Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Olahraga

Argentina butuh babak tambahan waktu untuk singkirkan Tanjung Verde 3-2 dalam drama 32 besar Piala Dunia 2026

badge-check


					Argentina butuh babak tambahan waktu untuk singkirkan Tanjung Verde 3-2 dalam drama 32 besar Piala Dunia 2026 Perbesar

Stadion Hard Rock di Miami, Florida, menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling mendebarkan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim nasional Argentina, yang datang dengan status unggulan juara, dipaksa bekerja ekstra keras sebelum akhirnya menaklukkan tim debutan yang penuh kejutan, Tanjung Verde, dengan skor tipis 3-2 melalui babak tambahan waktu pada Sabtu (4/7/2026). Kemenangan ini memastikan langkah Albiceleste ke babak 16 besar, namun sekaligus memberikan peringatan keras bagi skuad asuhan Lionel Scaloni mengenai ketahanan fisik dan mental mereka di turnamen ini.

Drama 120 Menit di Miami

Pertandingan dimulai dengan dominasi penguasaan bola yang lazim diperagakan oleh Argentina. Lionel Messi dan rekan-rekannya mencoba membongkar pertahanan rapat Tanjung Verde yang menerapkan formasi 4-1-4-1. Meski ditekan, tim asal Afrika tersebut menunjukkan disiplin taktis yang luar biasa. Kiper senior Tanjung Verde, Vozinha, menjadi figur sentral dengan serangkaian penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang emas Argentina di awal babak pertama.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-29. Sebuah umpan lambung presisi dari Lisandro Martinez diterima dengan kontrol sempurna oleh Lionel Messi. Sang kapten tidak membuang waktu dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang yang gagal diantisipasi Vozinha. Gol ini menjadi torehan ketujuh Messi di Piala Dunia 2026, sekaligus menegaskan statusnya sebagai motor serangan utama tim.

Namun, Tanjung Verde bukanlah lawan yang mudah menyerah. Memasuki babak kedua, mereka mengubah intensitas permainan. Hasilnya terlihat pada menit ke-58 ketika Laros Duarte berhasil menggetarkan jala Emiliano Martinez setelah menerima umpan tarik dari Ryan Mendes. Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan, membuat Argentina tampak tertekan dan frustrasi karena gagal mencetak gol kemenangan di waktu normal.

Kronologi Babak Tambahan: Ujian Ketahanan Albiceleste

Memasuki babak tambahan waktu, intensitas meningkat drastis. Dua menit setelah babak pertama tambahan waktu dimulai, Lisandro Martinez kembali muncul sebagai pahlawan bagi Argentina. Memanfaatkan situasi sepak pojok dan umpan sundulan Alexis Mac Allister, Lisandro melepaskan sepakan kaki kiri yang merobek gawang Tanjung Verde.

Keunggulan tersebut hanya bertahan 13 menit. Pada menit ke-103, Sidny Cabral mencetak gol spektakuler melalui tembakan melengkung dari sudut sempit yang tidak mampu dijangkau oleh Emiliano Martinez. Skor imbang 2-2 membawa suasana di Stadion Hard Rock semakin mencekam, dengan kedua tim terlihat mulai kelelahan secara fisik.

Puncak drama terjadi pada menit ke-111. Sebuah sepak pojok yang dilepaskan Messi disambut dengan tandukan keras Cristian Romero. Bola yang mengenai kepala Diney Borges sebelum masuk ke gawang akhirnya disahkan sebagai gol bunuh diri. Meskipun gol tersebut bersifat keberuntungan, intensitas serangan Argentina di detik-detik krusial membuktikan mentalitas juara yang mereka miliki. Tanjung Verde sempat memberikan ancaman terakhir melalui tendangan bebas Sidny Lopes Cabral pada menit ke-116, namun Emiliano Martinez tampil heroik dengan menepis bola tersebut, mengamankan kemenangan 3-2 hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Statistik dan Kinerja Tim

Jika melihat data pertandingan, Argentina mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen. Namun, efisiensi Tanjung Verde dalam melakukan serangan balik sangat patut diacungi jempol. Dari total 12 percobaan yang dilakukan Tanjung Verde, lima di antaranya mengarah tepat ke sasaran, menunjukkan betapa bahayanya transisi cepat yang mereka terapkan.

Bagi Argentina, kemenangan ini menyoroti ketergantungan mereka pada situasi bola mati dan kreativitas individu Messi. Meskipun secara statistik dominan, lini belakang Argentina tampak rapuh saat menghadapi serangan balik cepat yang terorganisir. Hal ini menjadi catatan penting bagi Lionel Scaloni sebelum menghadapi Mesir di babak 16 besar. Mesir, yang sebelumnya menyingkirkan Australia melalui adu penalti, dikenal memiliki pertahanan yang lebih rapat dibandingkan Tanjung Verde.

Argentina butuh babak tambahan waktu untuk singkirkan Tanjung Verde 3-2

Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan tersebut:

Argentina (4-4-2):
Emiliano Martinez (GK); Nahuel Molina (Gonzalo Montiel), Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina (Nicolas Tagliafico); Rodrigo de Paul (Leandro Paredes), Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada (Nicolas Gonzalez); Lionel Messi, Lautaro Martinez (Julian Alvarez).
Pelatih: Lionel Scaloni.

Tanjung Verde (4-1-4-1):
Vozinha (GK); Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Lopes Cabral; Kevin de Pina (Gilson Benchimol); Ryan Mendes (Willy Semedo), Laros Duarte (Jamiro Monteiro), Deroy Duarte (Yannick Semedo), Jovane Cabral (Helio Varela); Joia Nuno Da Costa (Dailon Livramento).
Pelatih: Bubista.

Tanggapan Pasca Pertandingan

Dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, pelatih Tanjung Verde, Bubista, menyatakan kebanggaannya atas perjuangan anak asuhnya. "Kami datang ke sini sebagai tim debutan, dan kami membuktikan bahwa kami bisa bersaing dengan salah satu tim terbaik di dunia hingga detik terakhir. Para pemain saya pulang dengan kepala tegak," ujarnya dengan nada haru.

Di sisi lain, Lionel Scaloni mengakui bahwa pertandingan melawan Tanjung Verde adalah ujian berat bagi skuadnya. "Piala Dunia selalu menghadirkan tantangan tak terduga. Tanjung Verde bermain dengan organisasi yang sangat baik. Kami harus belajar dari kesalahan di lini pertahanan dan memperbaiki efektivitas serangan kami sebelum menghadapi laga berikutnya melawan Mesir," kata Scaloni.

Implikasi dan Langkah Selanjutnya

Kemenangan ini membawa Argentina ke babak 16 besar untuk menantang Mesir pada Selasa (7/7/2026). Pertandingan ini diprediksi akan menjadi laga taktikal yang sangat ketat. Mesir, yang diperkuat oleh barisan pemain disiplin, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Argentina untuk meraih gelar juara dunia tahun ini.

Implikasi lebih luas dari kemenangan tipis ini adalah meningkatnya tekanan bagi tim-tim besar lainnya. Fenomena "giant-killing" yang hampir dilakukan Tanjung Verde menjadi sinyal bahwa kesenjangan kualitas antara tim unggulan dan tim non-unggulan di Piala Dunia 2026 telah menipis. Kondisi fisik pemain yang harus bermain hingga 120 menit juga menjadi variabel krusial yang akan mempengaruhi performa tim di babak selanjutnya.

Bagi Argentina, kemenangan atas Tanjung Verde bukan sekadar perolehan tiga poin atau kelolosan ke babak berikutnya, melainkan sebuah pengingat bahwa perjalanan menuju tangga juara tidak akan pernah mudah. Kehadiran ribuan pendukung Argentina di Miami memberikan motivasi tambahan, namun efektivitas di depan gawang dan ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan lawan akan menjadi kunci utama dalam upaya mereka mempertahankan supremasi sepak bola dunia.

Dengan berakhirnya perjalanan Tanjung Verde, dunia sepak bola memberikan penghormatan atas keberanian tim asal Afrika tersebut. Mereka telah mencetak sejarah bagi negaranya dan memberikan salah satu pertandingan paling berkesan di sepanjang pergelaran Piala Dunia 2026. Kini, perhatian dunia tertuju pada babak 16 besar, di mana setiap kesalahan kecil dapat berarti kepulangan dini bagi tim-tim besar yang memburu trofi bergengsi ini. Fokus Argentina kini sepenuhnya beralih ke Mesir, dalam upaya untuk melangkah lebih jauh menuju final yang akan digelar di akhir turnamen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ronaldo putuskan masa depan di Timnas Portugal usai Piala Dunia 2026

4 Juli 2026 - 00:21 WIB

Gunungkidul Resmi Jadi Tuan Rumah Turnamen Petanque Nasional 2026 sebagai Upaya Akselerasi Sport Tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta

3 Juli 2026 - 18:21 WIB

Mental jadi faktor utama Indonesia belum mampu menjuarai Piala ASEAN Hyundai Cup 2026

3 Juli 2026 - 12:21 WIB

Kemenangan Emosional Portugal atas Kroasia di Piala Dunia 2026: Dedikasi untuk Mendiang Diogo Jota dan Ambisi Menuju Takhta Juara

3 Juli 2026 - 06:21 WIB

Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Tunjukkan Kelas Dunia dengan Menumbangkan Tuan Rumah di Babak Pertama Wimbledon 2026

3 Juli 2026 - 00:21 WIB

Trending di Olahraga