tahun mendatang.









