Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Swasta Indonesia (DPD AFEBSI) Yogyakarta telah resmi memasuki babak baru dalam tata kelola organisasi periode 2026–2031. Pasca pelantikan yang diselenggarakan di Kampus Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) pada akhir Juni 2026, kepengurusan baru ini segera melakukan langkah-langkah strategis yang bersifat akseleratif. Fokus utama organisasi saat ini adalah memperkuat konsolidasi internal serta membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika ekonomi nasional.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui serangkaian audiensi intensif. Pada Kamis (16/7/2026), delegasi pengurus DPD AFEBSI Yogyakarta yang dipimpin oleh Prof. Johan Arifin melakukan pertemuan resmi dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono. Pertemuan ini menjadi krusial dalam memetakan arah kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi swasta (PTS) dengan regulator pendidikan tinggi, guna memastikan bahwa kurikulum dan standar kompetensi yang dihasilkan oleh fakultas ekonomi di tingkat swasta mampu menjawab tantangan industri yang semakin kompleks.
Konsolidasi Organisasi dan Visi Strategis
Kepemimpinan Prof. Johan Arifin di DPD AFEBSI Yogyakarta membawa semangat baru bagi integrasi fakultas ekonomi di lingkungan PTS. Sebagai organisasi yang mewadahi ribuan akademisi dan mahasiswa, AFEBSI memikul tanggung jawab besar dalam meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pandangan Prof. Johan, fakultas ekonomi di PTS memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak inovasi ekonomi daerah, namun potensi tersebut memerlukan wadah kolaborasi yang terstruktur agar dampaknya dapat dirasakan secara luas.
"AFEBSI hadir bukan sekadar sebagai organisasi profesi, melainkan sebagai pusat kolaborasi strategis. Kami ingin memfasilitasi komunikasi yang lebih intensif antarpimpinan fakultas ekonomi di seluruh Indonesia. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi di bidang ekonomi agar lulusan kita tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ekonomi digital," ujar Prof. Johan Arifin, yang juga merupakan Guru Besar di FBE UII.
Konsolidasi internal menjadi agenda utama sebelum melangkah ke skala nasional. Pengurus DPD AFEBSI Yogyakarta dijadwalkan akan melaksanakan rapat pleno dalam waktu dekat. Rapat ini akan menjadi forum krusial untuk menyusun peta jalan program kerja lima tahun ke depan, yang mencakup penguatan riset kolaboratif, pertukaran dosen, hingga program magang bagi mahasiswa lintas universitas. Sekretaris DPD AFEBSI Yogyakarta, Dr. Y. Sri Susilo, menekankan bahwa persiapan rapat pleno ini juga mencakup konsolidasi delegasi untuk menyambut Kongres Perdana AFEBSI yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026.
Membangun Sinergi dengan Pemangku Kepentingan Ekonomi
Setelah sukses membangun komunikasi dengan LLDIKTI Wilayah V, AFEBSI Yogyakarta telah menyusun agenda kunjungan strategis berikutnya. Fokus AFEBSI ke depan adalah memperluas jejaring dengan otoritas ekonomi dan moneter, yaitu Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjembatani dunia akademik dengan praktisi kebijakan ekonomi.
Data menunjukkan bahwa sektor pendidikan di Yogyakarta merupakan salah satu pilar utama ekonomi daerah. Dengan jumlah mahasiswa yang sangat besar, integrasi antara hasil riset dari fakultas ekonomi PTS dengan kebijakan otoritas keuangan lokal diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi DIY. Misalnya, riset mengenai UMKM atau inklusi keuangan yang dihasilkan oleh para dosen di AFEBSI dapat menjadi basis data (evidence-based policy) bagi otoritas untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Selain otoritas moneter, AFEBSI juga menjadwalkan audiensi dengan media massa. Hal ini mencerminkan kesadaran organisasi akan pentingnya diseminasi informasi dan peran media dalam membentuk opini publik serta mengawal isu-isu ekonomi terkini. Melalui kolaborasi dengan media, AFEBSI berharap dapat memposisikan diri sebagai sumber rujukan kredibel bagi masyarakat dalam menanggapi berbagai isu ekonomi nasional, mulai dari inflasi, stabilitas sistem keuangan, hingga tantangan ekonomi pasca-pandemi.
Respons Positif LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta
Dukungan terhadap langkah-langkah AFEBSI Yogyakarta juga datang dari otoritas pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Prof. Setyabudi Indartono, Kepala LLDIKTI Wilayah V, memberikan apresiasi atas inisiatif AFEBSI untuk melakukan koordinasi sejak dini. Menurut Prof. Setyabudi, kolaborasi antara AFEBSI dengan LLDIKTI merupakan langkah yang sangat strategis dalam mempercepat transformasi pendidikan tinggi swasta di Yogyakarta.
"Kami menyambut baik kehadiran dan langkah-langkah AFEBSI. Sinergi ini sangat penting untuk mengoptimalkan program kerja agar kemajuan anggota, yakni fakultas-fakultas ekonomi di PTS, dapat berjalan selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi," ungkap Prof. Setyabudi saat menerima kunjungan delegasi AFEBSI. Ia menambahkan bahwa LLDIKTI V siap memberikan dukungan penuh bagi program-program AFEBSI yang bertujuan meningkatkan mutu akademik dan tata kelola universitas.
Pernyataan ini mencerminkan adanya harmonisasi yang kuat antara regulator dan organisasi profesi. Dalam konteks pendidikan tinggi, kolaborasi semacam ini merupakan kunci dalam menghadapi persaingan global, di mana kualitas lulusan menjadi indikator utama keberhasilan sebuah institusi pendidikan.
Analisis: Implikasi AFEBSI bagi Ekosistem PTS
Kehadiran AFEBSI bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan memiliki implikasi yang dalam bagi ekosistem perguruan tinggi swasta di Indonesia. Selama ini, banyak PTS sering kali bergerak secara mandiri (silo) dalam menghadapi berbagai tantangan akademik dan operasional. Dengan adanya AFEBSI, terdapat ruang bagi PTS untuk berbagi sumber daya (resource sharing), baik dalam bentuk publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat lintas disiplin, maupun pengembangan kapasitas dosen.
Secara makro, konsolidasi yang dilakukan oleh DPD AFEBSI Yogyakarta dapat menjadi model bagi wilayah lainnya. Mengingat peran strategis Yogyakarta sebagai kota pendidikan, inisiatif yang lahir di sini sering kali menjadi rujukan bagi wilayah lain di Indonesia. Apabila AFEBSI mampu menjalankan fungsinya dengan efektif, maka hal ini akan berdampak pada meningkatnya standar mutu fakultas ekonomi secara nasional.
Implikasi lain yang tak kalah penting adalah peningkatan daya tawar (bargaining position) fakultas ekonomi swasta di mata pemerintah dan dunia industri. Dengan bersatu dalam wadah AFEBSI, suara dari akademisi PTS akan lebih didengar ketika pemerintah menyusun kebijakan ekonomi atau pendidikan tinggi. Ini adalah langkah maju dalam demokratisasi ilmu pengetahuan, di mana institusi swasta memiliki peran yang setara dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan bangsa.
Menuju Kongres Nasional AFEBSI 2026
Agenda puncak dari rangkaian kegiatan AFEBSI tahun ini adalah Kongres Perdana yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Kongres ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus baru, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi nasional untuk merumuskan visi besar AFEBSI lima tahun ke depan. DPD AFEBSI Yogyakarta, dengan bekal hasil rapat pleno dan audiensi yang telah dilakukan, berkomitmen untuk membawa aspirasi dari daerah ke tingkat nasional.
Persiapan matang yang dilakukan oleh pengurus di Yogyakarta mencakup perumusan isu-isu strategis yang akan diangkat dalam kongres, seperti digitalisasi pendidikan ekonomi, standardisasi kurikulum berbasis kompetensi, serta penguatan peran PTS dalam ekonomi hijau dan berkelanjutan. Partisipasi aktif dari berbagai pakar dan pimpinan fakultas di bawah naungan AFEBSI diharapkan mampu menghasilkan resolusi-resolusi yang transformatif bagi kemajuan pendidikan tinggi ekonomi di tanah air.
Penutup: Sinergi untuk Masa Depan Ekonomi Bangsa
Dengan kepemimpinan yang solid dan langkah yang terukur, DPD AFEBSI Yogyakarta telah menunjukkan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi organisasi di atas kertas. Melalui pendekatan yang berbasis kolaborasi dan dialog, AFEBSI sedang membangun fondasi bagi masa depan pendidikan tinggi swasta yang lebih kuat, relevan, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Dukungan dari LLDIKTI Wilayah V dan rencana sinergi dengan otoritas ekonomi merupakan langkah awal yang positif. Ke depan, tantangan bagi AFEBSI adalah bagaimana menjaga momentum ini agar tetap konsisten dalam menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah nyata bagi anggotanya. Sebagaimana yang disampaikan oleh para pengurus, tujuan akhirnya tetap satu: meningkatkan mutu pendidikan tinggi demi mencetak generasi ekonom yang tangguh dan siap menghadapi dinamika ekonomi global di masa depan.
Keberhasilan AFEBSI dalam mengonsolidasikan fakultas-fakultas ekonomi swasta akan menjadi cermin kemajuan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia secara keseluruhan. Dengan sinergi yang terus dibangun, diharapkan AFEBSI dapat menjadi jangkar bagi stabilitas dan inovasi di bidang pendidikan tinggi, serta mitra strategis bagi pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.









