Pemerintah Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah merancang langkah strategis untuk melakukan diversifikasi destinasi wisata berbasis geologi. Langkah ini diambil dengan memfokuskan pengembangan pada tiga situs utama yakni Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter. Ketiga lokasi tersebut secara geologis merupakan bagian dari formasi batuan Gunung Api Purba yang selama ini dominan dikenal publik melalui kawasan Nglanggeran di Kecamatan Patuk. Rencana pengembangan ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal dan potensi alam.
Konteks Geologis dan Strategi Pengembangan Wisata
Secara geografis, wilayah Gunung Kidul merupakan bagian dari Pegunungan Seribu yang memiliki karakteristik karst dan formasi batuan vulkanik purba yang unik. Selama satu dekade terakhir, sektor pariwisata di kabupaten ini telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Kesuksesan kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran di Kecamatan Patuk yang telah mendapatkan pengakuan internasional melalui UNESCO Global Geopark menjadi acuan utama bagi desa-desa lain di sekitarnya untuk menggali potensi serupa.
Kepala Desa Pengkol, Margiyanto, menyatakan bahwa wilayahnya menyimpan kekayaan alam yang belum terjamah secara optimal. Meskipun memiliki keterikatan geologis yang sama dengan kawasan Nglanggeran, Desa Pengkol selama ini belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung kegiatan pariwisata. Oleh karena itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Pengkol menetapkan tahun 2019 sebagai titik awal pembangunan infrastruktur dasar, dengan fokus utama pada pembenahan aksesibilitas jalan menuju titik-titik lokasi wisata tersebut.
Profil Tiga Destinasi Unggulan Desa Pengkol
Pengembangan kawasan wisata di Desa Pengkol difokuskan pada tiga titik yang memiliki karakteristik berbeda namun saling melengkapi dalam satu paket wisata minat khusus.
Pertama, Gunung Keruk. Lokasi ini menawarkan daya tarik berupa pemandangan alam perbukitan yang kerap diselimuti kabut pada pagi hari. Keindahan lanskap ini telah menarik perhatian komunitas fotografer lokal yang mulai melakukan eksplorasi di kawasan tersebut. Secara topografis, Gunung Keruk menawarkan elevasi yang cukup baik untuk memantau bentang alam Kecamatan Nglipar dan sekitarnya.
Kedua, Song Putri yang terletak di Padukuhan Glompong. Situs ini tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga memiliki nilai historis dan religius. Berdasarkan narasi masyarakat setempat, Song Putri diyakini sebagai petilasan Dewi Roso Wulan, seorang tokoh dari era Kerajaan Majapahit. Daya tarik utama dari situs ini adalah keberadaan formasi batu putih yang tersusun menyerupai kotak bujur sangkar di dalam gua. Secara arkeologis, fenomena batu tersusun rapi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah formasi tersebut merupakan bentukan alami atau hasil dari campur tangan manusia pada masa lampau.
Ketiga, Gunung Genter di Padukuhan Gagan. Situs ini menawarkan tantangan bagi para petualang. Terdapat sebuah batu raksasa dengan ukuran setara dengan dua unit rumah limasan. Keunikan dari formasi batuan ini adalah adanya gua yang terletak di tengah batu pada ketinggian sekitar 10 meter. Akses masuk ke dalam gua menuntut kesiapan fisik karena pengunjung harus melakukan pemanjatan tebing tegak lurus, sebuah aktivitas yang berpotensi dikembangkan menjadi wisata minat khusus panjat tebing atau caving ekstrem.
Kronologi dan Rencana Pembangunan Infrastruktur
Perencanaan pengembangan wisata Desa Pengkol tidak terjadi secara mendadak. Pemdes Pengkol telah melalui serangkaian proses koordinasi internal untuk memetakan potensi desa. Berikut adalah garis waktu rencana pengembangan yang dirancang oleh pihak desa:
- Tahap Identifikasi (2017-2018): Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat melakukan pendataan terhadap potensi situs-situs geologi dan legenda yang tersebar di wilayah Desa Pengkol.
- Tahap Perencanaan (2018): Penyusunan rencana anggaran dan desain aksesibilitas yang dituangkan dalam Musyawarah Desa (Musdes).
- Tahap Pelaksanaan Awal (2019): Alokasi dana dari Anggaran Dana Desa (ADD) 2019 diprioritaskan untuk pembangunan akses jalan menuju Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter.
- Tahap Promosi dan Branding (Pasca-infrastruktur): Pihak desa merencanakan kolaborasi dengan dinas pariwisata daerah untuk melakukan publikasi luas guna menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Margiyanto menegaskan bahwa pembangunan akses jalan adalah syarat mutlak sebelum membuka kawasan tersebut untuk publik. Tanpa jalan yang layak, potensi keindahan alam dan nilai legenda tidak akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Analisis Dampak Ekonomi dan Sosial
Upaya Pemerintah Desa Pengkol mengembangkan potensi wisata geologi ini dipandang sebagai langkah yang realistis dalam konteks pembangunan ekonomi perdesaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunung Kidul, sektor pariwisata telah terbukti efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal dan menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Implikasi dari pengembangan ini diprediksi akan mencakup beberapa aspek:
- Diversifikasi Pendapatan Desa: Mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian tradisional yang sangat bergantung pada curah hujan dan kondisi iklim.
- Pemberdayaan Masyarakat: Masyarakat setempat akan berperan sebagai pemandu wisata, pengelola parkir, hingga pelaku usaha kuliner dan suvenir.
- Pelestarian Lingkungan: Dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata, terdapat urgensi untuk melakukan konservasi lingkungan agar keasrian alam di Gunung Keruk dan sekitarnya tetap terjaga dari aktivitas penambangan liar atau pembukaan lahan yang tidak terencana.
Namun, tantangan yang akan dihadapi cukup besar. Pihak desa harus mampu mengintegrasikan standar keamanan bagi pengunjung, terutama untuk situs yang memerlukan kemampuan fisik khusus seperti Gunung Genter. Selain itu, aspek edukasi geologi perlu diperkuat agar narasi wisata tidak hanya berhenti pada legenda atau cerita rakyat, tetapi juga memberikan pemahaman ilmiah mengenai sejarah pembentukan Gunung Api Purba di wilayah tersebut.
Tanggapan Pihak Terkait dan Sinergitas Wilayah
Pengembangan wisata di tingkat desa memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul serta pihak akademisi. Secara logis, pengembangan destinasi di Desa Pengkol akan memperkuat posisi Nglipar sebagai poros wisata baru yang mendukung kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.
Keterlibatan dinas terkait diharapkan tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga pada aspek sertifikasi keamanan situs dan pendampingan pengelolaan manajemen pariwisata desa. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa merupakan kunci agar pengembangan ini berkelanjutan. Pengalaman dari desa-desa wisata lain di Gunung Kidul menunjukkan bahwa keberhasilan pariwisata sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga dalam menjaga kenyamanan wisatawan dan keaslian situs.
Proyeksi Masa Depan Pariwisata Desa Pengkol
Dengan dimulainya pembangunan akses jalan pada tahun 2019, Desa Pengkol menunjukkan komitmen untuk bertransformasi menjadi desa wisata yang berbasis pada geotourism. Keberadaan Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter bukan sekadar aset alam, melainkan modal sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Desa Pengkol berpotensi menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata yang berbeda dari arus utama. Penekanan pada narasi sejarah dan petualangan fisik memberikan nilai tambah yang kuat bagi wisatawan yang menggemari wisata berbasis storytelling (cerita rakyat).
Ke depan, keberlanjutan proyek ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah desa dalam mengelola ADD serta kemampuan mereka untuk menjaga integritas kawasan dari kerusakan lingkungan. Jika dikelola dengan tata kelola yang profesional, tidak menutup kemungkinan kawasan ini akan mendapatkan pengakuan serupa dengan kawasan wisata geologi lainnya yang telah lebih dulu eksis di Gunung Kidul.
Secara keseluruhan, inisiatif Desa Pengkol merupakan potret bagaimana desa-desa di Indonesia mulai proaktif dalam mengidentifikasi dan mengkapitalisasi potensi lokal untuk kemandirian ekonomi. Integrasi antara narasi legenda, keindahan lanskap, dan infrastruktur yang terencana menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun citra baru bagi Desa Pengkol di peta pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara komersialisasi wisata dengan pelestarian situs geologi yang berharga bagi sejarah alam wilayah Gunung Kidul.









