Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Apps

Tiga jenama emas di Pegadaian serempak turun harga pada perdagangan Jumat 24 April 2026

badge-check


					Tiga jenama emas di Pegadaian serempak turun harga pada perdagangan Jumat 24 April 2026 Perbesar

Pasar logam mulia di Indonesia kembali menunjukkan tren koreksi harga pada penutupan pekan terakhir bulan April 2026. Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada Jumat, 24 April 2026 pukul 07.32 WIB, harga emas dari tiga jenama utama yang diperdagangkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, mengalami penurunan secara serempak dibandingkan dengan harga penutupan pada hari sebelumnya, Kamis (23/4).

Penurunan ini menjadi sorotan bagi para investor ritel maupun masyarakat yang berniat melakukan diversifikasi aset di tengah fluktuasi ekonomi global. Emas Antam, yang menjadi acuan utama di pasar domestik, tercatat berada di level Rp2.918.000 per gram. Sementara itu, emas UBS kini dipatok pada harga Rp2.859.000 per gram, dan emas Galeri24 dijual dengan harga Rp2.813.000 per gram. Angka-angka ini menunjukkan pelemahan nilai yang cukup signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Kronologi Penurunan Harga Emas di Pegadaian

Jika menilik pergerakan harga selama dua hari terakhir, terlihat adanya tekanan jual yang mempengaruhi harga emas di pasar fisik. Pada Kamis (23/4), harga emas Antam masih sempat bertahan di angka Rp2.944.000 per gram, UBS di angka Rp2.877.000 per gram, dan Galeri24 di angka Rp2.835.000 per gram. Dengan demikian, terdapat selisih penurunan yang cukup terasa bagi para pembeli.

Fenomena penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan yang masih terus memantau kebijakan moneter global. Pegadaian, sebagai lembaga keuangan non-bank yang menyediakan layanan jual beli logam mulia, secara konsisten memperbarui harga setiap pagi hari untuk mencerminkan harga pasar terkini. Bagi para pelaku pasar, pemantauan terhadap harga di laman resmi menjadi krusial sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian maupun penjualan kembali (buyback).

Rincian Harga Berdasarkan Jenama dan Berat

Untuk memberikan gambaran lebih komprehensif kepada masyarakat, berikut adalah struktur harga yang berlaku di jaringan Pegadaian per 24 April 2026:

Emas Antam

Emas Antam tetap menjadi primadona dengan ketersediaan unit yang bervariasi dari 0,5 gram hingga 100 gram di platform Sahabat Pegadaian.

  • 0,5 gram: Rp1.512.000
  • 1 gram: Rp2.918.000
  • 2 gram: Rp5.772.000
  • 3 gram: Rp8.632.000
  • 5 gram: Rp14.352.000
  • 10 gram: Rp28.647.000
  • 25 gram: Rp72.487.000
  • 50 gram: Rp142.891.000
  • 100 gram: Rp285.701.000

Emas UBS

UBS menawarkan fleksibilitas kuantitas yang lebih luas dibandingkan Antam, mencakup unit hingga 500 gram.

  • 0,5 gram: Rp1.545.000
  • 1 gram: Rp2.859.000
  • 2 gram: Rp5.673.000
  • 5 gram: Rp14.018.000
  • 10 gram: Rp27.890.000
  • 25 gram: Rp69.587.000
  • 50 gram: Rp138.888.000
  • 100 gram: Rp277.666.000
  • 250 gram: Rp693.959.000
  • 500 gram: Rp1.386.288.000

Emas Galeri24

Galeri24, yang merupakan anak perusahaan Pegadaian, menyediakan rentang unit paling lengkap hingga ukuran 1.000 gram (1 kilogram).

  • 0,5 gram: Rp1.475.000
  • 1 gram: Rp2.813.000
  • 2 gram: Rp5.588.000
  • 5 gram: Rp13.794.000
  • 10 gram: Rp27.514.000
  • 25 gram: Rp68.413.000
  • 50 gram: Rp136.719.000
  • 100 gram: Rp273.302.000
  • 250 gram: Rp681.576.000
  • 500 gram: Rp1.363.152.000
  • 1.000 gram: Rp2.726.303.000

Konteks Pasar dan Faktor Pengaruh

Penurunan harga emas domestik tidak terlepas dari pengaruh harga emas dunia (spot gold) yang diperdagangkan di bursa global. Secara umum, emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah.

Ketika dolar AS menguat atau ketika pasar obligasi menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih menarik, minat investor terhadap emas sebagai aset tidak berimbal hasil sering kali menurun. Selain itu, faktor psikologis pasar di mana investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan harga yang tajam dalam beberapa pekan sebelumnya, sering kali memicu koreksi harga secara teknikal.

Tiga jenama emas di Pegadaian kompak turun harga lagi

Penting untuk dicatat bahwa harga yang tertera di Pegadaian merupakan harga ritel yang telah memperhitungkan biaya operasional, pajak, dan margin keuntungan lembaga. Oleh karena itu, harga ini mungkin memiliki perbedaan tipis dengan harga yang terpampang di gerai Logam Mulia resmi milik Antam yang biasanya diperbarui pada jam kerja yang berbeda, yakni setelah pukul 08.30 WIB.

Analisis Implikasi bagi Investor Ritel

Bagi investor individu, penurunan harga emas merupakan momen yang sering dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness atau membeli saat harga sedang terkoreksi. Strategi mencicil atau melakukan pembelian rutin (dollar cost averaging) sering disarankan oleh para perencana keuangan bagi mereka yang ingin berinvestasi emas untuk jangka panjang, yakni di atas 5 tahun.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa emas bukanlah instrumen untuk mencari keuntungan jangka pendek yang cepat (trading). Fluktuasi harga harian yang terjadi, seperti penurunan pada 24 April ini, lebih mencerminkan dinamika pasar global daripada perubahan nilai intrinsik emas itu sendiri.

Selain itu, keberadaan tiga jenama emas (Antam, UBS, dan Galeri24) di Pegadaian memberikan opsi bagi masyarakat. Antam, dengan sertifikat yang diakui secara internasional, sering kali memiliki likuiditas yang lebih tinggi saat akan dijual kembali. Di sisi lain, UBS dan Galeri24 menawarkan variasi desain dan kemudahan aksesibilitas unit yang lebih variatif bagi investor pemula.

Langkah-Langkah Transaksi yang Aman

Pegadaian mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan transaksi di gerai resmi atau melalui aplikasi digital yang terverifikasi. Keamanan dalam membeli emas fisik bukan hanya terletak pada harga, tetapi juga pada keaslian sertifikat dan integritas tempat pembelian.

Untuk memastikan transaksi yang efisien, calon pembeli disarankan untuk:

  1. Memantau harga secara berkala melalui laman resmi Sahabat Pegadaian atau aplikasi Pegadaian Digital.
  2. Memeriksa ketersediaan stok di gerai terdekat sebelum datang secara langsung, terutama untuk unit dengan berat besar (di atas 100 gram).
  3. Memastikan sertifikat emas tersimpan dengan aman setelah pembelian, karena sertifikat merupakan elemen vital yang menentukan harga buyback di masa depan.
  4. Mempertimbangkan biaya pajak bagi pembeli yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), karena biasanya terdapat perbedaan besaran PPh yang dikenakan.

Kesimpulan dan Prospek Ke Depan

Tren penurunan harga emas pada akhir April 2026 ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar. Ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik di berbagai kawasan, serta perubahan kebijakan moneter akan terus menjadi faktor penentu harga logam mulia ke depannya.

Bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai aset pelindung nilai kekayaan, koreksi harga seperti ini dapat dilihat sebagai peluang untuk menambah portofolio dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun demikian, kebijakan untuk berinvestasi harus selalu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu dan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Seiring dengan perkembangan teknologi finansial, Pegadaian terus berupaya meningkatkan transparansi informasi harga agar masyarakat mendapatkan akses data yang akurat dan real-time. Dengan tersedianya informasi harga yang terbuka, diharapkan literasi keuangan masyarakat terkait investasi logam mulia semakin meningkat, sehingga mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan terukur di tengah volatilitas pasar yang terus berlanjut.

Ke depannya, para pengamat pasar memprediksi bahwa emas akan tetap mempertahankan posisinya sebagai aset "penyelamat" di tengah ketidakpastian, sehingga fluktuasi harga harian, baik itu naik maupun turun, merupakan dinamika yang lumrah dalam ekosistem investasi logam mulia. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan fokus pada tujuan investasi jangka panjang dibandingkan harus terpaku pada perubahan harga harian yang fluktuatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Reaktualisasi Sumitronomics Menjawab Tantangan Ekonomi Nasional Melalui Sinergi Akademisi dan Praktisi di Yogyakarta

6 Mei 2026 - 18:58 WIB

Densus 88 Antiteror Tangkap Delapan Terduga Teroris Jaringan JAD Terafiliasi ISIS di Sulawesi Tengah

6 Mei 2026 - 18:51 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Aktifkan Kembali Dana Stabilisasi Obligasi untuk Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

6 Mei 2026 - 18:45 WIB

Persib Bandung Menghormati Keputusan Pemindahan Venue Pertandingan Kontra Persija Jakarta ke Stadion Segiri Samarinda

6 Mei 2026 - 18:22 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Polri Setelah Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri Diserahkan

6 Mei 2026 - 18:19 WIB

Trending di Ekonomi