Persebaya Surabaya tampil impresif saat menjamu PSBS Biak dalam laga lanjutan pekan ke-31 BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Sabtu (2/5/2026), berakhir dengan kemenangan mutlak bagi tuan rumah dengan skor 4-0. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tambahan tiga poin krusial bagi Bajol Ijo, namun juga mempertegas dominasi mereka di hadapan ribuan pendukung setia, Bonek, yang memadati stadion.
Milos Raickovic muncul sebagai aktor utama di balik kebuntuan babak pertama dengan mencetak dua gol pada menit ke-53 dan ke-66. Tidak berhenti di situ, gelandang kreatif asal Meksiko, Francisco Rivera, menyempurnakan pesta gol Persebaya melalui dua gol tambahan pada menit ke-75 dan ke-81. Hasil ini mengukuhkan posisi Persebaya dalam persaingan ketat di papan atas klasemen sementara liga.
Jalannya Pertandingan: Dominasi dari Menit Awal
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, skuad asuhan Bernardo Tavares Fernando Jose langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan skema umpan-umpan pendek yang mengalir dari lini tengah, Persebaya berhasil mengurung pertahanan PSBS Biak. Statistik menunjukkan bahwa penguasaan bola didominasi sepenuhnya oleh tuan rumah, dengan alur bola yang kerap dipusatkan melalui pergerakan Bruno Moreira dan Gali Freitas di sektor sayap.
Peluang emas pertama Persebaya hadir pada menit keenam melalui sepakan spekulasi Milos Raickovic dari luar kotak penalti. Namun, bola yang meluncur deras masih melebar tipis di sisi gawang yang dikawal oleh Dimas Galih Pratama. Sepanjang babak pertama, Persebaya terus membombardir pertahanan Badai Pasifik—julukan PSBS Biak—lewat aksi Mihailo Perovic dan Toni Firmansyah. Kendati demikian, hingga turun minum, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0 akibat disiplinnya lini belakang PSBS Biak dan kurang tajamnya penyelesaian akhir dari para penyerang Persebaya.
PSBS Biak, yang sadar akan keterbatasan kualitas serangan, memilih untuk menerapkan taktik serangan balik cepat. Strategi ini nyaris membuahkan hasil pada menit ke-30. Hassan Nader, yang berhasil lolos dari jebakan offside, berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persebaya, Andhika Ramadhani. Namun, kesigapan Andhika dalam menutup ruang tembak mampu menggagalkan upaya tersebut, menjaga gawang Persebaya tetap perawan.
Kebangkitan di Babak Kedua: Milos dan Rivera Bersinar
Memasuki babak kedua, perubahan taktik yang dilakukan oleh asisten pelatih Kahudi Wahyu Widodo terbukti efektif. Masuknya Bruno Moreira menggantikan Gali Freitas memberikan dimensi baru dalam penyerangan. Efeknya instan; pada menit ke-53, sebuah skema kerja sama apik antara Bruno Moreira dan Milos Raickovic berakhir dengan tendangan keras Milos dari luar kotak penalti yang menghujam sudut gawang PSBS. Gol tersebut memecah kebuntuan dan membakar semangat publik GBT.
Keunggulan 1-0 membuat mentalitas pemain PSBS Biak goyah. Persebaya semakin leluasa mengeksploitasi celah di lini belakang lawan. Pada menit ke-66, Milos kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan terukur dari Malik Risaldi, Milos dengan tenang mengonversi peluang tersebut menjadi gol keduanya, mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Tak puas dengan dua gol, Persebaya terus menekan. Francisco Rivera, yang tampil menonjol sepanjang laga, melengkapi penderitaan tim tamu. Gol pertama Rivera tercipta pada menit ke-75 setelah menerima umpan silang dari Bruno Paraiba. Enam menit berselang, tepatnya pada menit ke-81, Rivera kembali membobol gawang PSBS melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti yang tidak mampu dijangkau oleh kiper pengganti, Andika Wisnu Pradipta. PSBS Biak sempat memiliki peluang memperkecil ketertinggalan melalui Raja Siregar pada menit ke-85, namun bola hanya membentur mistar gawang. Skor 4-0 bertahan hingga laga berakhir.
Konteks dan Statistik: Persebaya Menuju Papan Atas
Kemenangan ini menempatkan Persebaya Surabaya pada perolehan 51 poin dari 31 pertandingan. Secara matematis, hasil ini memberikan tekanan besar kepada Malut United FC yang berada di peringkat keempat. Jika Malut United gagal meraih poin penuh dalam laga melawan Persis Solo pada Sabtu malam, Persebaya dipastikan akan naik satu peringkat di klasemen sementara.
Bagi PSBS Biak, kekalahan ini menjadi pukulan telak yang memperpanjang catatan buruk mereka di musim 2025/2026. Dengan hanya mengoleksi 18 poin, PSBS Biak semakin terbenam di dasar klasemen dan berada dalam situasi yang sangat kritis terkait ancaman degradasi. Secara statistik, efektivitas serangan PSBS yang sangat rendah dan kerentanan lini pertahanan menjadi PR besar bagi jajaran pelatih mereka di sisa laga musim ini.

Analisis Strategis dan Dampak Laga
Secara taktikal, keberhasilan Persebaya dalam laga ini tidak lepas dari kemampuan Bernardo Tavares dalam melakukan rotasi dan penyesuaian posisi pemain di babak kedua. Pergantian pemain yang dilakukan di awal babak kedua terbukti krusial dalam meningkatkan intensitas serangan. Keberadaan pemain seperti Francisco Rivera sebagai motor serangan terbukti efektif dalam memecah kebuntuan, terutama saat menghadapi tim yang bermain sangat defensif atau "parkir bus".
Dampak kemenangan ini bagi Persebaya adalah meningkatnya kepercayaan diri tim menjelang laga sengit melawan Persis Solo di Stadion Manahan pada 9 Mei mendatang. Kemenangan telak 4-0 menjadi modal psikologis yang penting. Bagi PSBS Biak, pertandingan melawan Dewa United Banten FC pada 8 Mei akan menjadi laga hidup mati. Kegagalan meraih poin dalam laga tersebut akan semakin memperkecil peluang mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Tanggapan Pihak Terkait
Meskipun tidak ada konferensi pers resmi yang dipublikasikan secara mendalam, asisten pelatih Kahudi Wahyu Widodo dalam pernyataannya singkat pasca-pertandingan mengungkapkan kepuasan atas performa anak asuhnya. "Para pemain menjalankan instruksi dengan disiplin tinggi di babak kedua. Kami bersabar dalam membongkar pertahanan lawan, dan itu membuahkan hasil," ujarnya singkat.
Di sisi lain, kubu PSBS Biak tampak terpukul. Upaya mereka untuk mencuri poin di kandang lawan kandas oleh efisiensi serangan Persebaya yang jauh lebih superior. Fokus tim tamu kini beralih pada pemulihan mental pemain untuk menatap laga krusial pekan ke-32.
Susunan Pemain dan Detail Teknis
Pertandingan ini juga mencatat beberapa debut atau rotasi pemain yang cukup signifikan. Di kubu Persebaya, Andhika Ramadhani kembali membuktikan kapasitasnya di bawah mistar gawang dengan mencatatkan clean sheet. Lini tengah yang diisi oleh kombinasi pemain berpengalaman dan muda menunjukkan keseimbangan yang baik, terutama dengan peran vital Milos Raickovic dan Francisco Rivera.
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan:
Persebaya Surabaya: Andhika Ramadhani (GK), Arief Catur Pamungkas (Malik Risaldi 46′), Risto Mitrevski, Francisco Israel Rivera Davalos (C), Mihailo Perovic (Bruno Paraiba 61′), Riyan Ardiansyah, Jefferson Junio Antonio Da Silva, Paulo Domingos Gali da Costa Freitas (Bruno Moreira 46′), Gustavo Fernandes Henrique Querino, Toni Firmansyah (Ichas Baihaqi 73′), Milos Raickovic (Mikael Tata 87′).
PSBS Biak: Dimas Galih Pratama (GK) (Andika Wisnu Pradipta 50′), Nurhidayat HH, Mohcine Hassan Nader (Ilham Udin 50′), Claudio Lucas Morais Ferreira dos Santos (Urbanus L 69′), Arjuna Agung (Raja Siregar 69′), Damianus Adiman Putra, Pablo Andrade Plaza da Silva (C), Moses Elias Almendo Madjar (Oktavianto L 69′), Iqbal Hadi Perdana, Nelson Alom, Heri Susanto.
Proyeksi Masa Depan Musim 2025/2026
Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan di akhir musim, peta persaingan BRI Super League 2025/2026 semakin memanas. Persebaya kini berada dalam jalur yang tepat untuk finis di posisi empat besar, sebuah pencapaian yang akan menjadi peningkatan signifikan dibandingkan performa mereka di awal musim. Konsistensi permainan menjadi kunci utama bagi tim Bajol Ijo untuk menutup musim dengan catatan manis.
Sementara itu, bagi PSBS Biak, realitas degradasi sudah di depan mata. Dibutuhkan keajaiban dan perubahan total dalam pola permainan mereka jika ingin keluar dari zona merah. Kompetisi yang semakin ketat di pekan-pekan terakhir ini menuntut setiap klub untuk memberikan performa maksimal, tanpa ada ruang bagi kesalahan teknis maupun taktikal yang merugikan.
Pertandingan antara Persebaya dan PSBS Biak pada Sabtu sore lalu bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah cerminan dari perbedaan kualitas teknis dan kedalaman skuad yang dimiliki kedua tim di tengah kompetisi BRI Super League yang semakin menantang. Bagi para penggemar, performa dominan Persebaya memberikan harapan baru, sementara bagi PSBS Biak, ini menjadi refleksi pahit atas perjalanan mereka di musim ini. Sejarah akan mencatat kemenangan ini sebagai salah satu langkah penting Persebaya dalam mengamankan posisi terhormat di akhir musim kompetisi 2025/2026.









