Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Terkini

ANTARA Mengukuhkan Diplomasi Kemanusiaan Melalui Pameran Fotografi Ursyalim di Jakarta

badge-check


					ANTARA Mengukuhkan Diplomasi Kemanusiaan Melalui Pameran Fotografi Ursyalim di Jakarta Perbesar

Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA secara resmi meluncurkan pameran dan buku fotografi berjudul Ursyalim di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya lembaga berita negara tersebut untuk mengangkat narasi keberagaman dan kemanusiaan di Yerusalem, yang selama ini lebih banyak dikenal oleh publik dunia melalui lensa konflik dan ketegangan bersenjata. Pameran yang menampilkan sekitar 100 dokumentasi visual hasil karya pewarta foto ANTARA, Muhammad Adimaja, ini akan berlangsung hingga 29 Mei 2026 dan terbuka bagi masyarakat umum tanpa dipungut biaya.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pameran foto biasa, melainkan sebuah penugasan strategis. Keputusan untuk mengirim pewarta ke Yerusalem pada Februari 2026 didasari oleh kebutuhan untuk menyajikan realitas kehidupan sosial yang lebih utuh, berimbang, dan jauh dari bias politik yang sering kali mendominasi pemberitaan internasional mengenai wilayah tersebut. Bagi ANTARA, keberadaan karya jurnalistik yang berkualitas tinggi merupakan bagian dari identitas lembaga di level global, yang berfungsi sebagai jembatan informasi yang menghubungkan masyarakat Indonesia dengan nilai-nilai kemanusiaan lintas batas.

Kronologi dan Latar Belakang Penugasan

Penugasan Muhammad Adimaja ke Yerusalem pada awal tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian program jurnalistik mendalam (in-depth journalism) yang dicanangkan oleh LKBN ANTARA. Selama berada di Yerusalem, Adimaja memfokuskan lensanya pada aspek kultural, kehidupan sehari-hari warga di tengah keberagaman, serta interaksi sosial yang sering kali luput dari perhatian media arus utama yang terpaku pada eskalasi militer.

Proses kurasi foto-foto ini dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa narasi yang disampaikan adalah narasi perdamaian dan toleransi. Pemilihan tajuk "Ursyalim"—yang merupakan sebutan bersejarah untuk Yerusalem dalam bahasa Arab dan Ibrani—melambangkan upaya ANTARA untuk melihat kota tersebut sebagai ruang bersama bagi berbagai komunitas yang mendiaminya. Proyek ini memakan waktu beberapa bulan, mulai dari perencanaan penugasan di lapangan, proses pemotretan, hingga kurasi akhir untuk pameran dan penyusunan buku.

Peran ANTARA Heritage Center sebagai Ruang Memori Kolektif

Museum ANTARA Heritage Center yang berlokasi di Pasar Baru, Jakarta, dipilih sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Gedung ini merupakan situs bersejarah yang menyimpan memori kolektif perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan mengubah fungsi ruang tersebut menjadi wadah pameran fotografi kontemporer, ANTARA ingin menegaskan bahwa jurnalisme foto adalah bagian dari sejarah yang hidup.

Ruang ini diharapkan menjadi pusat interaksi publik di mana masyarakat dapat berdialog dengan karya seni jurnalistik. Melalui pameran ini, ANTARA mengajak pengunjung untuk tidak hanya sekadar melihat gambar, melainkan merasakan empati dan memahami kompleksitas kehidupan di Yerusalem dari perspektif kemanusiaan. Penggunaan museum sebagai ruang publik ini merupakan langkah konkret dalam mendekatkan jurnalisme berkualitas kepada masyarakat luas, sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya memandang dunia secara kritis dan objektif.

Apresiasi Duta Besar Palestina untuk Indonesia

Kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, dalam acara pembukaan pameran memberikan legitimasi moral dan diplomatik yang kuat. Dalam sambutannya, Dubes Alsattari memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif jurnalisme kultural yang diusung oleh LKBN ANTARA. Menurutnya, media fotografi memiliki kekuatan unik untuk menembus batas bahasa dan budaya, menjadikannya instrumen yang sangat efektif dalam menampilkan wajah asli Palestina yang kaya akan toleransi sejarah dan tradisi.

Dubes Alsattari menekankan bahwa dokumentasi visual yang jujur adalah senjata paling efektif melawan disinformasi. Dengan menampilkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Yerusalem, pameran ini membantu memperkuat ikatan solidaritas antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Palestina secara nyata. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui berbagai jalur, termasuk diplomasi publik dan pertukaran informasi.

ANTARA angkat narasi keberagaman lewat karya foto bertajuk Ursyalim

Analisis Jurnalisme Visual di Era Disinformasi

Di era di mana informasi visual sering kali dimanipulasi atau disederhanakan untuk kepentingan narasi politik tertentu, karya jurnalistik seperti Ursyalim memiliki signifikansi yang krusial. Analisis terhadap karya Muhammad Adimaja menunjukkan adanya keberanian untuk menangkap momen-momen intim—seperti interaksi pasar, tradisi keagamaan, dan kehidupan urban—yang sering kali hilang di balik berita-berita tentang konflik.

Secara teknis dan jurnalistik, pameran ini membuktikan bahwa LKBN ANTARA tetap teguh pada komitmennya untuk menyediakan informasi yang berfungsi sebagai jembatan kemanusiaan. Implikasi dari pameran ini sangat luas; pertama, ia mengubah paradigma pembaca Indonesia mengenai Palestina dari sekadar "zona perang" menjadi "ruang kehidupan". Kedua, ia memperkuat posisi ANTARA sebagai kantor berita yang tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga mengontekstualisasikan fakta tersebut ke dalam kerangka kemanusiaan universal.

Data Pendukung dan Relevansi Sosial

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai lembaga riset media, minat masyarakat Indonesia terhadap isu-isu Palestina sangat tinggi, namun sering kali terbatas pada aspek politik dan agama. Pameran Ursyalim mengisi celah informasi tersebut dengan menyajikan data visual yang lebih humanis. Sebanyak 100 karya foto yang dipamerkan merupakan hasil seleksi ketat dari ribuan bidikan yang diambil selama penugasan di lapangan.

Pameran ini juga didukung oleh buku fotografi yang mencatat perjalanan dan pemikiran pewarta foto di balik setiap karya yang ditampilkan. Buku ini berfungsi sebagai artefak dokumentasi yang dapat dipelajari oleh para praktisi jurnalistik, akademisi, dan masyarakat umum yang tertarik pada isu-isu Timur Tengah. Langkah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban publik LKBN ANTARA dalam mendokumentasikan peristiwa sejarah melalui sudut pandang jurnalis Indonesia.

Implikasi Diplomasi Budaya

Pameran Ursyalim bukan sekadar pameran foto; ia merupakan bentuk diplomasi budaya yang efektif. Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki hubungan emosional yang erat dengan Palestina. Namun, sering kali hubungan tersebut bersifat satu arah. Dengan adanya pameran ini, terjadi pertukaran gagasan yang lebih dalam melalui medium seni.

Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik Indonesia akan pentingnya perdamaian di Yerusalem sebagai kota suci bagi tiga agama besar. Dengan memosisikan Yerusalem sebagai subjek foto yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, ANTARA membantu membangun narasi bahwa kedamaian adalah aspirasi bersama yang harus diperjuangkan oleh semua pihak, bukan hanya melalui diplomasi tingkat tinggi, tetapi juga melalui pemahaman antarmanusia di tingkat akar rumput.

Penutup dan Harapan ke Depan

Pameran Ursyalim di ANTARA Heritage Center akan berlangsung hingga 29 Mei 2026. Masyarakat yang berminat menyaksikan langsung dokumentasi visual ini dapat mengunjungi galeri setiap hari kerja. Pihak LKBN ANTARA berkomitmen untuk terus mendukung karya-karya jurnalistik berkualitas yang mengangkat isu-isu kemanusiaan global sebagai bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai kantor berita nasional.

Ke depan, model penugasan khusus seperti ini diharapkan dapat direplikasi untuk wilayah-wilayah lain yang memiliki signifikansi sejarah dan kemanusiaan tinggi. Dengan terus mengedepankan objektivitas, integritas, dan kedalaman narasi, LKBN ANTARA berupaya untuk tetap relevan dalam ekosistem media global, sekaligus menjalankan misinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui informasi yang mencerahkan dan penuh nilai kemanusiaan. Pameran Ursyalim telah membuktikan bahwa melalui satu bidikan lensa, sebuah lembaga berita mampu menyatukan berbagai perspektif, meruntuhkan bias, dan membangun jembatan perdamaian yang nyata bagi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Optimalisasi LKS Bipartit dalam Mencegah Perselisihan Hubungan Industrial

10 Juni 2026 - 06:16 WIB

John Herdman Sedikit Kecewa Timnas Indonesia Gagal Manfaatkan Peluang Meski Menang Tipis Atas Mozambik

10 Juni 2026 - 00:16 WIB

LG Electronics Indonesia Gebrak Pasar TV Premium 2026 dengan Integrasi Kecerdasan Buatan yang Personalisasi

9 Juni 2026 - 18:16 WIB

Monitoring pelaksanaan strategi komunikasi, Kantah Bantul perkuat pengelolaan informasi publik

9 Juni 2026 - 12:16 WIB

Kementerian Haji dan Umrah Ungkap Praktik Penipuan Badal Haji dan Dana Dam Berkedok KBIHU Senilai Rp1,4 Miliar

9 Juni 2026 - 06:16 WIB

Trending di Terkini