Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Hiburan

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 Resmi Meluncur dengan Chipset Snapdragon Wear Elite dan Integrasi AI Kesehatan Mendalam

badge-check


					Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 Resmi Meluncur dengan Chipset Snapdragon Wear Elite dan Integrasi AI Kesehatan Mendalam Perbesar

Samsung Electronics Indonesia secara resmi memperkenalkan lini jam tangan pintar generasi terbaru mereka, yakni Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9, dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Jakarta pada Kamis (23/7/2026). Kehadiran kedua perangkat wearable ini menandai langkah signifikan Samsung dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang lebih mendalam ke dalam ekosistem kesehatan digital mereka. Dengan peningkatan drastis pada sektor perangkat keras, efisiensi daya, dan kemampuan pelacakan aktivitas luar ruang, Samsung memposisikan diri untuk bersaing di pasar smartwatch premium yang semakin kompetitif.

Peluncuran ini bukan sekadar penyegaran rutin, melainkan sebuah lompatan teknologi yang menargetkan dua segmen pengguna yang berbeda: para petualang ekstrem melalui varian Ultra 2, dan pengguna harian yang peduli kesehatan melalui varian Galaxy Watch 9. Fokus utama dari pembaruan tahun ini terletak pada penggunaan chipset generasi terbaru, optimasi desain yang lebih ergonomis, serta fitur-fitur pemantauan kesehatan yang lebih prediktif berkat dukungan algoritma AI yang telah disempurnakan.

Transformasi Desain dan Efisiensi Baterai pada Galaxy Watch Ultra 2

Galaxy Watch Ultra 2 hadir sebagai jawaban Samsung terhadap permintaan konsumen akan jam tangan tangguh yang tetap nyaman digunakan untuk durasi yang lama. Salah satu sorotan utama dalam peluncuran ini adalah perubahan dimensi perangkat yang cukup signifikan dibandingkan dengan pendahulunya. Head of MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan bahwa Samsung berhasil mereduksi ketebalan perangkat hingga 12 persen.

Pengurangan ketebalan ini tidak mengorbankan daya tahan, melainkan meningkatkan kenyamanan pengguna, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Menariknya, meskipun bodinya menjadi lebih tipis dan ringan, Samsung justru berhasil menyematkan baterai dengan kapasitas yang 35 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan kapasitas baterai ini menjadi krusial, mengingat Galaxy Watch Ultra 2 dirancang untuk aktivitas luar ruang yang memakan waktu lama, seperti pendakian gunung atau ultramaraton.

Daya tahan baterai yang lebih panjang ini didukung oleh teknologi manajemen daya yang cerdas, yang mampu menyesuaikan konsumsi energi berdasarkan aktivitas pengguna. Dalam penggunaan normal, perangkat ini diklaim mampu bertahan beberapa hari tanpa pengisian daya, sebuah standar baru bagi lini jam tangan pintar berbasis Wear OS yang biasanya memiliki tantangan pada efisiensi baterai.

Kekuatan Chipset Snapdragon Wear Elite dan Akurasi GPS

Untuk pertama kalinya dalam sejarah lini Galaxy Watch, Samsung menggandeng Qualcomm untuk menyematkan chipset Snapdragon Wear Elite. Penggunaan chipset ini membawa dampak masif pada performa perangkat secara keseluruhan. Snapdragon Wear Elite dibangun dengan arsitektur yang fokus pada performa tinggi namun tetap hemat daya, memungkinkan transisi antarmuka yang lebih mulus dan pemrosesan data kesehatan yang lebih cepat secara real-time.

Salah satu manfaat paling nyata dari chipset baru ini adalah peningkatan akurasi sistem GPS. Bagi para pelari trail atau pendaki, akurasi lokasi adalah hal yang sangat vital. Ilham Indrawan menekankan bahwa dengan Watch Ultra 2, masalah ketidakstabilan sinyal di area pegunungan dapat diminimalisir. Perangkat ini mendukung pengunggahan berkas GPX (GPS Exchange Format) secara langsung, yang memungkinkan pengguna untuk tetap menavigasi rute meskipun perangkat berada dalam kondisi offline atau tanpa sinyal seluler.

Fitur navigasi ini juga mencakup informasi elevasi yang sangat detail. Dengan mengunggah file GPX sebelum memulai perjalanan, pengguna dapat mengetahui medan dan kemiringan jalan yang akan mereka hadapi di depan. Hal ini memberikan rasa aman dan kesiapan mental bagi para atlet outdoor dalam mengatur strategi fisik mereka selama beraktivitas di medan yang sulit.

Inovasi Kesehatan Berbasis AI: Samsung Health yang Lebih Pintar

Di sisi perangkat lunak, Samsung melakukan perombakan besar pada aplikasi Samsung Health untuk menyertai peluncuran Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9. Fokus utama dari pembaruan ini adalah pemberian konteks terhadap data kesehatan yang dikumpulkan. Alih-alih hanya menampilkan angka mentah seperti detak jantung atau jumlah langkah, Samsung kini menghadirkan fitur-fitur berbasis AI seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index.

Fitur "Vitals" memberikan ringkasan harian mengenai kondisi tubuh pengguna berdasarkan metrik tidur, aktivitas, dan detak jantung istirahat. Sementara itu, "Daily Cardio Load" membantu pengguna memahami seberapa keras jantung mereka bekerja dalam sehari, memberikan rekomendasi apakah pengguna sudah mencapai target latihan atau justru perlu mengambil waktu istirahat (recovery) untuk menghindari kelelahan kronis atau cedera.

Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 meluncur, apa saja yang baru?

"Fitness Index" bertindak sebagai tolok ukur kebugaran jangka panjang, membandingkan performa pengguna dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemajuan fisik mereka. Integrasi AI di sini berperan dalam menganalisis pola-pola tersembunyi dari data kesehatan, sehingga jam tangan dapat memberikan saran personal yang lebih relevan bagi masing-masing individu.

Galaxy Watch 9: Performa Flagship dalam Desain Klasik

Meskipun perhatian banyak tertuju pada varian Ultra, Galaxy Watch 9 tetap menjadi produk yang sangat kompetitif untuk pasar mainstream. Samsung tetap menyematkan chipset Snapdragon Wear Elite yang sama ke dalam Galaxy Watch 9, memastikan bahwa pengguna model standar tidak kehilangan kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan oleh varian tertinggi.

Galaxy Watch 9 hadir dalam dua ukuran, yakni 40 mm dan 44 mm. Untuk varian 40 mm, Samsung membekalinya dengan baterai berkapasitas 390mAh, sementara varian 44 mm memiliki baterai 445mAh. Salah satu peningkatan fisik yang paling menonjol adalah tingkat kecerahan layar yang kini mencapai 3.000 nits. Kecerahan setinggi ini memastikan layar tetap dapat terbaca dengan sangat jelas bahkan di bawah terik sinar matahari langsung, sebuah fitur yang sangat diapresiasi oleh pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Samsung juga memperkenalkan teknologi "silicon carbon battery" pada lini ini. Teknologi ini memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi dalam ukuran fisik baterai yang lebih kecil, menjadi kunci di balik desain jam tangan yang tetap ramping namun memiliki daya tahan yang impresif. Dari sisi estetika, desain cushion pada bodi jam disempurnakan untuk memberikan tampilan yang lebih modern namun tetap elegan, didukung dengan pilihan strap (tali jam) baru yang diklaim lebih lembut di kulit dan memiliki sirkulasi udara yang lebih baik untuk penggunaan sepanjang hari, termasuk saat tidur.

Strategi Harga, Penawaran Pre-Order, dan Posisi Pasar

Samsung menetapkan harga yang mencerminkan posisi premium dari kedua perangkat ini. Galaxy Watch Ultra 2 dipasarkan dengan harga Rp10.499.000, menempatkannya sebagai pesaing langsung bagi smartwatch petualangan lainnya di kelas atas. Sementara itu, Galaxy Watch 9 ditawarkan dengan harga Rp6.499.000 untuk ukuran 44 mm dan Rp5.969.000 untuk ukuran 40 mm.

Untuk menarik minat konsumen di masa awal peluncuran, Samsung menyelenggarakan program pre-order yang berlangsung hingga 13 Agustus 2026. Berbagai keuntungan ditawarkan, mulai dari program tukar tambah (trade-in) yang kompetitif, cicilan ringan mulai dari Rp160 ribu per bulan, hingga bonus tambahan berupa metal band eksklusif bagi pembeli Galaxy Watch Ultra 2. Selain itu, kolaborasi dengan platform kebugaran global Strava memberikan keuntungan berupa langganan Strava Premium selama 60 hari bagi para pembeli baru, memungkinkan mereka untuk langsung memanfaatkan fitur analisis latihan tingkat lanjut.

Analisis Implikasi: Masa Depan Perangkat Wearable Samsung

Langkah Samsung menyematkan chipset Snapdragon Wear Elite dan memperkuat fitur AI kesehatan menunjukkan pergeseran strategi perusahaan. Samsung tampaknya tidak lagi hanya fokus pada fungsi notifikasi di pergelangan tangan, melainkan bertransformasi menjadi penyedia solusi kesehatan holistik. Dengan data yang lebih akurat dan analisis AI yang lebih dalam, Galaxy Watch kini berfungsi sebagai asisten kesehatan pribadi yang proaktif.

Secara industri, langkah ini juga mempertegas persaingan di segmen high-end wearables. Samsung berupaya mendobrak dominasi perangkat khusus olahraga (seperti Garmin) dengan menawarkan jam tangan yang memiliki ketangguhan serupa namun dengan ekosistem aplikasi dan integrasi ponsel pintar yang jauh lebih superior. Penggunaan material titanium dan teknologi baterai karbon silikon menunjukkan bahwa Samsung tidak ragu untuk berinvestasi pada material canggih demi memenangkan hati para antusias teknologi dan atlet.

Selain itu, fokus pada fitur GPX dan navigasi offline pada Galaxy Watch Ultra 2 menunjukkan ambisi Samsung untuk masuk lebih dalam ke komunitas pendaki dan pelari trail, segmen pasar yang selama ini dikenal sangat setia pada merek tertentu. Dengan menawarkan akurasi GPS yang lebih baik melalui chipset Qualcomm terbaru, Samsung memiliki peluang besar untuk merebut pangsa pasar tersebut.

Secara keseluruhan, Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 mewakili visi Samsung tentang masa depan di mana teknologi tidak hanya mendampingi aktivitas manusia, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi tubuh dan kesehatan pengguna secara menyeluruh. Dengan kombinasi perangkat keras yang tangguh dan kecerdasan artifisial, lini jam tangan terbaru ini siap menjadi standar baru dalam kategori perangkat sandang pintar di tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemkomdigi Pastikan Kepatuhan Penuh Operator Seluler Terhadap Regulasi Registrasi Kartu SIM Berbasis Data Biometrik demi Keamanan Digital Nasional

26 Juli 2026 - 06:09 WIB

Adhisty Zara Ungkap Tantangan Peran Atlet Lari Pengidap Kanker Tulang dalam Film Rumah Singgah

26 Juli 2026 - 00:09 WIB

Nam Joo-hyuk Perankan Pengacara Amoral dalam Serial Drama Fantasi Kriminal Code di Disney+

25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Hadir dengan Desain Tertipis di Dunia dan Teknologi Kamera 200 Megapiksel untuk Pasar Indonesia

25 Juli 2026 - 12:09 WIB

Revolusi Kecerdasan Artifisial: Potensi Nilai Ekonomi Rp66 Triliun di Sektor Kreatif Indonesia Menurut Laporan Google 2026

25 Juli 2026 - 06:09 WIB

Trending di Hiburan