Yogyakarta, 4 Juli 2026 – Suasana Klinik Utama RH Medika di Yogyakarta pada Senin (29/6) pekan lalu terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk pelayanan kesehatan rutin, melainkan gema tawa dan keberanian dari 51 anak yang tengah menuntaskan salah satu fase penting dalam kehidupan seorang Muslim. Program bertajuk "Khitan Sehat Anak Soleh" yang digagas oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta ini menjadi bukti konkret bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para karyawan perusahaan energi nasional tersebut diubah menjadi aksi nyata yang menyentuh akar rumput masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian Program Tematik Muharram Berkah 1448 Hijriah. Di tengah semarak pergantian tahun baru Islam, PLN melalui YBM tidak hanya fokus pada distribusi energi listrik sebagai core business, tetapi juga berkomitmen penuh dalam pengembangan tanggung jawab sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan fisik dan spiritual masyarakat.
Kronologi dan Pelaksanaan Program Khitan Sehat
Sejak pukul 07.30 WIB, antrean para peserta sudah mulai memadati area klinik. Berdasarkan pengamatan di lapangan, proses ini dirancang secara khusus untuk meminimalisir kecemasan anak. Panitia menyediakan fasilitas hiburan berupa konsol permainan dan ruang tunggu yang ramah anak, sehingga kesan klinis yang kaku berhasil digantikan oleh suasana yang suportif dan ceria.
Proses khitan dilakukan oleh tim medis profesional dari Klinik Utama RH Medika. Penggunaan metode khitan modern yang minim nyeri dan mempercepat proses penyembuhan menjadi prioritas utama. Dengan pendampingan intensif dari orang tua dan fasilitator, 51 anak dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menjalani prosedur tersebut dengan lancar.
Profil Peserta dan Signifikansi Ekonomi
Program ini menyasar keluarga dari kalangan prasejahtera, memberikan akses kesehatan yang seringkali terhambat oleh biaya. Salah satu peserta, Rofi Hatta Al Fajri Pracoyo (12), didampingi oleh ayahnya, Dwi Pracoyo (60), yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan di Masjid Nurul Hujjaj, Bantul. Bagi Dwi, kehadiran program ini adalah jawaban atas doa-doanya.
Secara sosiologis, khitan bagi masyarakat Muslim di Indonesia bukan sekadar tindakan medis, melainkan kewajiban syariat yang menandai transisi kedewasaan. Beban biaya khitan di klinik profesional seringkali mencapai angka yang cukup signifikan bagi keluarga dengan penghasilan terbatas. Dengan adanya program gratis ini, PLN tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memperkuat ikatan silaturahmi (ukhuwah) antarwarga dan institusi.
Hal serupa dialami oleh Naka (6,5), anak dari seorang baker di wilayah Jetis, Bantul. Keinginan Naka untuk segera dikhitan saat libur sekolah mencerminkan kesadaran dini akan pentingnya kesehatan reproduksi. Kesuksesan program ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan di tingkat keluarga semakin meningkat, dan ketersediaan akses yang mudah menjadi katalisator utama.
Peran Strategis YBM PLN dalam Pemberdayaan Masyarakat
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN memiliki mekanisme pengumpulan dana ZIS yang sistematis dari seluruh karyawan dan karyawati PLN. Dana tersebut kemudian dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas untuk disalurkan ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga tanggap bencana.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menegaskan bahwa khitan massal ini bukan sekadar agenda seremonial. "Kegiatan ini adalah wujud nyata amanah zakat karyawan. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan memberikan manfaat langsung, tidak hanya bagi operasional perusahaan, tetapi bagi pembentukan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan saleh," ujar Deri dalam keterangan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua YBM PLN UID Yogyakarta, Hendro Atmoko, menjelaskan bahwa agenda ini adalah kegiatan rutin yang konsisten dilakukan setiap tahun pada bulan Muharram. Konsistensi ini menunjukkan bahwa YBM PLN memiliki visi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan program sosialnya, bukan hanya sebagai aksi insidental.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Layanan Kesehatan
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kolaborasi strategis antara YBM PLN dengan Klinik Utama RH Medika. Direktur PT Rahmat Medika Utama, Rahmat Heriono, menekankan pentingnya aksesibilitas kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Kesehatan adalah hak dasar. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan standar pelayanan medis yang sama baiknya dengan masyarakat umum lainnya. Keamanan, kenyamanan, dan sterilitas peralatan adalah prioritas kami," kata Rahmat.
Kolaborasi antara badan usaha milik negara (BUMN), lembaga amil zakat, dan pihak swasta ini menjadi model yang efektif dalam penanggulangan masalah sosial di tingkat lokal. Dengan membagi beban operasional, jangkauan manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi jauh lebih luas.
Analisis Dampak dan Implikasi Sosial
Secara makro, program ini memberikan implikasi positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Yogyakarta. Beberapa poin analisis mengenai dampak kegiatan ini meliputi:
- Peningkatan Derajat Kesehatan Anak: Khitan secara medis memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan reproduksi dan kebersihan (hygiene) pria. Dengan memfasilitasi khitan di usia dini, risiko berbagai penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih di masa depan dapat ditekan secara signifikan.
- Efek Ekonomi Berganda: Penghematan biaya kesehatan yang dialami oleh 51 keluarga peserta memungkinkan mereka untuk mengalokasikan anggaran tersebut pada kebutuhan esensial lainnya, seperti gizi anak atau pendidikan.
- Penguatan Kohesi Sosial: Melalui momen Muharram, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antara pihak perusahaan (PLN) dengan masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan ekosistem hubungan industrial yang harmonis, di mana perusahaan tidak hanya dipandang sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat.
- Literasi Zakat: Program ini menjadi ajang edukasi bagi masyarakat mengenai potensi zakat, infak, dan sedekah. Ketika dana umat dikelola secara profesional, dampaknya dapat dirasakan langsung, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program-program serupa.
Menatap Masa Depan: Muharram sebagai Momentum Perubahan
Muharram 1448 Hijriah menjadi penanda bahwa kepedulian sosial tetap menjadi prioritas bagi insan PLN. Keberhasilan program "Khitan Sehat Anak Soleh" tahun 2026 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk melakukan aksi serupa.
Di balik 51 anak yang kini telah pulih dan siap melanjutkan pendidikan dengan semangat baru, terdapat harapan akan generasi masa depan yang lebih baik. Harapan tersebut tidak hanya bersandar pada bantuan medis, melainkan pada nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh para muzakki di lingkungan PLN.
Sebagai penutup, keberhasilan ini adalah cerminan dari semangat "Muharram Berkah" yang diusung oleh YBM PLN. Dengan terus mengedepankan efisiensi dalam pengelolaan dana zakat dan kolaborasi yang solid, PLN UID Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, menjadikan setiap tetes energi listrik dan setiap rupiah zakat sebagai sumber kehidupan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Ke depan, diharapkan program serupa dapat diperluas jangkauannya, mencakup lebih banyak anak di pelosok Yogyakarta, sehingga pemerataan layanan kesehatan dasar benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat ekonomi.









