Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Terkini

Pelepasan lentera Waisak di Borobudur simbol perdamaian dan harapan bagi persatuan bangsa

badge-check


					Pelepasan lentera Waisak di Borobudur simbol perdamaian dan harapan bagi persatuan bangsa Perbesar

Langit di atas kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, berubah menjadi kanvas cahaya yang magis pada Minggu malam (31/5/2026). Ribuan lentera dilepaskan ke angkasa sebagai puncak perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. Sebanyak 2.570 lentera yang membumbung tinggi tidak sekadar menjadi atraksi visual bagi ribuan pengunjung, melainkan manifestasi mendalam dari semangat perdamaian, harapan, dan persatuan yang menjadi inti ajaran Buddha serta semangat nasionalisme Indonesia.

Komisaris Utama Injourney Destinasi Manajemen (IDM), Muhammad Tri Andika, menegaskan bahwa momen pelepasan lentera ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan. Baginya, angka 2.570 yang disesuaikan dengan penanggalan Buddhis (BE) merepresentasikan perjalanan panjang nilai-nilai luhur yang terus relevan di tengah dinamika zaman. Di bawah megahnya stupa Candi Borobudur, warisan budaya dunia yang diakui UNESCO ini kembali menegaskan fungsinya sebagai pusat spiritualitas dan harmoni global.

Konteks Historis dan Spiritual Perayaan Waisak di Borobudur

Candi Borobudur telah lama menjadi titik temu antara sejarah, arsitektur, dan spiritualitas. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur bukan hanya artefak masa lalu dari Dinasti Syailendra, melainkan ruang hidup yang terus menghidupi nilai-nilai kebijaksanaan. Perayaan Waisak di tempat ini memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya sang Buddha.

Dalam konteks keindonesiaan, perayaan Waisak di Borobudur telah bertransformasi menjadi magnet wisata religi sekaligus simbol toleransi yang kuat. Ribuan umat Buddha dari berbagai aliran, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, berkumpul di sini untuk melaksanakan ritual ibadah. Pelepasan lentera, yang secara filosofis melambangkan penerangan batin dan pelepasan kebodohan atau kegelapan pikiran, kini telah menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh masyarakat luas.

Kronologi Rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE

Rangkaian perayaan Waisak tahun ini berlangsung selama beberapa hari dengan agenda yang padat dan khidmat. Sebelum puncak acara pelepasan lentera pada Minggu malam, serangkaian ritual telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelumnya.

Pada Jumat (29/5/2026), prosesi pengambilan api dharma dilakukan dari sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan. Api ini kemudian disemayamkan di Candi Mendut sebagai simbol penyucian diri dan semangat yang tak pernah padam. Keesokan harinya, Sabtu (30/5/2026), dilakukan pengambilan air suci dari Umbul Jumprit, Temanggung, yang melambangkan kesejukan dan ketenangan batin.

Puncak perayaan terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, yang diawali dengan prosesi jalan kaki (Pradaksina) dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Ribuan umat berjalan dengan khusyuk, melantunkan doa-doa, dan membawa simbol-simbol suci. Puncak detik-detik Waisak kemudian jatuh pada waktu yang telah ditentukan, di mana seluruh umat memusatkan diri dalam meditasi hening, disusul dengan pelepasan lentera sebagai penutup rangkaian kegiatan ibadah.

Analisis Dampak Ekonomi dan Pariwisata Berbasis Budaya

Kehadiran ribuan orang di kawasan Magelang selama periode perayaan Waisak memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Berdasarkan data sektor pariwisata, perayaan Waisak di Borobudur secara konsisten meningkatkan okupansi hotel dan tingkat kunjungan destinasi wisata pendukung di sekitar Magelang dan Yogyakarta.

Injourney Destinasi Manajemen (IDM) sebagai pengelola kawasan, berupaya menyelaraskan antara kebutuhan spiritualitas ibadah dengan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Tri Andika menekankan bahwa pengelolaan kawasan Borobudur kini mengedepankan konsep "quality tourism" atau pariwisata berkualitas. Hal ini berarti, selain mengejar angka kunjungan, pengelola lebih mengutamakan kenyamanan bagi para pemuja serta kelestarian situs warisan budaya dunia tersebut.

Pelepasan lentera Waisak di Borobudur simbol perdamaian

Implikasi dari pendekatan ini adalah terciptanya ekosistem pariwisata yang menghormati kesakralan situs. Pelepasan lentera, misalnya, kini diatur dengan standar keamanan yang ketat agar tidak mengganggu operasional penerbangan di wilayah udara sekitar serta meminimalisir risiko kebakaran di kawasan hutan atau permukiman warga.

Pesan Perdamaian di Tengah Keberagaman

Dalam pidatonya di hadapan para peserta, Tri Andika menyoroti pentingnya peran Borobudur sebagai "laboratorium" toleransi. Di tengah tantangan global berupa konflik dan polarisasi sosial, pesan yang dibawa dari Borobudur melalui perayaan Waisak menjadi sangat relevan. Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dipandang memiliki fondasi kuat untuk mempraktikkan toleransi berbasis welas asih.

Semangat gotong royong yang terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mempersiapkan acara ini—mulai dari organisasi keagamaan, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal—menjadi cerminan bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab satu golongan. Cahaya dari 2.570 lentera yang menerangi langit malam Borobudur dimaknai sebagai simbol penerang langkah bangsa untuk terus menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, dan ras.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Tantangan terbesar dalam perayaan Waisak di Borobudur di masa depan adalah menjaga keseimbangan antara komersialisasi pariwisata dan kesakralan ibadah. Banyak pihak, termasuk para tokoh agama, menekankan bahwa jangan sampai kemeriahan visual pelepasan lentera mengaburkan esensi dari ajaran Buddha itu sendiri.

Oleh karena itu, dialog antarpihak terus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap perayaan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Harapannya, semangat Waisak tidak berhenti saat lentera padam dan mendarat di bumi, melainkan terus menyala dalam tindakan nyata seperti aksi sosial, pendidikan, dan advokasi perdamaian yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Agama juga terus berkomitmen untuk mendukung Borobudur sebagai pusat wisata religi dunia. Pengembangan infrastruktur pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta pelestarian lingkungan di sekitar kawasan Candi Borobudur menjadi agenda utama dalam peta jalan pengembangan destinasi prioritas nasional ini.

Penutup: Cahaya untuk Masa Depan

Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Borobudur telah membuktikan bahwa narasi perdamaian masih memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat Indonesia. Simbol-simbol yang dihadirkan—api dharma, air suci, dan ribuan lentera—bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan pengingat akan komitmen bersama untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis.

Indonesia, dengan segala keberagamannya, diharapkan dapat terus memancarkan "cahaya" kedamaian bagi dunia, sebagaimana lentera yang dilepaskan di Borobudur yang menerangi kegelapan malam. Dengan semangat welas asih dan kebijaksanaan, diharapkan langkah bangsa ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman akan selalu terbimbing oleh nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Perayaan tahun ini pun menjadi penanda bahwa Borobudur tetap berdiri tegak sebagai saksi bisu sejarah sekaligus harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih inklusif, makmur, dan damai bagi seluruh rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan Tegaskan Memuliakan Sungai Adalah Kunci Kelestarian Peradaban dan Kedaulatan Negara

21 Juni 2026 - 12:16 WIB

Seskab Teddy gagas Kompetisi Setkab Gengs untuk dukung Asta Cita

21 Juni 2026 - 06:16 WIB

Ekonom nilai Indonesia tetap jadi magnet investasi global di tengah tantangan pasar modal internasional

21 Juni 2026 - 00:16 WIB

Wawali Yogyakarta Wawan Harmawan Dorong Transformasi Industri Halal Sebagai Gaya Hidup Universal dan Penggerak Ekonomi Kreatif

20 Juni 2026 - 18:16 WIB

Strategi Diplomasi Ekonomi Indonesia: Wamendag Roro Esti Perluas Akses Pasar ke Asia Tengah melalui TIIF 2026

20 Juni 2026 - 12:16 WIB

Trending di Terkini