Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Foto Jogja

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Membawa Harmoni Indonesia ke Panggung Rakernas LKBN ANTARA 2026

badge-check


					Paduan Suara Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Membawa Harmoni Indonesia ke Panggung Rakernas LKBN ANTARA 2026 Perbesar

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, pada Rabu (3/6/2026) menjadi panggung bagi unjuk bakat generasi muda. Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) hadir memberikan warna tersendiri dalam rangkaian acara strategis perusahaan media negara tersebut. Kehadiran 17 personel PSM UAJY bukan sekadar hiburan selingan, melainkan cerminan dari semangat kreativitas mahasiswa yang mampu menembus batasan ruang akademik menuju panggung profesional berskala nasional.

Sinergi Seni dan Korporasi dalam Rakernas 2026

Rakernas LKBN ANTARA merupakan agenda krusial yang mempertemukan pimpinan dan perwakilan dari berbagai biro serta unit bisnis di seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tahunan yang berfokus pada evaluasi kinerja dan proyeksi masa depan media massa ini, kehadiran elemen seni menjadi krusial untuk mencairkan suasana sekaligus memberikan apresiasi terhadap talenta lokal Yogyakarta.

Sebanyak 17 personel PSM UAJY yang terdiri dari 14 vokalis, satu dirigen, satu pemain gitar, dan satu pemain cajon, tampil dengan komposisi musik yang dinamis. Penampilan mereka dibagi ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, mereka membawakan lagu bertajuk "Indonesia Jaya" dan "Ingatlah Hari Ini" yang menyiratkan pesan optimisme dan kebersamaan. Sementara pada sesi kedua, kelompok ini menyajikan aransemen yang lebih santai melalui lagu "Panah Asmara" dan "Koyo Jogja Istimewa".

Pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. Menurut keterangan personel PSM UAJY, Paskal, repertoar yang dibawakan merupakan hasil kurasi yang disesuaikan dengan permintaan panitia penyelenggara. Hal ini menunjukkan profesionalisme PSM UAJY dalam beradaptasi dengan kebutuhan klien atau penyelenggara acara, sebuah kompetensi yang sangat diperlukan bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia industri kreatif.

Adaptasi Cepat dan Etika Profesionalisme

Di balik performa yang memukau di hadapan para petinggi BUMN, terdapat dedikasi tinggi dari para anggota paduan suara. Felicia, salah satu personel PSM UAJY, mengungkapkan bahwa persiapan untuk tampil di acara sebesar Rakernas ANTARA dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, yakni hanya melalui dua kali latihan intensif.

"Persiapannya kami lakukan kemarin dan tadi pagi. Meskipun singkat, kami berupaya memberikan hasil yang maksimal karena kami sadar audiens yang hadir adalah para pengambil keputusan di lembaga kantor berita nasional," ungkap Felicia.

Dari sisi visual, tim PSM UAJY juga melakukan penyesuaian yang sangat matang. Mereka mengenakan kostum bernuansa biru yang selaras dengan tema Rakernas ANTARA, namun tetap menyisipkan elemen identitas bangsa. Penggunaan batik dan desain atasan yang menyerupai kebaya modern menjadi bukti bahwa kelompok mahasiswa ini memiliki kepekaan terhadap estetika dan branding acara.

Paskal menambahkan bahwa pengalaman tampil di acara berskala BUMN merupakan loncatan besar bagi mereka. Ia menyebut bahwa popularitas yang didapat dari media sosial—di mana mereka sering tampil di ruang publik atau jalanan—telah membuka pintu bagi kesempatan profesional seperti ini. "Ini adalah kehormatan tersendiri. Dari jalanan, kini kami bisa tampil di panggung Rakernas ANTARA. Ini adalah validasi atas kerja keras kami selama ini," tambahnya.

Menyongsong Panggung Internasional: Busan Choral Festival 2026

Keikutsertaan PSM UAJY dalam Rakernas LKBN ANTARA sebenarnya hanyalah satu dari serangkaian agenda padat mereka tahun ini. Fokus utama kelompok paduan suara ini kini tertuju pada ajang bergengsi internasional, yaitu Busan Choral Festival and Competition 2026 yang akan berlangsung di Korea Selatan pada Oktober mendatang.

Kompetisi ini bukan sekadar perlombaan menyanyi, melainkan ajang diplomasi budaya. Kelompok paduan suara dari berbagai belahan dunia akan berkumpul untuk menunjukkan harmoni musik dalam berbagai kategori. PSM UAJY telah menetapkan langkah strategis dengan mengikuti dua kategori utama, yakni kategori etnik dan kategori pop.

Paduan Suara Mahasiswa UAJY meriahkan Rakernas LKBN ANTARA 2026

Keputusan untuk kembali menjajal panggung internasional di Busan didasarkan pada rekam jejak historis organisasi. Angkatan-angkatan sebelumnya di PSM UAJY memiliki sejarah panjang dalam mengikuti kompetisi serupa di Busan, sehingga tahun ini menjadi momen untuk mengulang sukses sekaligus memperbarui capaian prestasi.

"Kami memilih Busan karena kompetisinya terbuka untuk umum dan memiliki reputasi yang sangat baik. Kami sedang fokus pada repertoar lagu tradisional karena ini adalah identitas yang ingin kami tonjolkan di kancah global," jelas Felicia mengenai persiapan tim.

Dukungan Institusional dan Peran Strategis Universitas

Keberhasilan PSM UAJY dalam menjaga konsistensi prestasi tidak lepas dari dukungan penuh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Dalam ekosistem pendidikan tinggi, peran unit kegiatan mahasiswa (UKM) sering kali menjadi etalase keberhasilan universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki soft skill dan jaringan yang luas.

Pihak universitas memberikan dukungan berupa fasilitas latihan yang memadai serta bantuan pendanaan. Hal ini krusial mengingat biaya operasional untuk mengikuti kompetisi internasional, seperti biaya perjalanan, akomodasi, dan kostum, memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Dukungan ini dipandang sebagai investasi bagi universitas dalam upaya internasionalisasi institusi.

Secara faktual, dukungan kampus terhadap PSM UAJY memberikan implikasi positif terhadap citra UAJY. Ketika mahasiswa mampu tampil profesional di acara-acara nasional seperti Rakernas LKBN ANTARA, hal ini secara tidak langsung membangun persepsi publik bahwa universitas tersebut memiliki ekosistem yang mendukung kreativitas dan profesionalisme mahasiswanya.

Implikasi Sosiokultural dan Masa Depan Paduan Suara Mahasiswa

Munculnya kelompok paduan suara mahasiswa di panggung-panggung profesional memberikan gambaran tentang pergeseran paradigma UKM di Indonesia. Jika dahulu UKM sering dianggap sebagai wadah pengisi waktu luang, kini kelompok seperti PSM UAJY telah bertransformasi menjadi unit yang memiliki standar operasional yang ketat.

Fenomena ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri media. LKBN ANTARA, sebagai institusi yang berperan sebagai penyambung lidah informasi nasional, memiliki peran dalam mendukung ekosistem kreatif dengan memberikan panggung bagi talenta muda. Sinergi ini dapat menjadi model bagi kegiatan-kegiatan korporasi lainnya di masa depan.

Dalam konteks yang lebih luas, keterlibatan PSM UAJY dalam mempromosikan lagu-lagu tradisional di kompetisi internasional seperti di Korea Selatan nantinya, merupakan bentuk soft power diplomasi Indonesia. Musik, sebagai bahasa universal, mampu menembus sekat-sekat budaya. Dengan membawakan lagu-lagu etnik di panggung internasional, mahasiswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih medali, tetapi juga menjadi duta budaya yang membawa narasi tentang kekayaan seni Indonesia kepada dunia.

Analisis Progresif Menuju Oktober 2026

Melihat persiapan yang dilakukan PSM UAJY saat ini, ada beberapa poin analisis yang dapat ditarik:

  1. Manajemen Waktu dan Adaptabilitas: Kemampuan PSM UAJY dalam menyiapkan penampilan untuk Rakernas ANTARA dalam waktu singkat menunjukkan bahwa mereka memiliki sistem manajemen organisasi yang efisien. Ini adalah modal dasar yang kuat untuk menghadapi tekanan saat kompetisi di Busan nanti.
  2. Keseimbangan Repertoar: Fokus pada kategori etnik dan pop menunjukkan pemahaman yang baik terhadap tren industri paduan suara dunia yang kini semakin terbuka terhadap aransemen modern tanpa meninggalkan akar budaya tradisional.
  3. Kesiapan Mental dan Profesional: Pengalaman tampil di acara-acara formal seperti Rakernas ANTARA membantu anggota PSM UAJY untuk membangun kepercayaan diri dan profesionalisme. Pengalaman ini akan sangat berguna saat mereka berhadapan dengan juri internasional di Busan.

Sebagai penutup, perjalanan PSM UAJY dari panggung-panggung lokal di Yogyakarta hingga ke ajang internasional di Busan 2026 adalah bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan dukungan institusional yang tepat dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Bagi civitas akademika UAJY dan masyarakat Indonesia pada umumnya, kiprah mereka menjadi inspirasi bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan memberikan kontribusi berarti di panggung nasional maupun dunia melalui harmoni musik yang mereka bawa.

Seluruh mata kini tertuju pada persiapan intensif mereka di bulan-bulan mendatang. Dengan materi lagu yang sudah mulai dimatangkan, publik menantikan kabar baik dari Busan pada Oktober nanti, di mana identitas budaya Indonesia akan kembali digaungkan melalui harmoni suara dari para mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakernas 2026 Menjadi Titik Balik Strategis Perum LKBN ANTARA dalam Menghadapi Disrupsi Digital dan Menjaga Integritas Informasi Negara

4 Juni 2026 - 00:22 WIB

Sidang Putusan Kasus Penganiayaan Aktivis KontraS Andrie Yunus Dijadwalkan Berlangsung pada 10 Juni 2026

3 Juni 2026 - 12:22 WIB

Kejaksaan Agung Menggeledah Kantor Badan Gizi Nasional Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi

3 Juni 2026 - 06:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto Lakukan Perombakan Strategis Badan Gizi Nasional dengan Mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang Baru

3 Juni 2026 - 00:22 WIB

Polda DIY Periksa 16 Saksi Dugaan Gangguan Ibadah di Gereja Misi Sejahtera Bantul untuk Menetapkan Tersangka

2 Juni 2026 - 18:22 WIB

Trending di Foto Jogja