Yogyakarta kini mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama bagi para pegiat olahraga raket dengan diresmikannya Padeljam, sebuah fasilitas olahraga yang menawarkan pengalaman bermain padel di area terbuka (outdoor). Terletak strategis di kawasan Umbul Permai, Wonorejo, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, kehadiran Padeljam tidak sekadar menambah daftar fasilitas olahraga di Yogyakarta, tetapi juga menjadi katalisator dalam pengembangan konsep sport tourism yang kini tengah digalakkan oleh pemerintah daerah maupun pelaku industri swasta.
Peresmian yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, menandai tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga padel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengusung konsep yang memadukan aktivitas fisik dengan ruang komunal, fasilitas ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat urban akan tempat berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai pusat interaksi sosial.
Transformasi Gaya Hidup Pascapandemi
Lahirnya Padeljam merupakan hasil kolaborasi strategis antara Importa Group dan Starcross melalui entitas sub-holding Nata Sport Indonesia (NSport). Investasi ini bukan merupakan langkah yang diambil secara impulsif, melainkan sebuah respons terukur terhadap pergeseran perilaku masyarakat pascapandemi COVID-19.
Founder NSport sekaligus CEO Importa, Nizar Bawazier, menjelaskan bahwa pascapandemi terjadi perubahan paradigma di kalangan generasi muda dan masyarakat kelas menengah dalam memandang olahraga. Saat ini, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran, melainkan sudah bertransformasi menjadi pusat gaya hidup (lifestyle hub).
"Kami melihat ada pergeseran tren di mana tempat olahraga kini dituntut untuk menjadi ruang sosialisasi yang multifungsi. Padel dipilih karena karakteristiknya yang sangat sosial, mudah dipelajari, namun tetap menantang. Dengan menggabungkan elemen kafe, taman, dan fasilitas lapangan yang modern, kami ingin menciptakan ekosistem di mana orang datang untuk berolahraga sekaligus membangun relasi," ujar Nizar.
Spesifikasi Fasilitas dan Inovasi Lapangan Terbuka
Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Padeljam adalah kehadiran empat arena lapangan outdoor yang menjadi pionir di wilayah Yogyakarta. Pemilihan konsep outdoor didasarkan pada keinginan untuk memberikan sensasi bermain yang berbeda dibandingkan dengan lapangan indoor yang cenderung tertutup.
Director of Padeljam, Weimpy Adary, menegaskan bahwa sirkulasi udara bebas menjadi nilai jual utama bagi para pemain. "Bermain di bawah langit terbuka memberikan kebebasan dan kenyamanan yang berbeda. Kami ingin memberikan warna baru bagi komunitas padel di Yogyakarta yang selama ini mungkin hanya terbiasa dengan fasilitas tertutup," jelasnya.
Selain empat lapangan outdoor, Padeljam juga melengkapi dirinya dengan satu lapangan indoor, area taman yang asri, serta fasilitas kafe yang dirancang untuk mendukung aktivitas pasca-pertandingan. Integrasi antara fasilitas fisik dan ruang komunal ini menjadi strategi kunci untuk menarik segmen pasar yang lebih luas, mulai dari atlet profesional hingga pemain kasual dan keluarga.
Konteks Sport Tourism di Yogyakarta
Dinas Pariwisata DIY dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong diversifikasi produk pariwisata. Salah satu fokus utamanya adalah sport tourism, yang dinilai memiliki dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang signifikan. Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta kini tidak hanya mencari keindahan budaya dan alam, tetapi juga fasilitas pendukung untuk tetap aktif selama masa liburan.

Hadirnya Padeljam dipandang sebagai pelengkap ekosistem sport tourism yang sudah ada. Mengingat lokasi Yogyakarta yang menjadi hub bagi turis domestik maupun mancanegara, fasilitas olahraga berstandar tinggi seperti Padeljam memiliki potensi untuk menarik penyelenggaraan turnamen-turnamen skala regional hingga internasional.
Pandangan PBPI Terhadap Ekosistem Olahraga Raket
Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY, RM Gustilantika Marrel, menyambut baik inisiatif swasta ini. Menurut Marrel, pertumbuhan jumlah lapangan padel harus dibarengi dengan manajemen yang berkelanjutan agar ekosistem olahraga ini tetap sehat.
Marrel menyoroti tiga aspek krusial yang harus diperhatikan oleh pengelola lapangan:
- Sinergi Bisnis: Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-pengusaha lapangan untuk menghindari persaingan harga yang tidak sehat. Kompetisi yang destruktif justru akan merugikan kualitas layanan secara keseluruhan.
- Standardisasi Pelatih: Ketersediaan pelatih bersertifikat menjadi kunci utama dalam memasyarakatkan padel. Tanpa pengajaran yang tepat, risiko cedera bagi pemain pemula akan meningkat dan minat masyarakat justru bisa menurun.
- Kesiapan Menuju Kompetisi Internasional: Seiring dengan masuknya Yogyakarta ke dalam kalender kejuaraan internasional seperti FIP International, kualitas lapangan menjadi syarat mutlak. Lapangan yang memenuhi standar internasional tidak hanya menjadi tempat latihan bagi atlet lokal, tetapi juga destinasi bagi atlet mancanegara yang ingin melakukan pemusatan latihan di Yogyakarta.
Implikasi Ekonomi dan Masa Depan Padel di Indonesia
Padel sebagai olahraga yang relatif baru di Indonesia memang sedang mengalami lonjakan popularitas. Data menunjukkan bahwa sejak 2024, jumlah lapangan padel di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan kini Yogyakarta, meningkat secara eksponensial.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa investasi di sektor sarana olahraga padel memiliki profil risiko yang terukur dengan tingkat pengembalian yang cukup menarik. Hal ini disebabkan oleh sifat olahraga ini yang sangat inklusif. Tidak seperti tenis yang memerlukan keterampilan teknis tinggi untuk bisa menikmati permainan, padel dirancang agar pemula pun bisa segera beradaptasi.
Dampak jangka panjang dari kehadiran Padeljam di Yogyakarta diprediksi akan mencakup beberapa hal:
- Peningkatan Kunjungan Wisata: Wisatawan minat khusus yang berbasis pada olahraga akan semakin sering menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan utama.
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Adanya kafe dan fasilitas komunal di area Padeljam menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM di bidang makanan dan minuman.
- Peningkatan Kualitas Atlet: Dengan fasilitas yang memenuhi standar internasional, regenerasi atlet padel di DIY diharapkan akan semakin masif, yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi daerah di ajang nasional.
Kronologi Pengembangan Padeljam
- Awal 2026: Inisiasi kolaborasi antara Importa Group dan Starcross untuk membentuk NSport dengan fokus pada pengembangan fasilitas olahraga modern.
- Maret 2026: Pemilihan lokasi strategis di Ngaglik, Sleman, yang dikenal sebagai area pengembangan gaya hidup urban di Yogyakarta.
- Mei 2026: Proses pembangunan konstruksi lapangan dengan standar internasional, mencakup sistem drainase untuk area outdoor agar tetap bisa digunakan saat cuaca tidak menentu.
- Juli 2026: Penyelesaian fasilitas kafe dan area komunal.
- 24 Juli 2026: Peresmian Padeljam yang dihadiri oleh perwakilan PBPI DIY dan para pegiat olahraga, sekaligus menandai dimulainya operasional penuh bagi publik.
Analisis Masa Depan
Melihat dinamika yang ada, tantangan terbesar bagi Padeljam dan pengelola lapangan lainnya di Yogyakarta adalah menjaga konsistensi kualitas. Di tengah menjamurnya lapangan baru, pemeliharaan (maintenance) lapangan, terutama untuk area outdoor yang terpapar langsung dengan cuaca, akan menjadi faktor pembeda.
Selain itu, edukasi publik mengenai aturan main dan etika di lapangan menjadi tantangan sekaligus peluang. PBPI DIY diharapkan dapat terus berperan sebagai regulator yang menjembatani antara pengelola bisnis dengan komunitas atlet.
Secara keseluruhan, kehadiran Padeljam di Yogyakarta merupakan cerminan dari kematangan pasar olahraga raket di Indonesia. Dengan perpaduan antara lokasi yang strategis, fasilitas yang mumpuni, dan visi yang selaras dengan perkembangan sport tourism, Padeljam berada di posisi yang tepat untuk menjadi salah satu ikon baru dalam peta olahraga nasional.
Investasi ini membuktikan bahwa Yogyakarta tidak hanya mampu menjaga warisan budayanya, tetapi juga sangat adaptif terhadap tren global yang mengedepankan gaya hidup sehat dan dinamis. Ke depan, kolaborasi serupa antara sektor swasta dan pemerintah akan menjadi kunci dalam menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang ramah bagi para atlet, wisatawan olahraga, dan masyarakat lokal yang ingin meningkatkan kualitas hidup melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.









