Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Peristiwa

Bareskrim Polri Sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Bripda Nopandri Ramadhana dalam Operasi Pemberantasan Narkoba di Katingan

badge-check


					Bareskrim Polri Sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Bripda Nopandri Ramadhana dalam Operasi Pemberantasan Narkoba di Katingan Perbesar

Jakarta (ANTARA) – Suasana duka menyelimuti korps Bhayangkara setelah salah satu personel terbaiknya, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Nopandri Ramadhana, dinyatakan gugur dalam menjalankan tugas negara. Bripda Nopandri ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang dalam operasi penggerebekan bandar narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Peristiwa ini menambah daftar panjang personel kepolisian yang menjadi korban dalam upaya memerangi peredaran narkoba di wilayah dengan medan geografis yang menantang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, secara resmi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum dan seluruh jajaran Polda Kalimantan Tengah. Dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (4/7/2026), Eko menegaskan bahwa pengabdian Bripda Nopandri merupakan bentuk dedikasi tertinggi bagi institusi dan negara.

Kronologi Insiden Berdarah di Desa Tumbang Kalemei

Tragedi yang menimpa Bripda Nopandri bermula dari sebuah operasi rutin Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan. Tim kepolisian melakukan penggerebekan terhadap kediaman seorang terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei. Namun, operasi yang awalnya direncanakan sebagai penangkapan rutin berubah menjadi insiden berdarah ketika petugas mendapatkan perlawanan sengit.

Berdasarkan laporan di lapangan, perlawanan tidak hanya datang dari terduga pelaku utama, melainkan juga melibatkan anggota keluarga pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis parang. Dalam kekacauan tersebut, Aiptu Yudhi, salah satu personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur terlebih dahulu akibat luka sabetan senjata tajam.

Dalam upaya menyelamatkan diri dan mengamankan situasi, Bripda Nopandri terpisah dari tim utama. Ia sempat dilaporkan hilang setelah berupaya melarikan diri dari kepungan massa di lokasi yang memiliki karakteristik geografis hutan dan sungai. Pencarian intensif segera dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polda Kalteng, Polres Katingan, serta bantuan dari instansi terkait.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, memimpin langsung operasi pencarian melalui patroli udara dan darat. Setelah berhari-hari dilakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Katingan, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah yang diduga kuat sebagai Bripda Nopandri pada Sabtu pagi. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara ranting bambu dan kayu di tepi sungai, berjarak sekitar empat kilometer dari titik penggerebekan awal.

Upaya Evakuasi dan Penyelidikan Lanjutan

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi bahwa jenazah telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Palangka Raya. Langkah ini diambil untuk melakukan pemeriksaan forensik serta proses identifikasi medis guna memastikan penyebab pasti kematian dan melengkapi berkas penyidikan.

Bareskrim Polri, melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba, telah mengambil alih koordinasi penyelidikan untuk memastikan kasus ini diusut secara tuntas. Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa tim gabungan saat ini masih memburu pelaku utama dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan terhadap aparat.

"Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas demi memberantas narkoba," tegas Eko.

Tantangan Pemberantasan Narkoba di Wilayah Terpencil

Gugurnya dua personel Polres Katingan ini menyoroti kerentanan yang dihadapi aparat kepolisian saat melakukan operasi penegakan hukum di wilayah pedalaman. Kabupaten Katingan, dengan luas wilayah yang didominasi oleh hutan tropis dan akses transportasi yang bergantung pada jalur sungai, menyajikan tantangan operasional yang sangat berat.

Bareskrim Polri sampaikan dukacita atas gugurnya Bripda Nopandri

Konteks sosial di wilayah tersebut juga menjadi faktor krusial. Dalam banyak kasus, bandar narkoba lokal seringkali memiliki pengaruh sosial yang kuat atau dukungan dari komunitas sekitar, yang kemudian menciptakan resistensi kolektif terhadap aparat penegak hukum. Perlawanan menggunakan senjata tajam, seperti yang terjadi di Desa Tumbang Kalemei, mengindikasikan bahwa para pelaku telah mempersiapkan diri untuk melakukan konfrontasi fisik dengan kepolisian.

Para ahli keamanan menilai bahwa insiden ini merupakan pengingat akan pentingnya protokol keselamatan dalam operasi narkotika di daerah dengan tingkat risiko tinggi. Aspek intelijen, perlindungan personel (body armor), serta koordinasi antar-instansi harus ditingkatkan agar tidak ada lagi personel yang menjadi korban dalam upaya menekan angka peredaran narkoba yang kian merusak generasi muda.

Implikasi dan Langkah Hukum Polri

Bareskrim Polri menekankan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam terhadap prosedur operasional standar (SOP) di tingkat kewilayahan. Koordinasi dengan Polda Kalteng dilakukan untuk memetakan kembali jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah Katingan dan sekitarnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba menghalangi tugas aparat. Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengajak masyarakat untuk proaktif memberikan informasi terkait keberadaan para pelaku.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan serius. Partisipasi masyarakat sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merinci secara detail identitas terduga pelaku yang masih dalam pengejaran, namun dipastikan bahwa tim khusus telah diterjunkan untuk menyisir area persembunyian di kawasan hutan Katingan. Pihak keluarga korban pun telah mendapatkan pendampingan dari Polri sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.

Menjaga Semangat Pemberantasan Narkoba

Gugurnya Bripda Nopandri dan Aiptu Yudhi merupakan luka mendalam bagi institusi Polri. Namun, dalam pesan yang disampaikan oleh pimpinan Bareskrim, semangat untuk memerangi narkoba tidak boleh surut. Narkoba tetap menjadi ancaman serius bagi kedaulatan bangsa, dan Polri tetap menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai peredarannya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para bandar narkoba bahwa negara tidak akan pernah kalah dalam menghadapi ancaman kriminalitas. Proses hukum yang transparan dan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan narkotika lainnya di seluruh penjuru Indonesia.

Seluruh jajaran Polri kini tengah dalam kondisi siaga, tidak hanya untuk memburu pelaku di Katingan, tetapi juga untuk terus melakukan pembersihan terhadap jaringan narkoba di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan serupa. Kepergian Bripda Nopandri akan dikenang sebagai martir dalam perjuangan melawan narkoba, dan dedikasinya akan terus menjadi pemacu bagi rekan-rekan sejawatnya untuk tetap berani dan teguh dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Katingan pun diharapkan dapat bersinergi dengan aparat kepolisian untuk menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif. Tanpa dukungan masyarakat, perjuangan melawan narkoba akan menjadi jauh lebih berat. Dengan bersatunya elemen masyarakat dan kepolisian, diharapkan tidak akan ada lagi tragedi serupa yang terulang di masa depan.

Proses identifikasi jenazah Bripda Nopandri diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat, dan pihak kepolisian berjanji akan memberikan update secara berkala kepada publik mengenai perkembangan penyelidikan dan pengejaran para pelaku penyerangan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Susun Rancangan Perpres Perlindungan Tenaga Medis Pasca Tragedi Kematian dr. Icha di Timor Tengah Utara

4 Juli 2026 - 18:51 WIB

Senyum anak di hari khitan, wujud syukur insan PLN atas capaian perusahaan

4 Juli 2026 - 15:19 WIB

Haedar Nashir Proyeksikan Muhammadiyah Sapen Universal School Jadi Kiblat Pendidikan Dasar Berstandar Internasional

4 Juli 2026 - 12:52 WIB

KPK Ungkap Asal Usul Uang dalam Amplop yang Dibawa Bupati Kuantan Singingi Saat Menemui Menteri Kehutanan

4 Juli 2026 - 06:51 WIB

Terdakwa pembunuhan satu keluarga di Indramayu divonis seumur hidup

4 Juli 2026 - 00:51 WIB

Trending di Peristiwa