Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Studi & Edukasi Budaya Yogya

Kolaborasi Lintas Negara dalam One Health Summer Course UGM Memperkuat Resiliensi Kesehatan Global Menghadapi Ancaman Penyakit Infeksi Baru

badge-check


					Kolaborasi Lintas Negara dalam One Health Summer Course UGM Memperkuat Resiliensi Kesehatan Global Menghadapi Ancaman Penyakit Infeksi Baru Perbesar

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan perannya sebagai pusat keunggulan global dalam bidang kesehatan melalui penyelenggaraan One Health Summer Course bertajuk Transdisciplinary One Health Approaches to Emerging and Re-Emerging Diseases. Program yang berlangsung selama enam hari, mulai 15 hingga 20 Juni 2026, ini menjadi wadah strategis bagi kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas negara. Sebanyak 20 negara berpartisipasi dalam rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas One Health UGM, melibatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, serta praktisi profesional dari berbagai belahan dunia.

Kehadiran delegasi dari negara-negara seperti Pakistan, Palestina, Ethiopia, Filipina, India, Iran, Bangladesh, Timor Leste, Uganda, Yaman, Nigeria, Libya, Madagaskar, Maroko, Mesir, Nepal, Papua Nugini, Sudan, Myanmar, dan Amerika Serikat, mencerminkan urgensi global dalam mengadopsi pendekatan One Health. Pendekatan ini mengakui bahwa kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan hewan dan lingkungan yang saling berinteraksi secara dinamis.

Kronologi dan Rangkaian Kegiatan Summer Course

Kegiatan ini dirancang dengan metode hybrid, menggabungkan sesi kelas intensif dan pembelajaran lapangan (learning beyond the classroom) untuk memberikan perspektif komprehensif kepada peserta. Pada fase pertama, yakni 15-17 Juni 2026, kegiatan berpusat di Auditorium Lantai 1 Gedung Tahir Utara, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

Para peserta mendapatkan paparan mendalam dari pakar nasional dan internasional mengenai berbagai isu krusial. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar One Health, mekanisme surveilans kesehatan terintegrasi untuk manusia dan hewan, dinamika penyakit emerging dan re-emerging, infeksi jamur yang semakin resisten, sistem peringatan dini kesehatan masyarakat, hingga faktor evolusi genetik yang memicu kemunculan patogen baru.

Memasuki fase kedua, program berfokus pada aplikasi praktis di lapangan. Pada 18 Juni 2026, peserta mengunjungi Desa Wonokerto di Kabupaten Sleman untuk mengamati praktik pemberdayaan masyarakat. Kunjungan ini krusial untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan di tingkat makro dapat diimplementasikan dalam struktur sosial pedesaan yang kompleks, melibatkan partisipasi aktif komunitas, pemerintah daerah, dan akademisi dalam menjaga ketahanan kesehatan lokal.

Pada 19 Juni 2026, agenda kegiatan terbagi menjadi dua sektor penting. Pertama, pengamatan burung (bird watching) di Bukit Turgo, Sleman, yang bertujuan memberikan pemahaman tentang surveilans satwa liar. Burung sering kali menjadi indikator kesehatan ekosistem sekaligus berperan sebagai reservoir alami bagi berbagai agen penyakit zoonosis. Kedua, peserta melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM untuk mempelajari sistem pengelolaan limbah medis. Pengelolaan limbah yang tepat merupakan pilar fundamental dalam mencegah pencemaran lingkungan yang berpotensi menjadi jalur transmisi penyakit.

Mitigasi Ancaman Kesehatan Global, Mahasiswa dari 20 Negara IkutĀ  Summer Course One Health di UGM

Rangkaian acara ditutup pada 20 Juni 2026 dengan sesi presentasi hasil diskusi kelompok. Para peserta mengintegrasikan seluruh materi yang telah dipelajari dengan tantangan nyata di negara asal masing-masing, menciptakan solusi transdisiplin yang adaptif terhadap konteks geografis dan budaya yang berbeda.

Konteks Global dan Pentingnya Pendekatan One Health

Pentingnya inisiatif ini tidak terlepas dari statistik global mengenai penyakit zoonosis. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 60 persen penyakit infeksi baru pada manusia berasal dari hewan. Selain itu, hampir 75 persen penyakit infeksi baru (emerging infectious diseases) yang muncul dalam beberapa dekade terakhir merupakan penyakit zoonosis. Dinamika ini didorong oleh berbagai faktor, seperti deforestasi, urbanisasi yang tidak terencana, perdagangan satwa liar, serta perubahan iklim yang mengubah distribusi habitat vektor penyakit.

Pendekatan One Health, yang dianut oleh UGM dalam program ini, menawarkan kerangka kerja kolaboratif untuk mengatasi ancaman kesehatan yang berada di persimpangan antara manusia, hewan, dan lingkungan. Tantangan seperti resistensi antimikroba (AMR) dan potensi pandemi di masa depan menuntut kerja sama antar sektor yang melampaui batas-batas administratif negara. Melalui kursus ini, UGM berupaya membentuk generasi pemimpin kesehatan yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keterkaitan sistemik ekosistem global.

Analisis Implikasi dan Dampak Jangka Panjang

Penyelenggaraan kursus musim panas ini memiliki implikasi strategis yang luas bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia maupun mitra internasional. Pertama, penguatan jejaring internasional. Dengan melibatkan 20 negara, UGM memperluas peta jalan kolaborasi riset lintas negara yang dapat memicu pertukaran data epidemiologi yang lebih cepat dan transparan di masa depan.

Kedua, integrasi kebijakan dan praktik. Pengalaman peserta dalam meninjau sistem pengelolaan limbah di rumah sakit dan observasi surveilans satwa liar memberikan model konkret mengenai bagaimana kebijakan kesehatan berbasis data dapat diimplementasikan. Ketiga, peningkatan kapasitas SDM. Fokus pada pendekatan transdisiplin menyiapkan para profesional kesehatan untuk mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan disiplin ilmu lain, seperti ahli lingkungan, dokter hewan, sosiolog, dan ahli kebijakan publik.

Dalam jangka panjang, keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan kesehatan yang lebih preventif dan proaktif. Dengan memahami bahwa kesehatan lingkungan adalah fondasi kesehatan manusia, negara-negara peserta dapat lebih efektif dalam merancang strategi pencegahan sebelum suatu wabah meluas menjadi krisis kesehatan global.

Pernyataan Penyelenggara

Fikri Wahiddinsyah, salah satu anggota tim penyelenggara, dalam keterangan resminya pada 23 Juni 2026, menekankan bahwa kurikulum yang disusun bertujuan untuk memberikan pemahaman holistik. Menurutnya, integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan bukan sekadar wacana teoretis, melainkan kebutuhan mendesak.

Mitigasi Ancaman Kesehatan Global, Mahasiswa dari 20 Negara IkutĀ  Summer Course One Health di UGM

"Berbagai materi yang kami sajikan menegaskan pentingnya integrasi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang kian kompleks. Melalui kunjungan lapangan ke Desa Wonokerto dan RSA UGM, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat hingga level kebijakan rumah sakit, menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan resiliensi komunitas," ujar Fikri.

Ia juga menambahkan bahwa UGM berkomitmen untuk terus memposisikan diri sebagai hub pengembangan ilmu pengetahuan. Kesuksesan One Health Summer Course #2 ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi internasional dapat menghasilkan solusi inovatif yang aplikatif, sekaligus memperkuat jejaring akademis yang solid untuk menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

Kesimpulan dan Arah Masa Depan

Kegiatan One Health Summer Course di UGM telah berhasil menciptakan platform dialog yang produktif. Dengan menyeimbangkan aspek teoritis melalui kuliah pakar dan aspek praktis melalui observasi lapangan, program ini berhasil menjembatani kesenjangan pengetahuan antar negara peserta.

Ke depan, tantangan bagi para alumni program ini adalah untuk mereplikasi model transdisiplin tersebut di negara asal masing-masing. Diperlukan kemauan politik dan investasi yang kuat dalam riset berbasis One Health untuk memastikan bahwa sistem peringatan dini kesehatan masyarakat dapat bekerja secara optimal. UGM melalui Satuan Tugas One Health-nya diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi inisiatif serupa, memastikan bahwa semangat kolaborasi yang terbangun di Yogyakarta selama enam hari tersebut akan berlanjut ke dalam proyek-proyek riset kolaboratif yang lebih besar di masa mendatang.

Artikel ini bukan sekadar laporan kegiatan akademik, melainkan representasi dari kesiapan institusi pendidikan dalam merespons ancaman kesehatan global dengan pendekatan yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Seiring dengan semakin meningkatnya risiko munculnya patogen baru, peran institusi seperti UGM dalam memperkuat kapasitas global menjadi semakin krusial. Melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, UGM terus membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan dunia melalui pendekatan One Health yang komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fakultas Peternakan UGM Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan Tinggi dengan Institusi Strategis di Australia

23 Juni 2026 - 12:37 WIB

Inovasi Teknologi Pemanen Air Hujan Sekolah Vokasi UGM Hadirkan Solusi Air Bersih Berkelanjutan di Sleman

23 Juni 2026 - 06:37 WIB

Alumni Teknik Biomedis UGM Bellatrix Gracia Antameng Bawa Inovasi Indonesia ke Panggung Startup Global di Silicon Valley

23 Juni 2026 - 00:37 WIB

Transformasi UMKM Berkelanjutan: Tim Endurance UGM Sulap Limbah Tahu Menjadi Nilai Ekonomi Baru di Yogyakarta

22 Juni 2026 - 18:37 WIB

UGM dan Kedutaan Besar Chile Perkuat Diplomasi Sains dan Riset Antarktika untuk Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Global

22 Juni 2026 - 12:37 WIB

Trending di Studi & Edukasi Budaya Yogya