Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Peristiwa

BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi Strategis melalui Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta untuk Dorong Ekonomi Syariah Nasional

badge-check


					BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi Strategis melalui Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta untuk Dorong Ekonomi Syariah Nasional Perbesar

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk secara resmi menggelar agenda Synergy Roadshow 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat, 24 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi pilar strategis dalam upaya menyelaraskan visi, misi, dan target kinerja di tengah dinamika ekonomi global yang menantang. Yogyakarta dipilih sebagai destinasi keempat dalam rangkaian roadshow nasional, menyusul keberhasilan penyelenggaraan serupa di Jakarta, Surabaya, dan Bandung, yang nantinya akan berlanjut ke Makassar serta Medan.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin internal, melainkan sebuah forum evaluasi komprehensif yang melibatkan jajaran pimpinan pusat, manajemen regional, hingga tim penjualan garda depan. Fokus utama dari roadshow ini adalah membangun optimisme di semester kedua tahun 2026, sekaligus memetakan peluang pertumbuhan di masing-masing daerah operasional.

Strategi Resiliensi dan Fokus pada Sektor Ritel

Di tengah volatilitas pasar keuangan global dan kondisi perekonomian nasional yang menuntut kewaspadaan, Bank Muamalat menegaskan arah strategisnya melalui penguatan pada segmen ritel. Bank syariah pertama di Indonesia ini telah membuktikan bahwa fokus pada consumer banking dan Small Medium Enterprise (SME) memberikan tingkat resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya.

Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menekankan bahwa strategi ini merupakan langkah fundamental untuk menjaga keberlanjutan bisnis. "Kami tidak meninggalkan segmen korporasi yang sehat, namun fokus pada ritel dan SME menjadi prioritas karena terbukti lebih tangguh dan memberikan kontribusi yang stabil bagi portofolio pembiayaan bank," ungkapnya di sela-sela acara.

Data internal Bank Muamalat menunjukkan performa yang cukup impresif hingga kuartal pertama tahun 2026. Salah satu produk unggulan, yakni pembiayaan "Solusi Emas Hijrah", mencatat pertumbuhan luar biasa dengan lonjakan lebih dari 11 kali lipat secara year-on-year (yoy), menyentuh angka Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Pertumbuhan ini juga berbanding lurus dengan peningkatan jumlah rekening nasabah yang mencapai 274% yoy, sebuah indikator tingginya literasi dan minat masyarakat terhadap produk berbasis emas syariah.

Selain itu, sektor SME yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 33% yoy, dengan total outstanding pembiayaan mencapai Rp3,1 triliun pada periode yang sama. Bagi Bank Muamalat, SME bukan sekadar target pasar, melainkan ekosistem yang krusial bagi stabilitas ekonomi nasional karena memiliki pola distribusi risiko yang lebih tersebar dan terukur.

Sinergi Strategis BPKH dan Bank Muamalat

Kolaborasi antara BPKH dan Bank Muamalat merupakan cerminan dari sinergi institusional yang bertujuan untuk memberikan kemaslahatan umat. Ekosistem haji dan umrah di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan efek berganda (multiplier effect) yang luas, mencakup sektor transportasi, akomodasi, logistik, hingga jasa keuangan.

Salah satu capaian konkret dari kemitraan ini adalah digitalisasi layanan haji melalui peluncuran Kartu Haji Indonesia. Inovasi ini dirancang untuk meminimalisir penggunaan uang tunai bagi jemaah selama berada di Tanah Suci, sekaligus meningkatkan aspek keamanan dan efisiensi. Langkah ini selaras dengan tren digitalisasi perbankan yang terus didorong oleh Bank Muamalat melalui platform mobile banking "Muamalat DIN".

Melalui fitur "Bank Haji" di dalam aplikasi Muamalat DIN, nasabah kini dapat melakukan pendaftaran haji, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), serta memantau riwayat pendaftaran dan nilai manfaat secara real-time. Kemudahan akses ini juga diperluas melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat dan kemitraan strategis dengan PT Pos Indonesia, memastikan jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah.

Bangun optimisme, BPKH dan Bank Muamalat selenggarakan Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta

Peran Bank Muamalat sebagai Kustodian BPKH

Kepercayaan BPKH terhadap Bank Muamalat semakin dikukuhkan dengan penunjukan bank tersebut sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian. Sebagai lembaga pengelola dana haji, BPKH memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas dan transparansi pengelolaan dana umat. Penunjukan ini menunjukkan bahwa Bank Muamalat memiliki standar tata kelola dan kapabilitas sistem yang mumpuni untuk mendukung operasional BPKH.

Kedua belah pihak juga telah menyepakati komitmen untuk terus mengadakan joint event yang bersifat nasional maupun internasional. Program-program ini difokuskan pada tiga pilar utama: sosialisasi kebijakan haji, diseminasi informasi keuangan syariah, serta pengembangan program penghimpunan dana kemaslahatan umat.

Implikasi terhadap Ekonomi Syariah Nasional

Langkah strategis yang dilakukan oleh BPKH dan Bank Muamalat ini memberikan implikasi positif bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Pertama, dari sisi inklusi keuangan, kemudahan akses pendaftaran haji melalui kanal digital dan jaringan fisik yang luas akan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam sistem keuangan formal.

Kedua, dari sisi manajemen risiko, fokus pada segmen SME dan produk berbasis emas memberikan diversifikasi portofolio yang sehat. Hal ini penting untuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) tetap berada di level yang aman. Dalam jangka panjang, stabilitas Bank Muamalat sebagai bank syariah pionir akan memberikan kepercayaan diri kepada investor dan nasabah untuk terus bertransaksi di ekosistem perbankan syariah.

Ketiga, peran strategis dalam pengelolaan dana haji memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Sinergi antara regulator (BPKH) dan perbankan (Bank Muamalat) menciptakan standar operasional yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai manfaat bagi jemaah haji Indonesia.

Pandangan Kedepan: Tantangan dan Harapan

Memasuki semester kedua tahun 2026, tantangan ekonomi masih membayangi. Gejolak global, fluktuasi nilai tukar, dan inflasi menjadi variabel yang dipantau ketat oleh manajemen Bank Muamalat. Namun, dengan fondasi yang telah diperkuat melalui Synergy Roadshow ini, bank optimis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan.

Imam Teguh Saptono menekankan bahwa setiap produk dan layanan yang dikembangkan bukan sekadar untuk profitabilitas, melainkan untuk memberikan nilai tambah (added value) bagi stakeholders. "Kami ingin menjadikan setiap interaksi nasabah sebagai jalan hijrah yang membawa berkah. Kebermanfaatan harus dirasakan oleh semua elemen masyarakat, di mana pun mereka berada," pungkasnya.

Dengan rangkaian roadshow yang masih menyisakan Makassar dan Medan, diharapkan pesan optimisme dan strategi bisnis ini dapat tersampaikan secara merata ke seluruh unit kerja di Indonesia. Sinergi yang kuat antara BPKH dan Bank Muamalat diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga pada kesejahteraan umat dan keberlanjutan ekonomi nasional di masa depan.

Kronologi dan Peta Jalan Sinergi 2026

Untuk memahami urgensi dari kegiatan ini, berikut adalah rekam jejak kolaborasi yang menjadi dasar Synergy Roadshow 2026:

  1. Awal 2026: Konsolidasi internal Bank Muamalat mengenai target pertumbuhan pembiayaan SME dan produk konsumer.
  2. Kuartal I 2026: Pencapaian kinerja yang solid, di mana pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencapai Rp1,7 triliun dan pembiayaan SME tumbuh 33%.
  3. Juli 2026: Pelaksanaan Synergy Roadshow di enam kota besar sebagai ajang pemantapan strategi operasional.
  4. Agustus-September 2026 (Proyeksi): Implementasi hasil evaluasi di tingkat regional untuk menggenjot target akhir tahun, termasuk penguatan fitur digital pada aplikasi Muamalat DIN dan optimalisasi layanan kustodian untuk BPKH.

Melalui rangkaian agenda ini, Bank Muamalat dan BPKH menegaskan bahwa sinergi bukanlah sekadar slogan, melainkan kerja teknis yang terukur, transparan, dan memiliki dampak nyata bagi stabilitas sistem keuangan syariah Indonesia. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi tolok ukur bagi efektivitas integrasi layanan keuangan haji dalam mendukung kemaslahatan umat yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi Akselerasi SDM Kompeten Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Guna Menjawab Tantangan Industri 2026

26 Juli 2026 - 06:51 WIB

Panduan Komprehensif Mengurus Lansia: Memahami Faktor Risiko Internal dan Eksternal Demi Kualitas Hidup yang Layak

26 Juli 2026 - 00:51 WIB

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Pembebasan BPHTB sebagai Strategi Utama Akselerasi Ekonomi Daerah Melalui Sektor Perumahan

25 Juli 2026 - 18:51 WIB

Momen Haru di Balik Jeruji Besi: Lapas Kelas IIA Yogyakarta Fasilitasi Pernikahan Putri Warga Binaan

25 Juli 2026 - 12:51 WIB

Dokter: Rutin olahraga pada usia 40 tahun bisa menurunkan risiko jantung

25 Juli 2026 - 06:51 WIB

Trending di Peristiwa