Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Event

Wamenekraf Irene Umar Dorong Akselerasi Distribusi Gim Lokal Menembus Pasar Global Melalui Penguatan Ekosistem dan Hak Kekayaan Intelektual

badge-check


					Wamenekraf Irene Umar Dorong Akselerasi Distribusi Gim Lokal Menembus Pasar Global Melalui Penguatan Ekosistem dan Hak Kekayaan Intelektual Perbesar

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Irene Umar, secara resmi menyatakan komitmen pemerintah dalam mempercepat penetrasi produk gim nasional ke kancah internasional. Dalam pertemuan audiensi dengan jajaran pimpinan Tabletoys Indonesia di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (30/4/2026), Irene menekankan bahwa strategi aktivasi penguatan distribusi gim lokal harus dilakukan secara berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang pameran dan festival berskala global. Menurutnya, industri gim bukan sekadar komoditas hiburan semata, melainkan aset ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah tinggi serta membawa identitas budaya bangsa ke panggung dunia.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas potensi besar subsektor gim yang terus menunjukkan tren positif dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif. Irene menggarisbawahi bahwa ketergantungan pada pasar domestik saja tidak akan cukup untuk membawa industri gim Indonesia mencapai skala ekonomi yang optimal. Oleh karena itu, penguatan pasar domestik harus dijadikan fondasi yang kokoh sebelum produk-produk kreatif tersebut diekspansi melalui aktivasi di ajang-ajang internasional yang strategis.

Urgensi Penguatan Ekosistem dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Dalam arahannya, Wamenekraf Irene Umar menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi setiap karya gim, baik itu gim digital maupun gim fisik seperti board game. Ia berpendapat bahwa sebuah gim lokal baru bisa dikatakan sukses secara bisnis apabila memiliki lisensi yang kuat dan perlindungan hukum yang jelas. Hal ini menjadi krusial karena di pasar global, nilai sebuah produk kreatif sangat bergantung pada kekuatan IP (Intellectual Property) yang dimilikinya.

"Gim lokal bukan sekadar permainan untuk hiburan, tetapi harus mendapat lisensi atau perlindungan kekayaan intelektual yang memadai. Dengan perlindungan HKI, para kreator memiliki daya tawar yang lebih tinggi saat berhadapan dengan investor maupun distributor mancanegara," ujar Irene. Ia menambahkan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus mendorong setiap pegiat gim lokal untuk proaktif berkomunikasi dengan asosiasi terkait dan memanfaatkan platform seperti Ekraf Hunt untuk mendaftarkan serta mengurasi produk kreatif mereka agar siap masuk ke pasar internasional.

Lebih lanjut, Irene melihat bahwa subsektor gim, khususnya board game, memiliki karakteristik unik sebagai medium edukasi sekaligus interaksi sosial. Hal ini memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan produk hiburan lainnya. Melalui kolaborasi dengan pelaku industri seperti Tabletoys Indonesia, pemerintah berencana untuk menciptakan lebih banyak ruang pamer (showcase) bagi produk-produk board game lokal, baik di dalam negeri maupun di ajang bergengsi luar negeri seperti Spiel di Essen, Jerman, atau Gen Con di Amerika Serikat.

Rekam Jejak dan Transformasi Tabletoys Indonesia di Industri Board Game

Kehadiran Tabletoys Indonesia dalam audiensi tersebut menjadi representasi dari perjuangan panjang pelaku ekonomi kreatif di subsektor gim fisik. Perjalanan Tabletoys Indonesia mencerminkan dinamika pertumbuhan industri yang dimulai dari basis komunitas hingga mampu menembus pasar global. Transformasi perusahaan ini dapat dirinci dalam garis waktu berikut:

  1. Tahun 2016: Fondasi Awal melalui Board Game Store. Tabletoys memulai langkahnya sebagai toko ritel yang fokus pada penjualan permainan papan. Pada tahap ini, fokus utama adalah membangun ekosistem pemain dan memperkenalkan ragam board game kepada masyarakat luas.
  2. Tahun 2017: Edukasi Pasar dengan Board Game Library. Menyadari bahwa literasi masyarakat terhadap permainan papan masih perlu ditingkatkan, Tabletoys menghadirkan konsep perpustakaan permainan. Langkah ini efektif untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon konsumen dan mempersiapkan pasar bagi produk-produk lokal di masa depan.
  3. Tahun 2018: Ekspansi Menjadi Board Game Publisher. Tabletoys melakukan lompatan besar dengan menjadi penerbit gim. Produk perdana yang diluncurkan adalah "Waroong Wars", sebuah gim bertema kuliner lokal yang berhasil mendapatkan sambutan hangat. Sejak saat itu, mereka mulai aktif berpartisipasi dalam pameran internasional untuk memperkenalkan karya anak bangsa.

Direktur Utama Tabletoys Indonesia, Martin Ang, mengungkapkan bahwa perjalanan untuk mempertahankan eksistensi di pasar global tidaklah mudah. Meskipun telah berhasil mengekspor beberapa judul gim, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana melakukan eskalasi bisnis (scale up) agar tetap berkelanjutan. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam hal pendampingan registrasi HKI dan fasilitasi branding yang lebih masif.

Tantangan Distribusi dan Peran Asosiasi dalam Industri Gim

Meskipun potensi pertumbuhan sangat besar, industri gim lokal masih dibayangi oleh sejumlah kendala struktural. Martin Ang menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi penerbit gim lokal adalah keterbatasan jalur distribusi di dalam negeri. Seringkali, gim karya anak bangsa justru lebih sulit ditemukan di toko-toko ritel besar di Indonesia dibandingkan dengan produk impor. Selain itu, ia menyuarakan aspirasi mengenai perlunya penguatan peran asosiasi industri.

Wamenekraf Irene dorong penguatan pertumbuhan gim lokal ke global

Menurut Martin, dukungan asosiasi saat ini dirasa belum sepenuhnya mewakili kepentingan para penerbit gim secara menyeluruh. Ada kebutuhan akan wadah yang lebih inklusif dan mampu menjembatani kepentingan antara kreator, penerbit, dan distributor dengan pembuat kebijakan. "Kami membutuhkan bantuan untuk difasilitasi dalam penguatan branding, baik di tingkat lokal maupun internasional. Selain itu, kami juga membutuhkan eksistensi internasional agar mendapatkan pendampingan yang tepat untuk registrasi HKI," tegas Martin.

Kesenjangan distribusi ini menjadi perhatian serius bagi Kementerian Ekonomi Kreatif. Wamenekraf Irene Umar menanggapi hal ini dengan menjanjikan adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memetakan hambatan-hambatan logistik dan regulasi yang menghambat distribusi produk lokal. Strategi "Indonesia-sentris" dalam distribusi gim diharapkan dapat memastikan bahwa warga negara Indonesia sendiri menjadi konsumen utama sekaligus pendukung terbesar bagi produk kreatif dalam negeri.

Data dan Konteks Industri Gim di Indonesia Menuju 2026

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai laporan industri, pasar gim di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang signifikan hingga tahun 2026. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional telah meletakkan kerangka kerja yang kuat untuk mendukung ekosistem ini.

Beberapa poin penting terkait konteks industri gim nasional meliputi:

  • Nilai Pasar: Indonesia merupakan salah satu pasar gim terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi yang mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Namun, sebagian besar dari nilai tersebut masih didominasi oleh gim luar negeri.
  • Potensi Board Game: Industri board game dunia sedang mengalami kebangkitan kembali (renaissance). Produk dengan tema-tema unik dan mekanisme permainan yang inovatif sangat dicari di pasar Eropa dan Amerika Utara, memberikan peluang besar bagi konten lokal Indonesia yang kaya akan budaya.
  • Penyerapan Tenaga Kerja: Subsektor gim melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari desain grafis, ilustrasi, penulisan narasi, hingga manajemen produksi dan pemasaran, sehingga mampu menyerap tenaga kerja kreatif dalam jumlah besar.

Implementasi program Ekraf Hunt yang disebutkan oleh Wamenekraf Irene Umar diharapkan menjadi kurasi nasional untuk menyaring produk-produk unggulan yang layak mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya terbatas pada pameran, tetapi juga akses terhadap pembiayaan, pelatihan manajemen bisnis, dan perlindungan hukum.

Implikasi Kebijakan dan Dampak Ekonomi Jangka Panjang

Dorongan dari Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menginternasionalisasi gim lokal diprediksi akan membawa dampak luas bagi ekonomi nasional. Pertama, peningkatan ekspor produk kreatif akan memperbaiki neraca perdagangan di sektor jasa dan konten digital. Kedua, keberhasilan gim lokal di pasar global akan memperkuat soft power Indonesia melalui penyebaran budaya dan identitas lokal yang disisipkan dalam konten permainan.

Analisis dari pakar ekonomi kreatif menunjukkan bahwa setiap kesuksesan satu judul gim di pasar global akan memberikan efek domino bagi ekosistem pendukungnya. Sebagai contoh, gim "Waroong Wars" dari Tabletoys secara tidak langsung mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia kepada pemain di luar negeri. Jika strategi aktivasi internasional ini berjalan konsisten, Indonesia berpeluang besar menjadi hub ekonomi kreatif utama di Asia.

Wamenekraf Irene Umar menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa masukan dari pelaku industri seperti Tabletoys, dan sebaliknya, pelaku industri membutuhkan payung kebijakan yang mendukung pertumbuhan mereka. Dengan sinergi yang tepat, target untuk menjadikan gim lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang realistis untuk dicapai pada tahun-tahun mendatang.

Komitmen ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para investor dan kreator bahwa sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor gim, merupakan pilar penting dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui penguatan distribusi, perlindungan HKI, dan aktivasi event internasional, gim lokal siap bertransformasi dari sekadar hobi menjadi kekuatan ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film Tanah Runtuh Rilis Trailer Terbaru dan Siap Tayang 25 Juni 2026: Sebuah Refleksi Kemanusiaan di Tengah Prahara dan Harapan

9 Mei 2026 - 06:09 WIB

Yasmin Napper Membedah Dinamika Anak Sulung dalam Film Drama Keluarga Terbaru Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

9 Mei 2026 - 00:09 WIB

Java Jazz Festival 2026 Perkuat Aksibilitas Lewat Layanan Shuttle Khusus dan Integrasi Transportasi di Lokasi Baru NICE PIK 2

8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Westlife konser di Jakarta Januari 2027, tiket mulai Rp850 ribu

8 Mei 2026 - 12:09 WIB

Dunia Musik Indonesia Berduka: James F. Sundah Sang Penulis Lagu Legendaris Tutup Usia di New York

8 Mei 2026 - 06:09 WIB

Trending di Hiburan