Prosesi wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) periode April 2026 yang berlangsung pada 22-23 April di Grha Sabha Pramana (GSP) menyisakan cerita inspiratif tentang dedikasi dan resiliensi. Buono Aji Santoso (30), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu lulusan terbaik dari Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, sebuah capaian prestisius yang diraihnya hanya dalam waktu 1 tahun 6 bulan 21 hari, jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata masa studi magister periode tersebut yang mencapai 2 tahun 1 bulan dengan rata-rata IPK 3,75.
Keberhasilan Buono tidak sekadar mencerminkan kemampuan akademis yang luar biasa, tetapi juga ketangguhan mental dalam menyeimbangkan tuntutan karier sebagai auditor negara, tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan beban emosional saat mendampingi ibunda tercinta yang berjuang melawan kanker tiroid stadium 4 hingga akhir hayatnya pada Maret 2026.
Kronologi Perjalanan Akademik dan Profesional
Perjalanan akademis Buono di UGM dimulai pada Agustus 2024. Keputusan untuk menempuh pendidikan pascasarjana didorong oleh visi strategisnya untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai auditor internal pemerintah. Sejak tahun 2018, Buono telah berkecimpung di Kementerian PANRB, di mana ia tidak hanya berperan sebagai pengawas keuangan negara, tetapi juga berfungsi sebagai konsultan untuk memastikan efisiensi anggaran publik atau value for money.
Selama 18 bulan masa studi, Buono menyusun jadwal yang sangat ketat. Ia membagi waktu antara kewajiban profesional sebagai abdi negara, tugas domestik di rumah, dan tuntutan riset tesis. Kedisiplinan menjadi kunci utama; ia memanfaatkan setiap celah waktu untuk membaca literatur, berdiskusi dengan rekan sejawat, serta mendalami teori akuntansi publik yang relevan dengan pekerjaannya.
Kondisi menjadi semakin menantang saat Buono memasuki masa pengerjaan tesis. Di tengah tekanan akademis, ia harus memberikan perhatian penuh kepada sang ibu. Kehilangan sosok ibunda tepat satu bulan sebelum wisuda menjadi ujian terberat dalam hidupnya. Namun, Buono memegang teguh nasihat ibunya untuk tidak pernah berhenti berjuang dan belajar, sebuah amanah yang ia bawa hingga ke podium GSP UGM.
Strategi Belajar dan Budaya Akademik di FEB UGM
Prestasi akademik yang diraih Buono merupakan akumulasi dari strategi belajar yang sistematis. Menurut penuturannya, ia menerapkan metode fokus penuh selama perkuliahan berlangsung. Alih-alih hanya mengandalkan hafalan, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam diskusi kelas dan pendokumentasian poin-poin kritis yang dipelajari.

Di FEB UGM, lingkungan akademik yang menuntut integritas tinggi turut membentuk karakternya. Buono menyebut bahwa nilai-nilai profesionalisme dan kejujuran adalah fondasi yang ia bawa kembali ke dunia kerja. Ia percaya bahwa kualitas seorang akademisi dan praktisi akuntansi tidak hanya diukur dari angka di transkrip nilai, melainkan dari bagaimana ia memproses ilmu tersebut menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Salah satu pencapaian yang menjadi titik balik kepercayaan dirinya adalah saat ia meraih predikat Best Presenter dalam International Student Conference yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Meskipun ia mengaku kemampuan berbahasa Inggrisnya berada pada level moderat, keberhasilannya memaparkan riset di kancah internasional membuktikan bahwa ketekunan dalam persiapan materi seringkali melampaui hambatan linguistik.
Tantangan dan Resiliensi dalam Menghadapi Kegagalan
Tidak semua perjalanan Buono berjalan mulus. Di awal semester, ia sempat mengalami guncangan saat hasil ujiannya tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebagai mahasiswa pascasarjana yang terbiasa dengan target tinggi, hasil tersebut sempat memicu kekhawatiran. Namun, ia memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Ia mengubah kegagalan tersebut menjadi instrumen evaluasi untuk meningkatkan intensitas dan kualitas belajarnya pada ujian akhir semester berikutnya.
Pengalaman ini mengajarkan Buono tentang pentingnya keikhlasan. Ia menyadari bahwa ketika seseorang telah memberikan usaha maksimal, hasil yang didapat—apa pun bentuknya—harus diterima dengan lapang dada. Filosofi inilah yang kemudian ia terapkan saat menghadapi ujian kehidupan yang jauh lebih berat, yakni kepergian ibundanya.
Analisis Implikasi: Penguatan Tata Kelola Keuangan Negara
Capaian Buono Aji Santoso bukan sekadar keberhasilan individu. Secara makro, keberhasilan ASN seperti Buono dalam menempuh pendidikan tinggi di bidang akuntansi publik memiliki implikasi positif bagi reformasi birokrasi di Indonesia. Dengan pengetahuan mendalam mengenai value for money dan akuntansi sektor publik, ia diproyeksikan menjadi katalis dalam peningkatan kualitas audit internal pemerintah.
Kerja sama antara FEB UGM dengan instansi seperti BPKP dan kementerian terkait telah terbukti menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan teori akademis dengan praktik lapangan. Fokus pada akuntansi publik yang diterapkan di Magister Akuntansi FEB UGM selaras dengan kebutuhan negara dalam memastikan setiap rupiah dari APBN memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.
Tanggapan Institusi dan Harapan ke Depan
Pihak Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM melalui tim humas mengapresiasi kegigihan Buono. Keberhasilannya menyelesaikan studi dengan IPK sempurna di tengah musibah pribadi menunjukkan ketahanan emosional yang tinggi. Hal ini dianggap sebagai standar ideal mahasiswa pascasarjana yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan karakter.

Ke depan, Buono berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmunya di Kementerian PANRB. Ia berencana tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga mentransfer ilmu kepada rekan sejawat untuk meningkatkan efisiensi tata kelola keuangan publik secara nasional. Selain itu, Buono telah menaruh rencana jangka panjang untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3) guna memperdalam spesialisasi di bidang yang ia geluti.
Pesan bagi Mahasiswa: Pentingnya Keteguhan Proses
Menutup pembicaraan pascawisuda, Buono membagikan refleksi bagi mahasiswa lain yang sedang berjuang menempuh studi. Ia menegaskan bahwa kunci utama bukanlah bakat alami, melainkan kemauan untuk terus mencoba di tengah ketidakpastian. Menurutnya, kegagalan adalah guru terbaik yang menyediakan ruang untuk belajar lebih dalam.
"Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang kita miliki sekarang. Tingkatkan kapasitas diri, kuatkan literasi, dan jangan biarkan rasa lelah menghentikan langkah kita. Setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang memuaskan, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi mereka yang kita cintai," pungkasnya.
Kisah Buono Aji Santoso adalah pengingat bahwa di balik gelar dan capaian akademis, terdapat kerja keras yang konsisten dan pengorbanan yang mendalam. Ia menjadi representasi dari generasi profesional muda Indonesia yang memiliki ambisi besar untuk memperbaiki tata kelola sektor publik melalui jalur pendidikan formal yang berkualitas, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan integritas.
Wisuda periode April 2026 ini akan tercatat bukan hanya sebagai seremonial kelulusan, melainkan sebagai tonggak bersejarah bagi individu-individu yang berhasil membuktikan bahwa rintangan hidup tidak seharusnya menjadi penghambat, melainkan bahan bakar untuk melampaui batas kemampuan diri sendiri. Dengan semangat yang sama, diharapkan para lulusan pascasarjana UGM lainnya dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa, sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing di sektor publik maupun swasta.









