Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Wisata

Potensi Wisata Geologi Desa Pengkol Gunung Kidul Siap Dikembangkan sebagai Kawasan Penyangga Gunung Api Purba

badge-check


					Potensi Wisata Geologi Desa Pengkol Gunung Kidul Siap Dikembangkan sebagai Kawasan Penyangga Gunung Api Purba Perbesar

Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama ini dikenal secara luas sebagai episentrum wisata geopark di Indonesia. Keberhasilan Desa Nglanggeran di Kecamatan Patuk dalam mengelola kawasan Gunung Api Purba hingga mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark telah memicu inspirasi bagi wilayah-wilayah di sekitarnya. Salah satu langkah strategis kini diambil oleh Pemerintah Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, yang mulai merancang pengembangan kawasan wisata berbasis geologi di wilayah mereka. Rencana ini berfokus pada pemanfaatan deretan formasi batuan purba yang selama ini belum terjamah secara optimal, yakni Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter.

Kepala Desa Pengkol, Margiyanto, menyatakan bahwa inisiatif ini muncul dari kesadaran akan kekayaan geologis dan sejarah yang dimiliki oleh desa tersebut. Selama bertahun-tahun, potensi alam di Desa Pengkol belum mendapatkan pembenahan infrastruktur yang memadai, padahal lanskap yang ditawarkan memiliki karakteristik unik yang serupa dengan kawasan Nglanggeran yang telah lebih dahulu mendunia. Pengembangan ini tidak hanya ditujukan sebagai upaya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga sebagai strategi pelestarian situs alam dan warisan budaya yang terikat pada lokasi-lokasi tersebut.

Memetakan Potensi Geowisata di Pengkol

Kawasan yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Desa Pengkol terdiri dari tiga situs utama yang masing-masing memiliki karakteristik geologis dan nilai histori yang berbeda. Pertama, Gunung Keruk, yang menawarkan panorama alam dengan elevasi yang memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan perbukitan Gunung Kidul yang kerap diselimuti kabut pada pagi hari. Keindahan visual ini telah mulai menarik perhatian para fotografer lanskap, yang secara organik mempromosikan keasrian lokasi tersebut melalui media sosial.

Kedua, kawasan Song Putri yang terletak di Padukuhan Glompong. Situs ini menawarkan perpaduan antara wisata petualangan dan wisata religi. Berdasarkan tuturan lisan masyarakat setempat, Song Putri diyakini sebagai petilasan Dewi Roso Wulan, seorang putri dari Kerajaan Majapahit. Fenomena geologis yang menarik di tempat ini adalah keberadaan formasi batu putih yang tersusun rapi membentuk kotak bujur sangkar di dalam gua. Hingga saat ini, belum ada penelitian arkeologis yang memastikan kapan formasi batu tersebut terbentuk atau apakah susunan tersebut merupakan hasil aktivitas manusia di masa lalu atau fenomena geologi alami. Ketidakpastian ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang mengundang minat para peneliti maupun wisatawan yang tertarik pada sisi misteri sejarah.

Ketiga, Gunung Genter di Padukuhan Gagan. Lokasi ini menyuguhkan tantangan bagi penggemar wisata minat khusus atau petualangan ekstrem. Terdapat sebuah batu raksasa dengan dimensi setara dengan dua unit rumah limasan yang memiliki formasi unik berupa gua di bagian tengahnya. Tantangan utama bagi pengunjung adalah akses menuju mulut gua yang mengharuskan pendakian tebing vertikal setinggi kurang lebih 10 meter. Struktur geologi ini menjadi bukti konkret atas aktivitas vulkanik purba yang pernah terjadi di kawasan Gunung Kidul jutaan tahun yang lalu.

Kronologi dan Rencana Aksi Pemerintah Desa

Langkah pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Pengkol tidak dilakukan secara mendadak. Rencana ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan desa yang mulai disusun sejak tahun 2018. Pemerintah desa menyadari bahwa untuk mengubah sebuah situs alam menjadi destinasi wisata, diperlukan integrasi antara ketersediaan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan promosi yang berkelanjutan.

Garis waktu rencana pengembangan ini berfokus pada penyediaan aksesibilitas sebagai prioritas utama. Mengingat sebagian besar lokasi berada di area perbukitan dengan medan yang sulit dijangkau, pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 untuk pembangunan infrastruktur jalan. Pembangunan jalan ini bukan sekadar untuk memudahkan akses wisatawan, melainkan juga untuk meningkatkan mobilitas warga lokal dalam mengelola lahan di sekitar kawasan tersebut.

Pemerintah Desa Pengkol juga telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten, termasuk Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul dan pihak-pihak yang memiliki keahlian dalam pengelolaan geopark. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa pengembangan wisata tidak merusak tatanan geologi yang ada, melainkan justru memperkuat statusnya sebagai bagian dari kawasan lindung yang bernilai edukatif.

Data Pendukung: Geopark Gunung Sewu sebagai Referensi

Konteks pengembangan kawasan di Desa Pengkol tidak dapat dilepaskan dari status Gunung Kidul sebagai bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Dengan luas total wilayah yang mencakup tiga kabupaten—Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan—kawasan ini memiliki warisan geologi yang diakui secara internasional.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gunung Kidul, sektor pariwisata telah menjadi penyumbang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan geosite setiap tahunnya menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam dan edukasi (geowisata) terus meningkat. Dengan menambah daftar destinasi melalui pengembangan di Desa Pengkol, diharapkan distribusi kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di wilayah pantai selatan atau kawasan Nglanggeran, tetapi juga menyebar ke wilayah utara Gunung Kidul yang memiliki karakteristik perbukitan.

Analisis ekonomi menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata seperti yang direncanakan di Desa Pengkol memiliki efek pengganda (multiplier effect) bagi masyarakat lokal. Kebutuhan akan pemandu wisata, penyediaan jasa kuliner khas lokal, hingga pengelolaan homestay akan menjadi peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Hal ini sejalan dengan program pemberdayaan masyarakat yang digalakkan oleh pemerintah pusat untuk mengurangi angka kemiskinan di pedesaan melalui optimalisasi aset desa.

Tanggapan dan Implikasi Strategis

Pihak pemerintah desa menekankan bahwa pengembangan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Pelibatan masyarakat Padukuhan Glompong dan Gagan sangat krusial dalam menjaga kelestarian situs. Adanya cerita rakyat yang melekat pada Song Putri dan Gunung Genter memberikan lapisan narasi (storytelling) yang kuat, yang menurut para pakar pariwisata, merupakan kunci keberhasilan sebuah destinasi wisata modern.

Dari sudut pandang kebijakan, langkah yang diambil oleh Pemdes Pengkol merupakan bentuk inisiatif "bottom-up" yang sangat positif. Namun, tantangan yang akan dihadapi cukup kompleks. Pertama, aspek keselamatan pengunjung, terutama untuk lokasi seperti Gunung Genter yang memerlukan kemampuan memanjat tebing. Diperlukan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang ketat dan penyediaan pemandu bersertifikat. Kedua, aspek keberlanjutan lingkungan. Pembukaan jalan dan infrastruktur harus mempertimbangkan dampak ekologis agar tidak terjadi kerusakan pada formasi batuan purba yang rapuh.

Implikasi dari pengembangan ini juga melampaui sektor pariwisata. Jika berhasil, kawasan ini berpotensi menjadi laboratorium geologi luar ruang bagi institusi pendidikan. Mahasiswa jurusan geologi, arkeologi, maupun sejarah dapat menjadikan situs-situs di Desa Pengkol sebagai objek penelitian yang kaya. Dengan demikian, status Desa Pengkol tidak hanya menjadi destinasi wisata rekreasi, tetapi juga pusat pembelajaran ilmu kebumian yang terintegrasi.

Tantangan Masa Depan: Konservasi dan Komersialisasi

Di tengah optimisme yang ada, menjaga keseimbangan antara konservasi dan komersialisasi adalah pekerjaan rumah yang berat bagi pengelola desa wisata. Pengalaman di banyak tempat menunjukkan bahwa ketika sebuah destinasi menjadi terlalu populer, risiko degradasi lingkungan meningkat secara drastis. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Pengkol diharapkan dapat menerapkan konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, diharapkan bahwa integrasi antara tiga titik wisata ini (Gunung Keruk, Song Putri, dan Gunung Genter) dapat menciptakan paket wisata yang komprehensif. Wisatawan tidak hanya datang untuk berswafoto, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai sejarah pembentukan bumi dan kearifan lokal masyarakat Gunung Kidul.

Pembangunan akses jalan yang dimulai pada tahun 2019 merupakan langkah awal yang krusial. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Nglipar untuk mulai menggali potensi serupa. Dengan dukungan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, kawasan Desa Pengkol diproyeksikan akan menjadi wajah baru geowisata di wilayah utara, yang melengkapi ekosistem pariwisata Gunung Kidul yang selama ini sudah sangat kuat di peta nasional.

Kesimpulannya, langkah Pemerintah Desa Pengkol mengembangkan kawasan Gunung Api Purba di wilayah mereka merupakan strategi yang tepat waktu dan berbasis pada potensi nyata. Dengan mengombinasikan daya tarik geologi yang unik, narasi sejarah lokal yang kuat, dan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur yang terukur, Desa Pengkol memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi destinasi unggulan. Fokus utama ke depan adalah memastikan bahwa seluruh proses pengembangan berjalan selaras dengan prinsip konservasi, sehingga warisan geologi purba ini tetap terjaga bagi generasi mendatang sembari memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival Menjadi Magnet Utama Dongkrak Sektor Pariwisata Yogyakarta di Bulan Oktober

22 Juni 2026 - 12:39 WIB

Strategi Dinas Pariwisata Bantul Gelar Pentas Skala Nasional Akhir Tahun untuk Genjot Kunjungan Wisatawan dan PAD

22 Juni 2026 - 00:39 WIB

DPRD Kulon Progo Desak Pendataan Pelaku Usaha Pariwisata Guna Optimalkan Penerbitan TDUP

21 Juni 2026 - 18:39 WIB

Sleman Gelar Pelangi Budaya Bumi Merapi Sebagai Panggung Kreativitas dan Penggerak Ekonomi Pariwisata

21 Juni 2026 - 06:39 WIB

Pelangi Budaya Bumi Merapi 2018 Perkuat Identitas Sleman Sebagai Destinasi Wisata Multikultural

21 Juni 2026 - 00:39 WIB

Trending di Wisata