Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Olahraga

Susunan pemain Tunisia vs Jepang dalam laga krusial Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion BBVA Meksiko

badge-check


					Susunan pemain Tunisia vs Jepang dalam laga krusial Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion BBVA Meksiko Perbesar

Stadion BBVA di Monterrey, Meksiko, menjadi saksi bisu upaya kebangkitan tim nasional Jepang dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2026. Menghadapi Tunisia pada Minggu (21/6/2026), pelatih Hajime Moriyasu melakukan perombakan taktis yang cukup signifikan menyusul hasil imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka. Keputusan untuk memainkan Ao Tanaka sejak menit awal dan menunjuk Ko Itakura sebagai kapten menjadi sorotan utama dalam susunan pemain yang diturunkan oleh Samurai Biru.

Perombakan Taktis Hajime Moriyasu

Keputusan Hajime Moriyasu untuk mencoret Takefusa Kubo dari daftar pemain bukan tanpa alasan. Gelandang kreatif tersebut dilaporkan mengalami cedera pasca-pertandingan melawan Belanda, di mana ia harus ditarik keluar pada menit ke-75 dan digantikan oleh Koki Ogawa. Absennya Kubo memaksa Moriyasu memutar otak untuk menjaga kreativitas lini serang.

Masuknya Ao Tanaka, pemain Leeds United yang sempat diistirahatkan pada laga perdana, memberikan dimensi baru di lini tengah. Tanaka diharapkan mampu menjembatani transisi dari lini pertahanan ke lini depan, berkolaborasi dengan Junya Ito di belakang ujung tombak Ayase Ueda. Formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Moriyasu tetap konsisten, namun dengan penyesuaian personal yang memberikan keseimbangan lebih baik antara aspek defensif dan ofensif.

Di sisi pertahanan, kepercayaan penuh masih diberikan kepada Zion Suzuki di bawah mistar gawang. Trio bek tengah yang diisi oleh Takehiro Tomiyasu, Ko Itakura, dan Hiroki Ito diproyeksikan sebagai benteng kokoh untuk meredam serangan balik cepat dari Tunisia. Khusus bagi Ko Itakura, penunjukannya sebagai kapten menandai debut kepemimpinannya di panggung Piala Dunia 2026, sebuah tanggung jawab besar yang diberikan oleh Moriyasu untuk memimpin skuad di tengah tekanan tinggi turnamen.

Respon Taktis dari Kubu Tunisia

Di pihak lawan, pelatih berpengalaman Herve Renard berada dalam posisi sulit. Tunisia datang ke pertandingan ini dengan beban mental setelah dihancurkan oleh Swedia dengan skor telak 1-5 di pertandingan pertama. Kekalahan tersebut memaksa Renard untuk mengevaluasi kembali struktur pertahanannya secara radikal.

Langkah pertama yang diambil Renard adalah merombak posisi kiper. Abdelmouhib Chamakh, yang dianggap gagal mengawal gawang dengan optimal saat menghadapi Swedia, diparkir di bangku cadangan dan digantikan oleh Aymen Dahmen. Perubahan ini menjadi sinyal jelas bahwa Renard menuntut standar disiplin yang lebih tinggi dari para pemainnya.

Selain itu, masuknya Dylan Bronn dan Sebastian Tounekti dalam starting XI menggantikan Amine Ben Hmida dan Rani Khedira merupakan upaya untuk memperkuat lini tengah dan koordinasi pertahanan. Renard tampaknya ingin mengembalikan gaya permainan Tunisia yang lebih pragmatis namun tajam dalam serangan balik, guna mencuri poin krusial yang dapat menghidupkan asa mereka untuk melaju ke babak 16 besar.

Analisis Skuad dan Kedalaman Pemain

Pertandingan ini tidak hanya sekadar adu taktik, tetapi juga ujian bagi kedalaman skuad kedua tim. Jepang, dengan gaya permainan disiplin khas Asia, telah menunjukkan kematangan dalam menjaga penguasaan bola. Kehadiran pemain seperti Kaishu Sano dan Daichi Kamada di lini tengah memberikan stabilitas yang diperlukan untuk mengontrol tempo pertandingan.

Di sisi lain, Tunisia yang dipimpin oleh kapten Ellyes Skhiri harus membuktikan bahwa kekalahan telak dari Swedia hanyalah anomali. Skhiri memikul tanggung jawab besar sebagai jangkar di lini tengah, bertugas memutus alur serangan Jepang sekaligus mendistribusikan bola ke pemain depan seperti Elias Saad dan Anis Ben Slimane.

Susunan pemain Tunisia vs Jepang

Susunan Pemain:

Tunisia (Pelatih: Herve Renard):

  • Penjaga Gawang: Aymen Dahmen
  • Bek: Omar Rekik, Montassar Talbi, Dylan Bronn, Yan Valery
  • Gelandang: Ellyes Skhiri (C), Hannibal Mejbri, Ali Abdi, Anis Ben Slimane
  • Penyerang: Elias Saad, Sebastian Tounekti

Jepang (Pelatih: Hajime Moriyasu):

  • Penjaga Gawang: Zion Suzuki
  • Bek: Takehiro Tomiyasu, Ko Itakura (C), Hiroki Ito
  • Gelandang: Ritsu Doan, Kaishu Sano, Daichi Kamada, Keito Nakamura
  • Gelandang Serang: Junya Ito, Ao Tanaka
  • Penyerang: Ayase Ueda

Konteks Laga dan Implikasi Grup F

Grup F Piala Dunia 2026 kini menjadi salah satu grup yang paling dinamis. Dengan Belanda yang sudah mengumpulkan poin dari hasil imbang melawan Jepang, posisi Samurai Biru menjadi sangat krusial. Kemenangan melawan Tunisia bukan sekadar keinginan, melainkan keharusan jika Jepang ingin memastikan tiket ke fase gugur tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan terakhir.

Bagi Tunisia, laga ini adalah pertaruhan harga diri. Kekalahan kembali akan membuat langkah mereka di Piala Dunia 2026 hampir dipastikan terhenti lebih dini. Oleh karena itu, formasi yang diturunkan Renard kali ini terlihat lebih berfokus pada kerapatan blok pertahanan, dengan harapan bisa memaksakan hasil imbang atau bahkan mencuri kemenangan tipis.

Tantangan Psikologis dan Fisik

Bermain di Monterrey, Meksiko, dengan kondisi geografis dan cuaca yang menantang, faktor fisik akan memainkan peran besar. Jepang dikenal dengan keunggulan stamina dan disiplin posisi, sementara pemain Tunisia mengandalkan intensitas tinggi dan kecepatan individu.

Penting untuk dicatat bahwa absennya Takefusa Kubo merupakan pukulan psikologis bagi Jepang. Namun, kehadiran Ao Tanaka memberikan opsi serangan yang lebih variatif di kotak penalti. Analis sepak bola mencatat bahwa transisi Jepang dari bertahan ke menyerang akan sangat bergantung pada bagaimana Tanaka dan Junya Ito mampu membaca celah di antara lini tengah dan belakang Tunisia.

Harapan dan Proyeksi

Para pengamat sepak bola internasional menilai bahwa pertandingan ini akan berlangsung alot. Jepang diunggulkan secara kolektif, namun Tunisia memiliki motivasi berlipat ganda untuk menghapus memori buruk pertandingan sebelumnya. Jika Jepang mampu mengoptimalkan peran Ayase Ueda sebagai target man dan memanfaatkan lebar lapangan melalui pergerakan Ritsu Doan dan Keito Nakamura, peluang mereka untuk mengamankan tiga poin sangat terbuka lebar.

Sebaliknya, jika Herve Renard berhasil membenahi koordinasi lini belakang Tunisia melalui Aymen Dahmen dan Dylan Bronn, bukan tidak mungkin kejutan akan terjadi. Pertandingan ini akan menjadi penentu arah persaingan di Grup F, dan setiap menit di Stadion BBVA akan sangat menentukan nasib kedua tim dalam turnamen paling bergengsi di dunia ini.

Sejarah mencatat bahwa Jepang sering kali tampil lebih kuat saat menghadapi tantangan besar, dan laga melawan Tunisia ini akan menjadi bukti apakah generasi Samurai Biru kali ini mampu membawa tim melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Dengan komposisi pemain yang diturunkan hari ini, Hajime Moriyasu telah menunjukkan bahwa ia siap beradaptasi dengan situasi, memberikan kesempatan bagi pemain seperti Tanaka dan Itakura untuk bersinar di panggung global.

Publik sepak bola dunia kini tertuju pada Monterrey, menunggu untuk melihat apakah strategi perubahan pemain ini akan membuahkan hasil positif bagi Jepang atau justru memberikan celah bagi Tunisia untuk bangkit dari keterpurukan. Apapun hasilnya, susunan pemain yang diturunkan hari ini mencerminkan ambisi besar kedua pelatih dalam mengejar poin penuh di fase grup Piala Dunia yang semakin kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Real Madrid Tegaskan Tidak Sedang Dekati Michael Olise di Bursa Transfer Musim Panas 2026

21 Juni 2026 - 00:21 WIB

Veda Ega Pratama Siap Berikan Kejutan dari Posisi Kedelapan pada Balapan Moto3 GP Ceko 2026

20 Juni 2026 - 18:21 WIB

Jerman vs Pantai Gading: Ujian sesungguhnya Die Mannschaft dalam peta persaingan Grup E Piala Dunia 2026

20 Juni 2026 - 12:21 WIB

Turki vs Paraguay: Duel Hidup Mati Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi’s

20 Juni 2026 - 06:21 WIB

Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma Menjalani Perawatan Medis di RS Polri Kramat Jati Pasca Penahanan

20 Juni 2026 - 00:21 WIB

Trending di Olahraga