Festival musik lintas negara bertajuk Latihan Pestapora 2026 secara resmi mengumumkan kehadiran legenda musik dangdut Indonesia, Rhoma Irama, sebagai salah satu penampil utama dalam gelaran yang akan dilangsungkan di Stadion Hoki Nasional, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 Agustus 2026 mendatang. Kehadiran sosok yang dijuluki Raja Dangdut ini menandai kembalinya sang legenda ke panggung Malaysia setelah absen selama dua dekade, sekaligus menjadi jembatan diplomasi budaya melalui musik antara dua negara serumpun. Dalam konferensi pers yang digelar di Kuala Lumpur pada Kamis (21/5/2026), penyelenggara mengonfirmasi bahwa Rhoma Irama tidak hanya akan tampil solo bersama Soneta Group, tetapi juga akan terlibat dalam kolaborasi eksklusif dengan band pop-jazz ternama Indonesia, Maliq & D’essentials.
Keterlibatan Rhoma Irama dalam festival ini menjadi momen historis bagi industri hiburan di kawasan Asia Tenggara. Melalui sambungan daring dalam sesi konferensi pers, Rhoma mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya untuk kembali menyapa penggemar di Malaysia. Ia mencatat bahwa sepanjang kariernya, ia telah melakukan konser di Malaysia sebanyak 10 kali, namun penampilan terakhirnya terjadi sekitar 20 tahun yang lalu. Kerinduan yang mendalam terhadap publik musik di Negeri Jiran menjadi motivasi utama di balik kesediaannya untuk bergabung dalam jajaran musisi Latihan Pestapora 2026. Rhoma berharap penampilannya nanti dapat menjadi ajang reuni sekaligus perayaan musik yang menyatukan berbagai generasi pendengar.
Kolaborasi Lintas Genre: Rhoma Irama dan Maliq & D’essentials
Salah satu daya tarik utama yang paling dinantikan dari Latihan Pestapora Malaysia 2026 adalah kolaborasi antara Rhoma Irama dan Maliq & D’essentials. Vokalis Maliq & D’essentials, Angga Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana, menyatakan bahwa kesempatan untuk berbagi panggung kembali dengan sang Raja Dangdut merupakan sebuah kehormatan besar. Kolaborasi ini dipandang sebagai eksperimen musikal yang berani, mengingat perbedaan genre yang cukup kontras antara musik dangdut yang diusung Rhoma dengan nuansa pop, jazz, dan soul yang menjadi identitas Maliq & D’essentials.
Pihak Maliq & D’essentials membocorkan bahwa mereka tengah mengkurasi beberapa lagu pilihan yang akan diaransemen ulang secara khusus untuk penampilan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan warna baru dalam festival, sekaligus menunjukkan fleksibilitas musik Indonesia yang dapat melebur tanpa sekat genre. Kehadiran kolaborasi ini juga mencerminkan semangat "Pestapora" yang selama ini dikenal di Indonesia sebagai festival yang inklusif dan merayakan keberagaman ekosistem musik.
Profil Musisi dan Keberagaman Lineup Lintas Negara
Latihan Pestapora 2026 tidak hanya mengandalkan nama besar Rhoma Irama. Festival yang merupakan adopsi dari festival musik populer Indonesia, Pestapora, ini membawa rombongan musisi papan atas Indonesia untuk bersanding dengan talenta-talenta terbaik dari Malaysia. Dari sisi Indonesia, nama-nama besar seperti Tulus, yang dikenal dengan kekuatan lirik dan vokalnya, akan turut memeriahkan panggung. Selain itu, terdapat penyanyi muda yang tengah naik daun seperti Bernadya, Mahalini, Nadhif Basalamah, serta grup musik Romantic Echoes dan Juicy Luicy.
Kehadiran musisi-musisi muda ini menunjukkan upaya penyelenggara untuk menjangkau demografi penonton yang lebih luas, mulai dari generasi yang tumbuh besar dengan lagu-lagu Rhoma Irama hingga generasi Z yang menggandrungi musik-musik indie-pop dan folk modern. Sementara itu, dari pihak tuan rumah, Malaysia akan diwakili oleh jajaran musisi yang memiliki basis penggemar kuat di kedua negara. Nama-nama seperti Aisha Retno, Aziz Harun, Gerhana Skacinta, Masdo, Insomniacks, dan FUGO dipastikan akan memberikan performa terbaik mereka.
Sorotan khusus juga diberikan kepada band Masdo dan Gerhana Skacinta. Keduanya direncanakan tampil dengan repertoar yang dikurasi khusus untuk Latihan Pestapora 2026. Masdo, yang populer dengan warna musik pop 60-an, akan bersinergi dengan nuansa ska dari Gerhana Skacinta dalam sebuah penampilan yang dirancang untuk menghapus batasan antar-genre secara mulus. Selain itu, kolaborasi antara Nadhif Basalamah dari Indonesia dengan Aziz Harun dan Aisha Retno dari Malaysia diharapkan menjadi simbol kerja sama kreatif antara musisi muda kedua negara.
Strategi Penyelenggaraan dan Respons Pasar
Penyelenggaraan Latihan Pestapora di Malaysia merupakan hasil kolaborasi strategis antara Hitman Solutions, sebuah perusahaan promotor terkemuka di Malaysia, dan Boss Creator yang merupakan inisiator Pestapora di Indonesia. Kiki Ucup, Direktur Festival Pestapora & Co-Founder Boss Creator, menjelaskan bahwa Latihan Pestapora bukan sekadar konser musik biasa, melainkan sebuah gerakan budaya. Tujuan utamanya adalah memperkuat hubungan regional di sektor industri kreatif dan memastikan bahwa musik Indonesia serta Malaysia dapat terus saling mendukung dan berkembang di pasar internasional.
Respons pasar terhadap festival ini terbukti sangat positif. Rohit Rampal, CEO dan Pendiri Hitman Group, mengungkapkan bahwa penjualan tiket kategori blind sale yang dilakukan beberapa waktu lalu mendapatkan sambutan yang luar biasa dari publik Malaysia. Kecepatan habisnya tiket dalam fase awal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep festival yang menawarkan perpaduan musisi lintas negara dan lintas generasi. Menurut Rohit, antusiasme ini menjadi indikator bahwa pasar musik di Malaysia sangat terbuka terhadap konten hiburan berkualitas yang dibawa dari negara tetangga, khususnya Indonesia.

Konteks Latar Belakang dan Garis Waktu Peristiwa
Latihan Pestapora 2026 merupakan kelanjutan dari kesuksesan edisi perdana yang diadakan pada tahun-tahun sebelumnya. Festival Pestapora sendiri pertama kali lahir di Jakarta dan dengan cepat tumbuh menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia yang dikenal karena keberaniannya dalam menyusun daftar penampil yang tidak biasa (eclectic). Ekspansi ke Malaysia melalui merek "Latihan Pestapora" menunjukkan ambisi penyelenggara untuk menjadikan festival ini sebagai barometer musik di Asia Tenggara.
Berikut adalah garis waktu perkembangan Latihan Pestapora Malaysia 2026:
- Awal 2026: Penyelenggara mulai melakukan riset pasar dan koordinasi lintas negara antara Hitman Solutions dan Boss Creator.
- April 2026: Pembukaan penjualan tiket blind sale yang ludes dalam waktu singkat, membuktikan permintaan yang tinggi.
- Mei 2026: Pelaksanaan konferensi pers resmi di Kuala Lumpur untuk mengumumkan jajaran penampil utama, termasuk Rhoma Irama.
- Juni-Juli 2026: Periode promosi intensif dan persiapan teknis di Stadion Hoki Nasional.
- 15 Agustus 2026: Hari pelaksanaan festival Latihan Pestapora 2026 di Kuala Lumpur.
Pemilihan Stadion Hoki Nasional sebagai lokasi acara juga memiliki alasan strategis. Stadion ini memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung ribuan penonton, sekaligus menyediakan fasilitas yang memadai untuk produksi panggung berskala besar. Secara historis, kawasan Bukit Jalil sering menjadi pusat kegiatan hiburan dan olahraga internasional di Malaysia, sehingga aksesibilitas bagi penonton lokal maupun turis dari luar negeri sangat terjamin.
Analisis Dampak dan Implikasi Budaya
Secara analisis, kehadiran Latihan Pestapora 2026 di Malaysia memiliki implikasi yang luas bagi kedua negara. Pertama, dari sudut pandang ekonomi kreatif, festival ini mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis acara (event tourism). Banyak penggemar musik dari Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan kolaborasi langka Rhoma Irama dan Maliq & D’essentials, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi pada pendapatan hotel, transportasi, dan kuliner di Malaysia.
Kedua, secara kultural, festival ini memperkuat posisi musik dangdut sebagai identitas budaya yang mampu melampaui batas kedaulatan negara. Rhoma Irama bukan sekadar penyanyi, melainkan ikon budaya yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran pesan-pesan sosial dan moral melalui lirik-liriknya. Dengan tampilnya Rhoma di hadapan publik Malaysia, hal ini menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat serumpun yang selama puluhan tahun telah mengonsumsi karya-karya beliau melalui radio, kaset, dan film-film lawas.
Ketiga, kolaborasi antara musisi muda seperti Nadhif Basalamah dan Aisha Retno menciptakan peluang untuk transfer pengetahuan dan jaringan profesional di antara industri musik kedua negara. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem musik di kawasan regional agar tetap kompetitif di tengah gempuran tren musik global seperti K-Pop atau pop Barat. Festival ini menjadi wadah bagi musisi lokal untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas produksi dan daya tarik panggung yang setara dengan musisi internasional lainnya.
Harapan dan Harapan Masa Depan
Pihak penyelenggara berharap Latihan Pestapora 2026 dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target jumlah penonton yang diharapkan. Lebih dari sekadar angka penjualan tiket, keberhasilan acara ini akan menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan festival-festival serupa di masa depan. Kiki Ucup menekankan bahwa tujuan jangka panjangnya adalah menciptakan ikatan persaudaraan yang semakin erat antara Indonesia dan Malaysia melalui perantara musik.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang sebelumnya sempat memberikan perhatian pada isu royalti musik dangdut, diharapkan aspek legalitas dan kesejahteraan para musisi yang tampil tetap terjaga. Penampilan Rhoma Irama di Malaysia pada Agustus mendatang diprediksi tidak hanya akan menjadi sebuah konser, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa seni tidak mengenal batas waktu dan usia, serta tetap menjadi kekuatan pemersatu yang paling efektif di Asia Tenggara.
Masyarakat kini menantikan bagaimana aransemen lagu "Begadang" atau "Terajana" akan dibawakan dengan sentuhan modern khas Maliq & D’essentials, serta bagaimana energi ribuan penonton di Stadion Hoki Nasional akan menyatu dalam harmoni musik serumpun yang telah lama dirindukan. Latihan Pestapora 2026 dipastikan akan menjadi salah satu catatan sejarah penting dalam perjalanan musik populer di kawasan ini pada tahun 2026.









