Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Peristiwa

FEB UIN Jakarta Jalin Sinergi Strategis dengan UGM untuk Akselerasi Mutu Pendidikan dan Daya Saing SDM Global

badge-check


					FEB UIN Jakarta Jalin Sinergi Strategis dengan UGM untuk Akselerasi Mutu Pendidikan dan Daya Saing SDM Global Perbesar

Langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional kembali ditunjukkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Melalui inisiatif strategis yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai mitra pendamping, FEB UIN Jakarta berkomitmen untuk melakukan transformasi tata kelola akademik dan kelembagaan. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya pencetakan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga memiliki daya saing kompetitif di kancah internasional.

Sinergi tersebut diwujudkan dalam kegiatan Konsinyering Penguatan Akademik dan Kelembagaan yang melibatkan jajaran pimpinan fakultas serta pakar manajemen dari MBA FEB UGM, Prof. Amin Wibowo, Ph.D. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi FEB UIN Jakarta untuk membedah peta jalan (roadmap) pengembangan fakultas menuju standar pendidikan bisnis kelas dunia.

Konteks dan Urgensi Transformasi Pendidikan Tinggi

Dunia pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari disrupsi digital, perubahan kebutuhan industri, hingga tuntutan akreditasi internasional yang semakin ketat. Di Indonesia, transformasi digital dan globalisasi menuntut institusi pendidikan untuk lebih adaptif. FEB UIN Jakarta, sebagai salah satu fakultas ekonomi di bawah naungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan keilmuan ekonomi modern yang kompetitif.

Upaya menggandeng UGM bukan sekadar pertukaran gagasan administratif, melainkan transfer pengetahuan (knowledge transfer) mengenai tata kelola sekolah bisnis yang telah terbukti berhasil. UGM, melalui program Magister Manajemen (MM) FEB-nya, telah menorehkan rekam jejak panjang sejak didirikan pada tahun 1988. Keberhasilan MM FEB UGM menembus peringkat ke-30 di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2026 menjadi tolok ukur utama yang dipelajari oleh pihak FEB UIN Jakarta.

Tujuh Pilar Reputasi Sekolah Bisnis

Dalam sesi pemaparan strategis, Prof. Amin Wibowo menjabarkan tujuh pilar utama yang menjadi fondasi reputasi sekolah bisnis internasional. Pilar-pilar ini berfungsi sebagai panduan bagi institusi yang ingin meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.

Pertama, otonomi operasional yang memungkinkan fakultas untuk bergerak lebih fleksibel dalam merespons dinamika pasar kerja. Kedua, kejelasan positioning, di mana sebuah fakultas harus memiliki keunikan (diferensiasi) yang tidak dimiliki oleh institusi lain. Ketiga, komitmen terhadap akreditasi internasional. Keempat, selektivitas input mahasiswa, yang mencerminkan kualitas luaran di masa depan. Kelima, kekuatan ekosistem alumni yang berperan sebagai penopang jaringan profesional. Keenam, keterlibatan aktif dengan industri, dan ketujuh, riset yang berdampak bagi masyarakat luas.

Prof. Amin menekankan bahwa akreditasi, seperti AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business), bukanlah tujuan akhir atau sekadar pajangan dinding. "Akreditasi global adalah disiplin operasional. Ia memaksa institusi untuk terus mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki kualitas mutunya secara konsisten," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan harus menjadi budaya organisasi, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif untuk menarik minat mahasiswa baru.

Strategi Penguatan Akademik FEB UIN Jakarta

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, menyatakan bahwa sinergi dan disiplin operasional adalah kunci utama. Menurutnya, kehadiran penuh seluruh pemangku kepentingan akademik dalam kegiatan konsinyering menunjukkan keseriusan fakultas dalam melakukan perbaikan. "Sinergi yang kita bangun dengan UGM merupakan langkah strategis untuk membawa program pendidikan di lingkungan FEB UIN Jakarta naik kelas," kata Prof. Ibnu.

Langkah ini mencakup penyelarasan kurikulum agar lebih adaptif terhadap tantangan disrupsi digital. Kurikulum yang tangguh harus mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan analitis, kepemimpinan, dan etika bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Selain itu, pengembangan kapasitas dosen melalui kolaborasi riset dan publikasi internasional juga menjadi bagian dari agenda besar ini.

FEB UIN Jakarta gandeng UGM mencetak SDM berkualitas

Analisis Implikasi: Menjawab Tantangan Disrupsi Digital

Disrupsi digital telah mengubah lanskap ekonomi dan bisnis secara drastis. Perguruan tinggi yang tidak segera melakukan penyesuaian akan tertinggal oleh perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), analitik data besar, dan model bisnis digital.

Kolaborasi antara FEB UIN Jakarta dan UGM memiliki implikasi luas. Secara internal, fakultas akan memiliki sistem penjaminan mutu yang lebih baik dan lebih terstandarisasi. Secara eksternal, langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik dan industri terhadap lulusan FEB UIN Jakarta. Dengan mengadopsi standar global, lulusan diharapkan memiliki daya saing yang setara dengan lulusan universitas top di tingkat regional maupun global.

Selain itu, kerja sama ini juga mencerminkan pola baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, yakni kolaborasi antaruniversitas (inter-university collaboration). Ali-alih berkompetisi secara tertutup, universitas-universitas terkemuka kini mulai saling berbagi praktik terbaik (best practices) demi kemajuan pendidikan nasional secara kolektif.

Kronologi dan Rencana Pengembangan Ke Depan

Kegiatan konsinyering yang diselenggarakan pada akhir Mei 2026 ini merupakan tahap awal dari rangkaian transformasi yang direncanakan. Berikut adalah kerangka kerja yang kemungkinan akan dijalankan oleh FEB UIN Jakarta:

  1. Tahap Penyelarasan (2026): Evaluasi kurikulum eksisting dan penyesuaian dengan standar akreditasi internasional.
  2. Tahap Peningkatan Kapasitas (2026-2027): Pelatihan intensif bagi tenaga pengajar dan staf kependidikan mengenai tata kelola berbasis data.
  3. Tahap Ekspansi Jaringan (2027-2028): Penguatan kemitraan dengan industri nasional dan internasional serta penguatan basis data alumni.
  4. Tahap Evaluasi Dampak (2028 dan seterusnya): Pemantauan capaian lulusan di pasar kerja dan peningkatan peringkat fakultas di level nasional maupun internasional.

Tanggapan Pihak Terkait dan Harapan Publik

Secara logis, kolaborasi ini mendapat respons positif dari para pemangku kepentingan. Bagi mahasiswa, standar pendidikan yang lebih baik berarti kompetensi yang lebih relevan dan daya tawar di pasar kerja yang lebih tinggi. Bagi industri, kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, adaptif, dan memiliki integritas tinggi.

Namun, tantangan terbesar bagi FEB UIN Jakarta terletak pada konsistensi implementasi. Mengubah budaya organisasi dari sekadar administratif menjadi berorientasi pada kualitas (quality-oriented) memerlukan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen fakultas. Peran kepemimpinan di tingkat dekanat dan departemen akan sangat menentukan keberhasilan transformasi ini.

Kesimpulan: Menuju Pendidikan Tinggi yang Berdaya Saing

Langkah FEB UIN Jakarta menggandeng UGM adalah bukti nyata bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia berada di jalur yang benar. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip tata kelola sekolah bisnis kelas dunia, FEB UIN Jakarta tidak hanya berupaya memperbaiki sistem pendidikannya, tetapi juga menjawab tantangan masa depan ekonomi global yang semakin kompetitif.

Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi benchmark baru bagi fakultas ekonomi lainnya di Indonesia. Dengan fokus pada tujuh pilar reputasi yang diusung oleh Prof. Amin Wibowo, FEB UIN Jakarta diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang melahirkan pemimpin masa depan yang berwawasan luas, inovatif, dan beretika. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi lintas institusi adalah kunci utama untuk mencetak SDM unggul yang mampu membawa Indonesia lebih maju di tengah dinamika dunia global.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari peringkat akreditasi, melainkan dari kontribusi nyata lulusannya dalam memajukan perekonomian bangsa. Melalui sinergi ini, FEB UIN Jakarta telah meletakkan batu pertama yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi para mahasiswanya dan bagi ekosistem pendidikan tinggi secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kementerian Agama Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Secara Mandiri Melalui Fenomena Rashdul Kiblat pada 27-28 Mei 2026

25 Mei 2026 - 12:51 WIB

Sasar Anak Muda Melalui Kreativitas Urban, Extrajoss Ultimate Sukses Gelar Aktivasi Merek di Kota Makassar

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Inspeksi Mendadak Tenda Mina Pastikan Tidak Ada Praktik Kaveling Ilegal KBIHU

24 Mei 2026 - 12:51 WIB

Inovasi Kuliner Idul Adha: Menilik Selat Solo dan Transformasi Pengolahan Daging Kurban di Era Modern

24 Mei 2026 - 06:51 WIB

Wakapolri koordinasi dengan Arab Saudi perkuat pelindungan jamaah haji jelang puncak musim haji 2026

24 Mei 2026 - 00:51 WIB

Trending di Peristiwa