Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk wilayah Yogyakarta. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Auditorium Prof. Dr. Atje Partadireja, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (FBE UII) ini menandai babak baru kolaborasi antar-perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) AFEBSI, Achmad Rozi, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya organisasi ini sebagai lokomotif transformasi pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis di tanah air.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi ternama, di antaranya Prof. Edy Suandi Hamid selaku Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) sekaligus Guru Besar FBE UII, Prof. Johan Arifin, serta Dr. Mahmudi yang merupakan Dekan terpilih FBE UII. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan lintas institusi terhadap visi AFEBSI dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif dan relevan dengan dinamika pasar global.
Sejarah dan Visi Strategis AFEBSI
AFEBSI bukanlah organisasi yang lahir tanpa dasar kebutuhan yang mendesak. Sejak didirikan pada 21 April 2021, aliansi ini diproyeksikan sebagai wadah kolektif bagi para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Latar belakang pendiriannya didorong oleh kesadaran bahwa PTS perlu melakukan akselerasi dan konsolidasi untuk menghadapi tantangan disrupsi pendidikan tinggi serta perubahan drastis dalam dunia ekonomi digital.
Organisasi ini dirancang untuk memecahkan hambatan yang sering dihadapi oleh PTS, seperti kesenjangan kualitas kurikulum, keterbatasan akses riset kolaboratif, serta tantangan dalam mencapai standar akreditasi internasional. Dengan mengintegrasikan kekuatan fakultas ekonomi dari berbagai PTS di Yogyakarta, AFEBSI Yogyakarta diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam hal sinergi lintas institusi.
Kepengurusan dan Mandat AFEBSI Yogyakarta 2026-2031
Dalam periode kepengurusan 2026-2031, AFEBSI Yogyakarta dipimpin oleh Prof. Johan Arifin. Dalam pidato pengukuhannya, ia menekankan bahwa setiap pengurus memiliki tanggung jawab besar untuk membumikan tujuan organisasi ke dalam praktik nyata di fakultas masing-masing. Fokus utama kepengurusan periode ini adalah pada tiga pilar utama: kolaborasi akademik, peningkatan mutu kelembagaan, dan akselerasi daya saing lulusan.
Dukungan administratif dan operasional diperkuat dengan penunjukan Dr. Y. Sri Susilo, dosen dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), sebagai Sekretaris DPD AFEBSI Yogyakarta. Dr. Sri Susilo menegaskan bahwa langkah awal organisasi ini adalah melakukan pemetaan potensi dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk praktisi industri dan asosiasi profesi, guna memastikan bahwa luaran pendidikan selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
Peningkatan Kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi
Sinergi yang dibangun melalui AFEBSI bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan upaya sistematis untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam konteks pendidikan, AFEBSI menjadi ruang bagi para dekan untuk menyelaraskan kurikulum agar lebih adaptif terhadap tren ekonomi makro dan kebijakan pemerintah.
Pada aspek penelitian, aliansi ini mendorong terciptanya jejaring kolaborasi antar-dosen lintas PTS. Hal ini krusial mengingat seringkali penelitian dosen di PTS terkendala oleh keterbatasan dana dan akses data. Melalui AFEBSI, peluang untuk mendapatkan rekognisi tingkat nasional bagi para dosen menjadi lebih terbuka lebar, termasuk melalui program pertukaran dosen dan penulisan karya ilmiah bersama.
Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, AFEBSI Yogyakarta berkomitmen untuk memberikan sumbangsih pemikiran strategis terkait kebijakan ekonomi daerah. Mengingat Yogyakarta sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif, kajian-kajian dari para akademisi di AFEBSI diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Manfaat Strategis Bergabung dalam Aliansi
Bagi perguruan tinggi swasta, bergabung dalam AFEBSI memberikan keuntungan komparatif yang signifikan. Prof. Edy Suandi Hamid, selaku Ketua Dewan Pakar, menjabarkan bahwa manfaat tersebut meliputi akses jejaring nasional yang luas. "Seorang dekan yang tergabung dalam AFEBSI memiliki jalur komunikasi langsung dengan kolega di seluruh penjuru Indonesia. Ini mempermudah koordinasi dalam berbagai isu krusial pendidikan tinggi," jelasnya.
Selain itu, terdapat peluang untuk mengikuti agenda ilmiah eksklusif seperti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Forum-forum ini bukan hanya tempat bertukar pikiran, tetapi juga ajang negosiasi kebijakan di tingkat kementerian terkait standar mutu pendidikan. Rekognisi dosen menjadi poin penting lainnya; AFEBSI berperan dalam memfasilitasi sertifikasi keahlian dosen agar diakui secara nasional maupun internasional, yang pada gilirannya akan meningkatkan poin akreditasi program studi masing-masing.
Implikasi dan Analisis Masa Depan
Dilihat dari kacamata kebijakan pendidikan nasional, keberadaan AFEBSI di Yogyakarta memiliki implikasi yang luas. Pertama, konsolidasi ini mengurangi fragmentasi antar-PTS. Selama ini, persaingan antar-kampus swasta seringkali bersifat zero-sum game, namun dengan adanya AFEBSI, kompetisi diarahkan menjadi ko-petisi—sebuah kolaborasi untuk meningkatkan standar kualitas secara kolektif.
Kedua, akselerasi akreditasi. Dengan adanya pendampingan antar-pimpinan fakultas dalam AFEBSI, PTS yang memiliki akreditasi di tingkat menengah dapat belajar dari PTS yang telah mencapai akreditasi unggul. Mekanisme "mentoring" ini secara tidak langsung akan meningkatkan rata-rata mutu pendidikan ekonomi di Yogyakarta secara signifikan.
Ketiga, respon terhadap disrupsi ekonomi. Dunia bisnis saat ini berubah sangat cepat, dengan munculnya teknologi finansial, AI, dan ekonomi hijau. AFEBSI berfungsi sebagai "think-tank" yang merespons isu-isu ini secara kolektif, sehingga kurikulum yang dihasilkan PTS di Yogyakarta tidak tertinggal zaman.
Tantangan ke Depan
Tantangan utama yang akan dihadapi oleh AFEBSI Yogyakarta adalah keberlanjutan program. Mempertahankan antusiasme antar-pimpinan fakultas yang memiliki kesibukan administratif di institusi masing-masing memerlukan manajemen organisasi yang efektif. Selain itu, sinkronisasi kebijakan antara DPN dan DPD harus terus dijaga agar tidak terjadi tumpang tindih program kerja.
Namun, dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan dari para pakar senior seperti Prof. Edy Suandi Hamid dan Prof. Johan Arifin, AFEBSI Yogyakarta memiliki modal sosial yang kuat. Keberhasilan organisasi ini dalam jangka panjang akan sangat bergantung pada seberapa jauh dampak nyata yang bisa dirasakan oleh mahasiswa dan dosen di tingkat akar rumput, serta kontribusi konkret mereka terhadap kebijakan ekonomi nasional.
Kesimpulan
Pelantikan DPD AFEBSI Yogyakarta merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat, organisasi ini menawarkan solusi melalui kolaborasi daripada konfrontasi. Dengan fokus pada peningkatan mutu kurikulum, rekognisi dosen, dan sinergi penelitian, AFEBSI berpotensi besar untuk mengangkat standar pendidikan ekonomi dan bisnis di Yogyakarta ke level yang lebih tinggi. Bagi para mahasiswa, hal ini berarti peluang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih relevan dan berstandar nasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja global yang semakin kompleks.
Ke depan, publik dan pemangku kepentingan pendidikan di Yogyakarta menantikan langkah nyata AFEBSI dalam menghadirkan kajian-kajian ekonomi yang solutif serta program-program akademik yang inovatif, yang mampu menjawab tantangan ekonomi nasional dan regional secara simultan. AFEBSI telah membuktikan diri sebagai wadah yang inklusif, dan kini saatnya mereka membuktikan diri sebagai organisasi yang berdampak bagi masa depan bangsa.









