Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional melalui sektor pemberdayaan masyarakat. Dua lembaga kemahasiswaan di bawah naungan universitas tersebut, yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMATA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HIMATIKA), sukses meraih pendanaan dalam Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen civitas akademika UMBY dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada keilmuan spesifik.
Kepastian pendanaan ini didasarkan pada surat keputusan yang diterbitkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan nomor 1752/DST/B2/DT.01.01/2026. Dalam pengumuman resmi tersebut, tercatat bahwa dari ratusan proposal yang masuk, sebanyak 226 judul subproposal dari 105 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia dinyatakan layak mendapatkan pendanaan untuk merealisasikan program kerja mereka di desa mitra.
Kronologi dan Proses Seleksi yang Ketat
Program PPK Ormawa merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa kepada masyarakat desa, sekaligus mengasah kemampuan soft skills dan hard skills organisasi. Proses seleksi yang dilalui oleh HIMATA dan HIMATIKA UMBY bukanlah perkara mudah. Sejak awal tahun 2026, tahapan seleksi telah berlangsung secara bertahap, mulai dari seleksi internal tingkat universitas, pengunggahan proposal melalui sistem Belmawa, hingga proses penilaian substansi oleh tim reviewer nasional.
Pihak Biro Kemahasiswaan UMBY menjelaskan bahwa pendampingan intensif telah dilakukan jauh sebelum proposal dikirimkan. Strategi ini mencakup bedah proposal, penguatan metodologi pengabdian, hingga simulasi presentasi. Upaya ini membuahkan hasil ketika kedua tim berhasil meyakinkan tim penilai pusat bahwa program yang mereka usung memiliki relevansi yang kuat dengan permasalahan nyata di lapangan serta memiliki keberlanjutan ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Inovasi HIMATA: Diversifikasi Produk Kelapa di Kalurahan Depok
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMATA) UMBY di bawah bimbingan dosen Fakultas Ekonomi, Ika Wulandari, mengajukan subproposal dengan judul "Diversifikasi Produk Kelapa Terpadu Untuk Penguatan Kewirausahaan Kalurahan Depok Menuju Sentra Ekonomi Kreatif". Pemilihan tema ini didasarkan pada potensi sumber daya alam yang melimpah di wilayah tersebut, namun belum dikelola secara optimal dari sisi nilai tambah.
Secara teoritis, diversifikasi produk merupakan strategi ekonomi yang krusial untuk meningkatkan daya saing pasar. Dalam praktiknya, mahasiswa HIMATA akan mengedukasi masyarakat Kalurahan Depok untuk mengolah kelapa tidak hanya sebagai produk mentah, melainkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi seperti minyak kelapa murni (VCO), kerajinan berbahan limbah kelapa, hingga kuliner inovatif. Pendekatan akuntansi yang diterapkan mencakup pelatihan pembukuan sederhana dan manajemen keuangan usaha bagi pelaku UMKM di desa tersebut, sehingga tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang mandiri dan akuntabel.
Strategi HIMATIKA: KAFE LENTERA di Desa Sidoharjo
Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HIMATIKA) mengambil langkah strategis di bidang pendidikan dan kewirausahaan. Melalui subproposal berjudul "KAFE LENTERA (Literasi, Edukasi, dan Wirausaha): Pengembangan Kafe Cerdas Berbasis Edupreneurship di Desa Sidoharjo untuk Keberlanjutan Pembelajaran dan Penguatan Ekonomi", tim yang dibimbing oleh dosen FKIP, Nafida Hetty, ini mencoba mengintegrasikan fungsi edukasi ke dalam ruang publik ekonomi.

Konsep "Kafe Cerdas" yang ditawarkan bukanlah sekadar tempat untuk berinteraksi sosial, melainkan ruang belajar bagi anak-anak dan pemuda desa untuk meningkatkan literasi numerasi dan kewirausahaan. Edupreneurship menjadi kata kunci di sini, di mana masyarakat diajarkan untuk mengelola unit bisnis kafe dengan manajemen yang baik, sekaligus menjadikannya pusat kegiatan belajar masyarakat. Dengan metode yang dibawakan oleh mahasiswa pendidikan matematika, diharapkan konsep ini dapat memicu peningkatan minat belajar anak-anak di Desa Sidoharjo sekaligus memberikan pendapatan tambahan bagi komunitas pengelola.
Dukungan Institusional dan Realisasi Pendanaan
Kepala Biro Kemahasiswaan UMBY, Ir. Reo Sambodo, menekankan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata angka pendanaan, melainkan bentuk nyata integrasi antara ilmu di ruang kelas dengan kebutuhan riil di masyarakat. Pihak universitas memberikan dukungan penuh, tidak hanya dalam bentuk pendampingan teknis, tetapi juga bantuan pendanaan tambahan.
Secara rinci, setiap tim yang lolos mendapatkan dana bantuan pemberdayaan dari Belmawa berkisar antara Rp26 juta hingga Rp27 juta. Sebagai wujud dukungan konkret, UMBY mengalokasikan dana pendamping sebesar Rp5 juta per tim. Dana tersebut akan dikelola oleh tim yang terdiri dari 15 mahasiswa lintas prodi untuk HIMATA, dan 13 mahasiswa lintas prodi untuk HIMATIKA. Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin ilmu ini sangat krusial karena permasalahan di desa bersifat multidimensi, sehingga membutuhkan pendekatan yang komprehensif.
Analisis Implikasi dan Dampak Jangka Panjang
Keberhasilan dua lembaga kemahasiswaan ini membawa implikasi positif bagi posisi tawar Universitas Mercu Buana Yogyakarta dalam pemeringkatan kemahasiswaan nasional. Selain itu, terdapat tiga poin penting terkait dampak dari pelaksanaan PPK Ormawa ini:
- Peningkatan Kualitas Lulusan: Mahasiswa yang terlibat secara langsung dalam program ini akan memiliki pengalaman lapangan yang berharga, yang sering kali tidak didapatkan di bangku kuliah. Kemampuan manajerial, pemecahan masalah, dan negosiasi dengan stakeholder di desa akan menjadi bekal penting saat mereka memasuki dunia kerja.
- Transformasi Ekonomi Desa: Melalui intervensi teknologi tepat guna dan manajemen usaha yang ditawarkan oleh tim HIMATA dan HIMATIKA, diharapkan desa mitra dapat mengalami transformasi signifikan dalam pengelolaan potensi lokal mereka. Keberhasilan program ini akan menjadi model percontohan bagi desa-desa lainnya.
- Penguatan Ekosistem Riset dan Pengabdian: Tren positif yang ditunjukkan oleh lembaga kemahasiswaan UMBY mencerminkan ekosistem akademik yang sehat. Budaya berkompetisi dalam hibah nasional ini diharapkan akan terus berlanjut dan memotivasi himpunan mahasiswa lainnya untuk lebih proaktif dalam merancang program-program yang berdampak bagi masyarakat luas.
Evaluasi dan Keberlanjutan Program
Pihak universitas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala selama masa pelaksanaan program. Hal ini penting untuk memastikan bahwa target yang ditetapkan dalam subproposal dapat tercapai sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Monitoring tidak hanya berfokus pada penggunaan anggaran, tetapi juga pada dampak sosial yang dihasilkan di tengah masyarakat.
Ke depannya, UMBY berencana untuk memperluas jangkauan pembinaan lembaga kemahasiswaan agar lebih banyak organisasi yang mampu menembus pendanaan nasional. Dengan memberikan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi yang lebih sistematis, universitas berharap dapat terus mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Pencapaian HIMATA dan HIMATIKA dalam PPK Ormawa 2026 ini menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran vital sebagai agen perubahan. Dengan dukungan penuh dari institusi dan bimbingan dosen yang kompeten, kreativitas mahasiswa dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat luas bagi pembangunan desa di Indonesia. Program ini sekaligus menjadi cerminan bahwa kampus bukan lagi menara gading yang terpisah dari masyarakat, melainkan bagian integral dari solusi atas tantangan pembangunan bangsa.









