Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Studi & Edukasi Budaya Yogya

Prof. Dr. med. vet. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih M.P. Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM dalam Bidang Struktur Perkembangan Hewan

badge-check


					Prof. Dr. med. vet. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih M.P. Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM dalam Bidang Struktur Perkembangan Hewan Perbesar

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat jajaran tenaga ahli akademiknya dengan mengukuhkan Prof. Dr. med. vet. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih, M.P., sebagai Guru Besar dalam bidang Struktur Perkembangan Hewan pada Fakultas Biologi. Upacara pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM pada Kamis, 2 Juli 2026, tersebut menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan karier akademik beliau sekaligus penegasan posisi UGM dalam memajukan riset biomedis dan industri perunggasan nasional. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Peran Ilmu Struktur Perkembangan Ayam di Bidang Biomedis dan Industri Perunggasan, Prof. Hendry menguraikan urgensi integrasi biologi perkembangan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan etika riset medis.

Urgensi Modernisasi Industri Perunggasan Lokal

Indonesia saat ini memiliki kekayaan plasma nutfah ayam lokal yang melimpah, namun potensi tersebut belum tergarap optimal. Prof. Hendry menyoroti adanya kesenjangan produktivitas yang lebar antara ayam lokal dengan ras unggul internasional. Beberapa kendala utama yang diidentifikasi meliputi laju pertumbuhan yang lambat, rendahnya efisiensi reproduksi, serta ketergantungan pada pola pemeliharaan tradisional yang belum tersentuh teknologi modern.

Menurut Prof. Hendry, intervensi melalui ilmu struktur perkembangan hewan adalah kunci untuk memecahkan kebuntuan tersebut. Bidang ilmu ini mencakup pemahaman mendalam mengenai proses biologis mulai dari fertilisasi, pembelahan sel, diferensiasi, hingga tahap organogenesis. Gangguan pada fase-fase awal kehidupan embrio ayam tidak hanya berdampak pada kegagalan penetasan, tetapi juga menentukan kualitas hidup dan produktivitas ayam saat dewasa. Dengan memahami mekanisme molekuler dan seluler dalam pembentukan organ, para peternak dan praktisi industri dapat melakukan intervensi nutrisi yang tepat sasaran sejak dini.

Prof Hendry Saragih Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM 

Embrio Ayam sebagai Model Riset Biomedis yang Etis

Salah satu kontribusi signifikan yang dipaparkan oleh Prof. Hendry adalah pemanfaatan embrio ayam sebagai model organisme dalam riset biomedis. Dalam dunia sains, penggunaan hewan coba (animal testing) sering kali terbentur pada dilema etika. Prof. Hendry menjelaskan bahwa penggunaan embrio ayam pada tahap perkembangan awal menawarkan solusi yang sejalan dengan prinsip 3R dalam kesejahteraan hewan: Replacement (penggantian), Reduction (pengurangan), dan Refinement (perbaikan).

Pada tahap awal perkembangan, embrio ayam belum dikategorikan sebagai organisme dengan tingkat sensitivitas penuh terhadap rasa sakit atau tekanan, sehingga secara etis lebih dapat diterima dibandingkan penggunaan vertebrata dewasa. Metode Chick Embryotoxicity Screening Test (CHEST) menjadi instrumen krusial dalam penelitian toksikologi perkembangan. Metode ini memungkinkan pengujian dini terhadap efek embriotoksik maupun teratogenik dari berbagai senyawa, mulai dari bahan farmakologis, kosmetik, zat pengawet, hingga kontaminan lingkungan, sebelum senyawa tersebut diuji lebih lanjut pada subjek manusia atau hewan yang lebih kompleks.

Secara biologis, embrio ayam merupakan model klasik yang memiliki keunggulan operasional tinggi. Kemiripan mekanisme genetik serta sekuens genom antara ayam dan vertebrata lainnya, termasuk manusia, menjadikan model ini sangat relevan untuk memetakan risiko penyakit bawaan. Peneliti dapat memanipulasi cangkang telur untuk mengamati perkembangan organ secara langsung (in vivo) dan mengisolasi efek paparan zat tertentu terhadap sistem saraf, kardiovaskular, dan jaringan otot dalam waktu yang relatif singkat.

Inovasi Nutrisi Berbasis Sumber Daya Akuatik

Transformasi industri perunggasan tidak hanya bergantung pada perbaikan genetik, tetapi juga pada optimalisasi nutrisi. Prof. Hendry menekankan perlunya mengeksplorasi bahan pakan alternatif yang berkelanjutan guna menekan biaya produksi yang sering kali didominasi oleh impor bahan pakan konvensional.

Prof Hendry Saragih Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM 

Hasil riset beliau menunjukkan bahwa sumber daya akuatik—seperti makroalga, alga hijau, dan hasil samping industri perikanan—memiliki profil nutrisi yang sangat potensial. Bahan-bahan ini kaya akan protein, mineral, dan asam lemak esensial yang krusial untuk mendukung perkembangan jaringan otot dan sistem pernapasan ayam.

Analisis histologis dan anatomis yang dilakukan dalam penelitian beliau menunjukkan bahwa intervensi nutrisi ini mampu memperbaiki morfologi usus halus, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi. Hal ini membuktikan bahwa strategi pakan yang berbasis pada pemanfaatan limbah perikanan tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga secara biologis mendukung peningkatan performa pertumbuhan unggas secara signifikan. Implementasi temuan ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi yang lebih mandiri dan ramah lingkungan bagi peternak lokal di seluruh Indonesia.

Implikasi Strategis bagi Ketahanan Pangan Nasional

Pengukuhan Prof. Hendry membawa angin segar bagi integrasi antara dunia akademis dan industri. Strategi yang diusulkan, yang menggabungkan biologi perkembangan, etika biomedis, dan nutrisi berbasis sumber daya lokal, menawarkan cetak biru bagi pengembangan industri perunggasan nasional yang berkelanjutan.

Implikasi dari riset ini cukup luas. Pertama, dari sisi kebijakan, pemerintah dapat menggunakan data ilmiah yang dihasilkan untuk merumuskan standar nutrisi unggas yang lebih efisien dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Kedua, dari sisi kesehatan masyarakat, penggunaan metode CHEST dalam pengujian produk konsumsi atau kosmetik akan meningkatkan standar keamanan produk yang beredar di pasar domestik. Ketiga, dari sisi ketahanan pangan, peningkatan produktivitas ayam lokal melalui intervensi perkembangan akan membantu stabilitas pasokan protein hewani bagi masyarakat.

Prof Hendry Saragih Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM 

Profil dan Kontribusi Akademik di UGM

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Prof. Hendry. Beliau mencatat bahwa Prof. Hendry kini menjadi bagian dari 545 guru besar aktif di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Di Fakultas Biologi, pengukuhan ini memperkuat posisi fakultas dengan menambah jumlah guru besar aktif menjadi 16 dari total 30 guru besar yang bernaung di bawah fakultas tersebut.

Pencapaian ini mencerminkan dedikasi panjang Prof. Hendry dalam mendalami bidang struktur perkembangan hewan. Selama masa pengabdiannya, beliau telah konsisten menjembatani teori dasar biologi dengan kebutuhan praktis di lapangan, khususnya dalam sektor perunggasan yang menjadi tulang punggung pemenuhan gizi masyarakat. Ke depan, diharapkan kolaborasi antara UGM, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dapat terus diperkuat untuk memastikan inovasi-inovasi yang lahir dari ruang laboratorium dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Kesimpulan dan Proyeksi Masa Depan

Melalui riset yang mendalam, Prof. Hendry telah membuka cakrawala baru dalam pemanfaatan ilmu biologi perkembangan. Dengan memadukan aspek etika, efisiensi nutrisi, dan teknologi biomedis, pendekatan yang ia tawarkan merupakan solusi komprehensif bagi tantangan yang dihadapi industri perunggasan nasional.

Upacara pengukuhan yang khidmat ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan seruan bagi para ilmuwan untuk terus berkontribusi pada penyelesaian masalah nyata. Keberhasilan beliau dalam meraih gelar guru besar diharapkan menjadi motivasi bagi para peneliti muda di UGM dan institusi lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi ketahanan pangan dan kesehatan publik di masa depan. Fokus pada keberlanjutan dan optimalisasi sumber daya lokal yang diusung oleh Prof. Hendry akan menjadi arah penting bagi pengembangan agribisnis Indonesia dalam dekade mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Lintas Sektor Pemerintah DIY dan Perguruan Tinggi dalam Menekan Angka Kenakalan Remaja Berbasis Tindak Pidana

2 Juli 2026 - 06:37 WIB

Kementerian Pertanian dan Universitas Gadjah Mada Jalin Kerja Sama Strategis Hilirisasi Riset untuk Akselerasi Swasembada Pangan Nasional

2 Juli 2026 - 00:37 WIB

Menembus Batas Keterbatasan: Kisah Inspiratif Muhammad Fathan Khairul Muna R Meraih Kursi di FEB UGM

1 Juli 2026 - 18:37 WIB

Universitas Gadjah Mada Kembangkan Ekosistem Kedelai Lokal Berbasis Teknologi untuk Mengurangi Ketergantungan Impor Nasional

1 Juli 2026 - 12:37 WIB

Inovasi Ganda Mahasiswa UGM Tangani Krisis Kesehatan Mental Global melalui Pendekatan Nutrisi dan Digital

1 Juli 2026 - 06:37 WIB

Trending di Studi & Edukasi Budaya Yogya