Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Peristiwa

Info Franchise dan Business Concept Expo 2026 Hadirkan Ratusan Peluang Bisnis Strategis di Yogyakarta

badge-check


					Info Franchise dan Business Concept Expo 2026 Hadirkan Ratusan Peluang Bisnis Strategis di Yogyakarta Perbesar

Yogyakarta menjadi episentrum kewirausahaan nasional pada awal Juli 2026 dengan digelarnya Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2026. Pameran yang berlangsung selama tiga hari, yakni 3 hingga 5 Juli 2026, di Jogja Expo Center (JEC) ini mengusung tema besar "Grow Beyond Boundaries". Ajang ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi waralaba, tetapi telah bertransformasi menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta wilayah sekitarnya.

Pameran ke-179 dalam rangkaian IFBC ini diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) berkolaborasi dengan Neo Expo Promosindo. Dukungan lintas sektoral terlihat dari keterlibatan Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, serta BRImo yang memfasilitasi ekosistem keuangan digital bagi para calon pengusaha.

Latar Belakang dan Urgensi Sektor Waralaba

Industri waralaba di Indonesia telah menunjukkan resiliensi yang luar biasa pasca-pandemi. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa sektor waralaba dan lisensi menyumbang persentase signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. IFBC hadir sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin beralih profesi menjadi pengusaha, atau bagi pemilik usaha yang ingin meningkatkan skala bisnisnya melalui sistem kemitraan yang terstandarisasi.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. DIY dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata yang memiliki daya beli stabil serta ekosistem bisnis yang dinamis. Dengan pertumbuhan jumlah wirausahawan muda yang masif di Yogyakarta, pameran ini menjadi wahana krusial untuk mempertemukan modal, ide bisnis, dan manajemen yang profesional.

Ratusan Peluang Bisnis dalam Satu Atap

IFBC 2026 menampilkan portofolio bisnis yang sangat beragam, mencakup sektor retail, kuliner, jasa, hingga teknologi. Berikut adalah klasifikasi utama sektor usaha yang dipamerkan:

  1. Sektor Retail dan Kebutuhan Harian: Menghadirkan pemain besar seperti Indomaret, Alfamart, dan Depo Air Minum Biru. Kehadiran brand-brand ini memberikan jaminan sistem operasional yang sudah teruji bagi investor pemula yang mencari model bisnis minim risiko.
  2. Layanan Laundry Profesional: Sektor ini tengah mengalami pertumbuhan pesat di area urban Yogyakarta. Brand-brand seperti Netto Laundromat, LG Commercial Laundry, Maytag, Maxpress Laundromat, Melia Laundry, Laundrypedia, dan Quick Laundry menawarkan solusi bisnis yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern yang menuntut efisiensi.
  3. Industri Minuman dan Kuliner: Segmen ini menjadi yang paling ramai dikunjungi. Mulai dari konsep kopi kekinian seperti Teman Coffee dan Kopi Tengah Keliling, hingga minuman berbasis teh dan es krim seperti Bingxue dan Teh2Tang. Sektor kuliner pun tampil dominan dengan berbagai konsep, mulai dari makanan tradisional yang dikemas modern seperti Soto Betawi Bang Rano, hingga makanan viral seperti Burger Bangor dan Kebab Turki Babarafi.
  4. Sektor Gaya Hidup dan Kesehatan: Diversifikasi bisnis terlihat dari kehadiran King Barber, Skinpedia, Bodylook Pilates, hingga layanan jasa transportasi seperti Maxim. Selain itu, sektor pendidikan diwakili oleh Ohxem Edu My, menunjukkan bahwa bisnis edukasi memiliki pangsa pasar yang tetap relevan di kota pelajar.

Program Edukasi dan Pendampingan Strategis

Salah satu nilai tambah utama dari IFBC 2026 adalah fokusnya pada edukasi. Panitia penyelenggara menyadari bahwa tantangan utama calon investor bukan hanya pada modal, melainkan pada pemahaman mengenai manajemen risiko dan legalitas.

Beberapa program edukatif yang krusial antara lain:

Pameran bisnis terbesar hadir di Yogyakarta, IFBC tawarkan ratusan peluang usaha
  • Seminar Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Bekerja sama dengan DJKI, seminar ini menekankan pentingnya perlindungan merek bagi pemilik usaha. Di era digital, perlindungan aset intelektual merupakan fondasi utama sebelum sebuah bisnis melakukan ekspansi waralaba.
  • Strategi UMKM Go Franchise: Program yang melibatkan Kementerian UMKM dan Rumah BUMN Yogyakarta ini bertujuan membantu pelaku UMKM lokal untuk melakukan "Level Up" bisnis mereka agar siap dikelola dengan sistem waralaba yang lebih luas.
  • Wirausaha Purnabakti: Sesi khusus ini dirancang bagi masyarakat yang akan memasuki masa pensiun. Dengan memberikan referensi bisnis yang stabil dan memiliki sistem pendampingan, diharapkan para pensiunan dapat tetap produktif secara ekonomi tanpa harus memikul beban operasional yang terlalu kompleks.

Analisis Implikasi Ekonomi

Penyelenggaraan IFBC 2026 di Yogyakarta membawa implikasi ekonomi yang cukup luas bagi ekosistem bisnis daerah. Secara makro, pameran ini mendorong akselerasi perputaran modal di sektor riil. Ketika investor dari luar daerah datang ke Yogyakarta untuk membeli lisensi waralaba, terjadi peningkatan investasi langsung yang akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha melalui ajang ini memperkuat rantai pasok industri. Misalnya, keterlibatan Bulog sebagai pendukung logistik memberikan akses bagi pelaku usaha kuliner untuk mendapatkan bahan baku yang terjangkau dan stabil. Sinergi ini merupakan bentuk nyata dari ekosistem bisnis yang inklusif.

Tanggapan Pihak Terkait dan Harapan Kedepan

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pembukaan acara menunjukkan dukungan pemerintah yang sangat kuat terhadap iklim investasi waralaba. Pihak Asosiasi Franchise Indonesia melalui Ketua Kehormatan, Anang Sukandar, terus menekankan bahwa kunci keberhasilan waralaba terletak pada kepatuhan terhadap sistem dan inovasi berkelanjutan.

Dalam pandangan para analis ekonomi, pameran seperti IFBC 2026 merupakan "barometer" kesehatan ekonomi sektor mikro. Jika antusiasme pengunjung tinggi, hal ini mengindikasikan optimisme masyarakat terhadap daya beli ke depan. Selain itu, integrasi solusi keuangan digital dari BRImo dalam pameran ini mencerminkan transisi menuju bisnis yang lebih transparan dan efisien secara administratif.

Kesimpulan dan Informasi Pengunjung

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, IFBC 2026 menawarkan akses yang cukup terjangkau. Dengan tiket masuk sebesar Rp25.000 per hari atau Rp35.000 untuk tiket terusan tiga hari, pengunjung mendapatkan akses penuh ke seluruh area pameran, konsultasi bisnis gratis dengan pemilik brand, serta kesempatan mengikuti seluruh seminar edukatif.

IFBC 2026 Yogyakarta bukan sekadar ajang jual beli peluang usaha, melainkan sebuah ruang inkubasi bagi lahirnya wirausahawan baru yang berdaya saing. Dengan memadukan antara potensi lokal dan sistem bisnis global, pameran ini diharapkan mampu mencetak pelaku bisnis yang tangguh, inovatif, dan mampu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Bagi para calon investor atau pelaku UMKM yang ingin memperluas jaringan, kehadiran di pameran ini merupakan langkah strategis untuk memahami lanskap bisnis terkini, mendapatkan mentor yang tepat, dan melihat langsung bagaimana sebuah brand besar mempertahankan relevansinya di tengah pasar yang terus berubah. Mengingat rangkaian pameran ini merupakan bagian dari misi besar nasional, keberlanjutan program pasca-pameran melalui pendampingan dari AFI dan pihak terkait akan menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa setiap peluang yang diambil oleh para pengunjung dapat bertransformasi menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Usulkan Perubahan Skema Pembiayaan Haji 2027 untuk Ringankan Beban Finansial Jamaah

2 Juli 2026 - 12:51 WIB

BPOM Perkuat Daya Saing Industri Pangan Nasional Melalui Transformasi Program Manajemen Risiko

2 Juli 2026 - 00:51 WIB

Kanwil BPN DIY Tekankan Urgensi Legalitas dan Pengawasan Fisik Tanah untuk Tekan Sengketa Lahan

1 Juli 2026 - 18:51 WIB

Psikolog Klinis Ungkap Bahaya Siklus Kekerasan dalam Hubungan yang Menjerat Korban dalam Ketidakberdayaan

1 Juli 2026 - 12:51 WIB

Polri Targetkan Pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Mendukung Program Makanan Bergizi Gratis Tahun 2026

1 Juli 2026 - 06:51 WIB

Trending di Peristiwa