Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Hiburan

Trio Lestari Mengguncang Panggung Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2 dengan Nostalgia dan Rencana Tur Nasional

badge-check


					Trio Lestari Mengguncang Panggung Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2 dengan Nostalgia dan Rencana Tur Nasional Perbesar

Panggung utama Java Jazz Festival 2026 menjadi saksi bisu kembalinya energi magis dari salah satu grup vokal paling berpengaruh di Indonesia, Trio Lestari. Bertempat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, pada Jumat malam, 29 Mei 2026, grup yang kini digawangi oleh Tompi dan Sandhy Sondoro tersebut sukses menghadirkan atmosfer nostalgia yang mendalam bagi ribuan penonton yang memadati area festival. Penampilan ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah pernyataan tentang resiliensi, persahabatan, dan penghormatan berkelanjutan terhadap mendiang Glenn Fredly.

Sejak pintu area Telkomsel Stage dibuka, antusiasme pengunjung sudah terlihat sangat tinggi. Penampilan Trio Lestari di ajang myBCA International Java Jazz Festival 2026 ini merupakan salah satu yang paling dinantikan, mengingat grup ini memiliki sejarah panjang dalam kancah musik jazz-pop tanah air. Memasuki panggung tepat pada pukul 21.30 WIB, Tompi dan Sandhy Sondoro langsung menggebrak dengan lagu pembuka yang penuh semangat, "La La Song". Aransemen musik yang megah dengan iringan big band khas Java Jazz segera menyulut semangat penonton untuk ikut bergoyang dan bernyanyi bersama.

Simbol Resiliensi dan Penghormatan untuk Glenn Fredly

Kehadiran Trio Lestari di atas panggung tanpa sosok Glenn Fredly memang memberikan nuansa yang berbeda. Sejak kepergian Glenn pada 8 April 2020 akibat penyakit meningitis, banyak pihak yang mempertanyakan masa depan grup yang dibentuk pada tahun 2013 ini. Namun, melalui aksi panggung di Java Jazz 2026, Tompi dan Sandhy membuktikan bahwa semangat "Lestari" tetap hidup.

Di sela-sela lagu pembuka, Tompi menyapa penonton dengan kalimat yang menyentuh hati sekaligus reflektif. Ia mengungkapkan betapa sulitnya bagi mereka untuk terus melangkah setelah kehilangan salah satu pilar utama grup. "Setelah kehilangan arah karena bingung harus ikut ke surga atau tetap di dunia. Kita akhirnya memutuskan untuk kembali ke bumi dan back to music," ujar Tompi dengan nada emosional namun tetap tegar.

Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan riuh dari penonton. Tompi kemudian mengajak seluruh audiens untuk memberikan apresiasi khusus kepada Glenn Fredly. "Sebelum kita memulai lagu, boleh tepuk tangan buat Glenn Fredly di atas sana," tambahnya, yang segera diikuti oleh gemuruh tepuk tangan yang memenuhi aula NICE PIK 2. Momen ini menjadi salah satu titik paling emosional dalam rangkaian festival malam itu, menegaskan bahwa meskipun secara fisik tidak ada, pengaruh Glenn masih sangat kental dalam setiap harmoni yang dibawakan oleh Trio Lestari.

Daftar Lagu dan Eksplorasi Musikalitas

Setelah membuka dengan keceriaan, Trio Lestari membawa penonton masuk lebih dalam ke dalam katalog musik mereka yang kaya. Lagu-lagu seperti "Malam Biru (Kasihku)" dan "Nurlela" dibawakan dengan aransemen yang segar namun tetap mempertahankan esensi aslinya. Sandhy Sondoro dengan suara seraknya yang khas mampu memberikan kedalaman pada lagu "Malam Biru", sementara Tompi dengan teknik vokal jazz-nya yang lincah memberikan warna tersendiri pada lagu "Nurlela".

Tidak hanya tampil sebagai grup, keduanya juga diberikan ruang untuk menunjukkan kapasitas mereka sebagai solois. Sandhy Sondoro melantunkan hits legendarisnya, "Tak Pernah Padam", sebuah lagu yang telah menjadi anthem bagi banyak pecinta musik di Indonesia. Suara kuat Sandhy mampu menjangkau setiap sudut ruangan, menciptakan momen sing-along massal yang menggetarkan. Sementara itu, Tompi tidak kalah memukau saat membawakan "Selalu Denganmu", sebuah lagu yang menonjolkan kemampuannya dalam melakukan improvisasi vokal yang rumit namun tetap enak didengar.

Trio Lestari mengajak penonton Java Jazz 2026 bernostalgia

Salah satu kejutan terbesar malam itu adalah kehadiran Malaka Ayesha, putri dari Tompi, yang ikut naik ke atas panggung. Kehadiran Malaka memberikan nuansa regenerasi dalam pertunjukan tersebut. Ia menunjukkan bakat vokalnya yang mumpuni saat berkolaborasi dengan sang ayah dan Sandhy Sondoro. Penampilan ini seolah memberikan pesan bahwa musik dan bakat akan terus mengalir ke generasi berikutnya, sejalan dengan nama "Lestari" yang mereka sandang.

Selain membawakan repertoar asli, Trio Lestari juga memberikan penghormatan kepada legenda musik dunia, Michael Jackson, dengan membawakan lagu "Human Nature". Pemilihan lagu ini sangat tepat dengan tema Java Jazz yang mengedepankan eksplorasi musik global. Aransemen "Human Nature" versi Trio Lestari kental dengan nuansa jazz kontemporer, dengan sentuhan improvisasi yang menunjukkan kelas mereka sebagai musisi papan atas.

Konteks Java Jazz Festival dan Lokasi Baru di NICE PIK 2

Penyelenggaraan Java Jazz Festival 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 menandai babak baru dalam sejarah festival jazz terbesar di belahan bumi selatan ini. Setelah bertahun-tahun dilaksanakan di JIExpo Kemayoran, perpindahan ke PIK 2 memberikan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang lebih luas. NICE PIK 2, yang merupakan kawasan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) terbaru dan tercanggih di Indonesia, menawarkan kualitas akustik yang sangat baik, sebuah faktor krusial bagi festival musik sekelas Java Jazz.

Keputusan penyelenggara untuk menempatkan Trio Lestari di panggung utama pada hari Jumat malam terbukti sangat tepat. Sebagai penampil lokal dengan basis massa yang besar, mereka menjadi magnet utama bagi pengunjung domestik. Data dari pihak penyelenggara menunjukkan bahwa tiket untuk hari pertama festival ini terjual habis (sold out) beberapa hari sebelum acara dimulai, dengan lonjakan minat yang signifikan pada slot waktu penampilan Trio Lestari.

Keberhasilan konser ini juga mencerminkan kondisi industri musik Indonesia pada tahun 2026 yang semakin stabil dan dinamis. Pasca-pandemi yang melanda beberapa tahun sebelumnya, festival musik telah kembali menjadi penggerak utama ekonomi kreatif. Integrasi antara teknologi panggung yang canggih di NICE PIK 2 dengan performa vokal yang organik dari musisi seperti Tompi dan Sandhy Sondoro menciptakan standar baru bagi pertunjukan live di tanah air.

Pengumuman Strategis: Rencana Tur Indonesia

Di tengah kemeriahan pertunjukan, Tompi memberikan sebuah pengumuman yang telah lama dinantikan oleh para penggemar di luar Jakarta. Ia secara resmi menyatakan bahwa Trio Lestari berencana untuk mengadakan konser tur keliling Indonesia. "Doakan Trio Lestari, rencananya akan tur Indonesia," kata Tompi singkat namun penuh makna.

Rencana tur ini memiliki implikasi yang signifikan bagi industri musik nasional. Sejak pandemi COVID-19 dan kepergian Glenn Fredly, Trio Lestari belum pernah melakukan tur skala besar. Pengumuman ini menandakan bahwa Tompi dan Sandhy telah menemukan formula baru untuk terus menjalankan visi grup tanpa harus mengganti posisi yang ditinggalkan Glenn. Tur ini diprediksi akan menyambangi kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, hingga Yogyakarta, dan diharapkan dapat membangkitkan kembali ekosistem konser di daerah-daerah tersebut.

Analis industri musik melihat langkah ini sebagai strategi cerdas untuk merawat basis penggemar (fanbase) yang setia sekaligus memperkenalkan warisan musik Glenn Fredly kepada audiens yang lebih muda. Tur ini juga diperkirakan akan melibatkan berbagai kolaborasi dengan musisi lokal di setiap kota yang dikunjungi, memperkuat semangat kebersamaan yang selalu menjadi filosofi Trio Lestari.

Trio Lestari mengajak penonton Java Jazz 2026 bernostalgia

Puncak Penampilan dan Penutup yang Mengesankan

Mendekati akhir pertunjukan, tensi energi di panggung Telkomsel semakin meningkat. Trio Lestari membawakan dua lagu andalan yang paling ditunggu-tunggu: "Menghujam Jantungku" dan "Gelora Cintaku". Kedua lagu ini dikenal dengan ritme yang upbeat dan lirik yang catchy, membuat hampir seluruh penonton berdiri dan menari bersama.

"Menghujam Jantungku", yang aslinya merupakan lagu solo Tompi namun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari setlist Trio Lestari, dibawakan dengan aransemen brass section yang sangat bertenaga. Sementara itu, "Gelora Cintaku" menjadi penutup yang sempurna, meninggalkan kesan manis dan penuh energi positif bagi para penonton yang hadir. Harmoni vokal antara Tompi dan Sandhy Sondoro di akhir lagu menunjukkan bahwa chemistry di antara keduanya tetap kuat meskipun mereka kini berjalan berdua.

Penampilan Trio Lestari di Java Jazz Festival 2026 bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan sebuah demonstrasi tentang bagaimana sebuah entitas seni dapat bertahan melewati masa-masa sulit. Dengan mengombinasikan penghormatan terhadap masa lalu dan visi ambisius untuk masa depan, Tompi dan Sandhy Sondoro membuktikan bahwa Trio Lestari akan tetap menjadi bagian penting dari narasi musik Indonesia.

Dampak dan Harapan Bagi Industri Musik Jazz Indonesia

Keberhasilan panggung ini memberikan optimisme baru bagi perkembangan musik jazz di Indonesia. Java Jazz Festival terus membuktikan perannya sebagai platform inkubasi dan etalase bagi musisi lokal untuk bersanding dengan talenta internasional. Kehadiran musisi senior seperti Trio Lestari yang masih mampu menarik ribuan penonton muda menunjukkan bahwa genre jazz-pop memiliki relevansi lintas generasi yang sangat kuat.

Secara teknis, penggunaan venue NICE PIK 2 juga memberikan standar baru dalam penyelenggaraan acara musik berskala internasional. Dengan aksesibilitas yang semakin baik dan fasilitas penunjang yang lengkap, Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi utama tur musisi dunia di Asia Tenggara.

Bagi Trio Lestari, panggung Java Jazz 2026 adalah titik tolak baru. Rencana tur nasional yang telah diumumkan menjadi agenda besar yang akan menguji konsistensi mereka dalam beberapa tahun ke depan. Namun, melihat performa mereka malam itu, publik optimistis bahwa "Gelora Cinta" yang mereka bawa akan terus menghujam jantung para pecinta musik di seluruh pelosok negeri. Dengan semangat yang tetap membara, Trio Lestari siap melangkah menuju babak baru dalam perjalanan karier mereka yang penuh warna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strava Luncurkan Rangkaian Fitur Navigasi dan Sosial Terbaru untuk Penuhi Lonjakan Tren Pendakian Gunung Global

22 Juni 2026 - 00:09 WIB

IDAI Tegaskan Pentingnya Zero Screen Time untuk Anak di Bawah Dua Tahun Demi Cegah Gangguan Tumbuh Kembang dan Penyakit Metabolik

21 Juni 2026 - 18:09 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Perkuat Narasi Ekonomi Kerakyatan Melalui Napak Tilas ke Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi

21 Juni 2026 - 12:09 WIB

Pesona Pariwisata Banyuwangi Pikat Raline Shah dalam Kunjungan Perdana Bersama Keluarga ke Ujung Timur Pulau Jawa

21 Juni 2026 - 06:09 WIB

Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Sebagai Saksi Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah Hanania Group

21 Juni 2026 - 00:09 WIB

Trending di Hiburan